Saya setuju dengan komentar Bung Hotman Silalahi........cara berpikir dan
pandangan anda cukup "menyejukan" dan nampak "lebih dewasa", bukannya seperti
komentar para netter atau petualang milis dari Indonesia yang banyak sering kita
jumpai di beberapa mailing groups di internet ini, yang nadanya cuma menghujat,
memfitnah, menghasut, menjelek-jelekkan, dan mencemooh orang tanpa berfikir
secara jernih serta dengan kepala dingin. Barangkali para netter yang mengisi
mailing groups di internet ini kebanyakan adalah orang-orang muda yang masih
emosional dan hatinya masih mudah panas bila tersentuh egonya, sehingga biasanya
langsung naik darahnya tanpa difikir panjang lagi, sehingga seolah-olah kalau ada
salah seorang netter yang tidak sepaham dengannya lalu menulis komentar didalam
mailing group ini maka bila tidak segera di balas dengan keras oleh para netter
muda tersebut ( barangkali berikut dengan caci maki atau hujatannya yang tanpa
difikir secara kepala dingin ) maka sepertinya dunia keesokan hari akan kiamat,
begitu !. Kalau saya perhatikan tingkah dan komentar mereka memang tampaknya
cukup rasionil dan bagus, tapi itu cuma teriak-teriak di dalam mailing groups ini
saja tapi diluar ini saya nggak tahu deh, agak lucu juga mereka ini !
Tapi Bung Hotman dan para netter yang arif, janganlah anda berkecil hati dan
mundur dari mailing groups ini untuk mengisi kontribusi anda yang konstruktif dan
tidak memihak serta objektif seperti dibawah ini, silahkan isilah
komentar-komentar yang sejuk dan tetap dengan kepala yang dingin, serta tidak
meledak-ledak secara emosional tanpa juntrungan seperti para petualang milis yang
saya katakan tadi, sehingga kadang-kadang nggak jelas mau kemana sebenarnya arah
komentarnya itu ?
Oke Bung Hotman, silahkan dilanjut saja deh dan kita ajak mereka untuk tetap bisa
memberikan komentar-komentar yang konstruktif, objektif, tidak memihak dan dengan
keadaan kepala dingin, tapi bukan dengan janji-janji gombal deh.
Mari kita laksanakan Pemilu 1999 ini dengan jujur dan semoga kita dapat memilih
para Pemimpin yang terbaik di Negara ini dengan melaksanakan Pemilihan Umum yang
adil dan jujur, silahkan saja kita memilih partai apa saja yang menurut kita
adalah yang terbaik dan cukup aspiratif buat kita serta tidak perlu
menjelek-jelekkan partai yang lain, dan yang terakhir semoga pula para pimpinan
negara yang berkuasa sekarang ini sadar dan mau introspeksi atas apa yang telah
mereka lakukan selama 32 tahun ini, dan mereka bersedia dengan ikhlas dan tulus
untuk melaksanakan estafet kepemimpinan mereka kepada generasi penerus bangsa
Indonesia yang lebih baik dan berbobot. Semoga setelah Pemilu 1999 ini akan kita
dapati Negara Republik Indonesia yang benar-benar bebas dan merdeka didalam
segala hal dan dalam keadaan aman, tenteram dan semoga Indonesia Baru nanti akan
dihormati oleh seluruh dunia, amien.
Merdeka !
Widi.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hotman Silalahi wrote:
> Sangat positif memang kalu kita menyikapi persoalan TIMTIM dengan kepala
> dingin dan tentu tidak dengan menyudutkan kelompok atau oknum tertentu.
> Hanya ada hal yang aneh yang saya lihat dari cara berpikir di negara kita
> pada saat ini.
> Dari cara pandang kita sendiri, sering terlihat seolah negara Indonesia
> ini seperti suatu negara agama yang terdiri dari bangsa-bangsa, dan
> bukanya bangsa yang terdiri dari berbagai agama dan berbagai suku dan
> etnik. Mengapa saya berpikir demikian?
> Sering saya amati kalau ada persoalan di luar negeri kita bawakan kedalam
> negeri. Salah satu contoh misalnya denga apa yang terjadi di Bosnia.
> Langsung persoalan ini diaplikasikan di dalam negeri kita dengan ada yang
> pro dan tentu ada yang kontra. Kita lupa bahwa yang bertikai tadi bukan
> negara Indonesia tetapi kita ikut-ikutan bertikai jadinya dengan
> mengorbankan sesama bangsa kita sendiri. Terkadang persoalan tadi sampai
> berbuntut pada persoalan SARA.
> Kalau saya (Batak) misalnya berdampingan dengan seorang teman saya suku
> Jawa, hal yang paling kelihatan adalah kita bangsa apa dan bukan kita
> beragama apa. Tetapi sering kali poin yang terakhir ini menjadi landasan
> utama kita untuk berpikir.
> Salah satu contoh daerah yang paling bagus dijadikan contoh sebagai daerah
> yang demokratis adalah kota Medan - Sumut. Contoh yang paling nyata dapat
> kita ambil dari kesebelasan PSMS Medan, tercatat hanya satu orang
> Bataknya, yaitu Sahari Gultom sedangkan yang lainnya lebih didominasi oleh
> suku kita Jawa dan hasilnya adalah buat masyarakat Sumatera Utara sendiri.
> Dan hal lainnya yang saya perhatikan yang sedikit kontradiktif adalah dua
> persoalan di bawah ini:
> - Kita sering mengagungkan nama-nama orang dari negara lain tetapi
> melecehkan orang Indonesia sendiri pada hal orang Indonesia tersebut dapat
> penghargaan Internasional, contohnya Uskup Belo penerima hadiah Nobel
> Internasional di bidang perdamaian, padahal Belo itu sudah terangterangan
> mengatakan bahwa dia orang Indonesia. Tetapi kenyataan yang sering saya
> perhatikan bahwa Belo ini sering dianggap rendah oleh bangsa kita sendiri.
>
> - Sering saya lihat di Indonesia tentang anti Cina, pada hal kalau kita
> sadari bahwa yang mengangkat reputasi indonesia di event Olah Raga
> Internasional 'Olimpiade' adalah orang Indonesia etnis China - Susi
> Susanty.
>
> Mungkin banyak hal lain yang bersifat kontradiktif yang dapat mengubah
> cara pandang kita bangsa Indonesia, dan tentu tidak tertutup kemungkinan
> para penulis di milis ini, akan bangsa kita sendiri.
>
> On Thu, 15 Apr 1999, Jopie J Bambang wrote:
>
> > Sepertinya kita perlu lebih kepala dingin menyikapi masalah timtim...
> >
> --del-
> > Apalagi bagi orang-orang yang kurang bijak dan hanya memikirkan kepentingan
> > sepihak seperti Xanana, Horta & Bello.
> >
> -del-
> > Saya sependapat dengan PDI Perjuangan yang menentang segala bentuk
> > disintegrasi yang merusak Negara Kesatuan - yang penting justru membereskan
> > pemerasan dan segala jenis pelanggaran hak asazi yang ada.
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!