Saya mau coba tanggapi lagi, but take this not seriously..

kalau memang ingin menunjukkan "kader PDI-P yang bisa bertanya, protes dan
menagih" (seperti yang bung Abdullah bilang), mengapa subjectnya bukan "WONG
CILIK, KADER PDIP YANG PINTAR", tapi malah "pembodohan...dll"? Bukankah bila
wong cilik itu bisa protes, bertanya dan menagih, juga itu karena
pemberdayaan PDI Perjuangan yang membuat mereka bisa protes, bertanya dan
menagih setelah sekian puluh tahun dibodoh-bodohi dan dikekang haknya oleh
Soeharto? Saya kira saya tak berapologi..., I just smell something behind
the text...

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: iwans <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 16 Mei 1999 14:01
Subject: Re: [Kuli Tinta] Pembodohan Pada Wong-Cilik


Betul Bung Hasan,

Kenapa semua kritik yang dilontarkan ke alamat PDI Perjuangan harus
ditanggapi
sebagai sebuah serangan ? Apalagi ditanggapi dengan nada yang amat apologis.
Sayang sekali. Andai di forum ini cukup banyak simpatisan PDI Perjuangan
maka
anda semua mestinya bersyukur karena kritik seperti ini menandakan bahwa
banyak
orang memperhatikan gerak langkah PDI Perjuangan. Kritik bagi mereka adalah
upaya untuk melebarkan wacana saling bertukar informasi di dunia internet
yang
bagi kebanyakan orang sangat wah ini.

Saya banyak mengkritik PDI Perjuangan karena saya mencintai bangsa ini. Dan
hal
yang sama akan saya lakukan terhadap Golkar, PKB, PAN, PBB, Partai Keadilan
dan
PPP karena hanya tujuh kelompok partai inilah yang menggarap massa
pemilihnya
cukup serius. Kritik harus dialamatkan pada tujuh partai ini, terlebih lagi
Golkar dan PDI Perjuangan, karena kedua kelompok inilah yang punya dosa
sejarah
yang cukup panjang selama 54 tahun usia Republik di khatulistiwa ini. Yang
satu
punya tokoh simbolik yang tersingkir, Soeharto dan yang satu lagi dengan
tokoh
simbolik yang sudah almarhum, Soekarno.

Kalau kita senantiasa menanggapi sebuah kritik sebagai sebuah serangan
terhadap
kelompok kecintaan dan yang wajib dibela, maka bangsa ini tidak akan mungkin
akan menjadi bangsa yang besar di masa mendatang.

Selesai.

Abdullah Hasan wrote:

> Bung Manurung,
> Seperti dalam subject : Smart move..., saya ingin sekali mengajak anda
> jangan cuma bisa bersikap apologetik. Marilah berusaha keras bersikap
> positif terhadap kritik atau info. Contohnya sdr. Aswat , dia  mampu
melihat
> apa yang mau saya katakan : Ada hal positif yang patut disyukuri telah
> terjadi pada wong-cilik. Khususnya pada wong-cilik kader PDIP: Bisa
> bertanya, protes dan mampu menagih.
>
> Kalau kita tidak bisa keluar dari mental sektarian , hal yang positip-pun
> selalu saja masih kelihatan dan kedengaran sebagai suatu serangan terhadap
> kelompok kita: . .." kok cuma "kasus" PDIP..., apa Golkar tidak punya
kasus
> ..?" .  Kalau ada kasus positif lain seperti yang saya ketahui dari berita
> SCTV kemarin, silahkan saya dikabari, agar bisa turut bersyukur bersama.
> Khususnya pada keadaan yang tidak menentu sekarang ini.
>
> Salam.
>
> ----- Original Message -----
> From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Sunday, May 16, 1999 12:37 AM
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: [mimbarbebas] Pembodohan Pada Wong-Cilik
>
> > Iya yah... kok cuma "kasus" PDI Perjuangan.., apa Golkar tidak punya
kasus
> > itu?
> >
> > Kasus lain: istri Sabam Sirait ditolak jadi Caleg PDI Perjuangan dari
> Sulut,
> > Taufik Kiemas juga ditolak jadi caleg dari beberapa daerah.., alasannya
> > sama: "tidak dikenal oleh orang daerah"... Kok kasus ini tak disinggung
> oleh
> > Bung Abdullah..? Ini kan pertanda bahwa suara orang di daerah itu
> didengar.
> > Proses pencalonan PDI Perjuangan dan PAN yang saya tahu, mekanismenya
> > bottom-up. Makanya Yorris sempat muncul jadi caleg PAN, walaupun
kemudian
> > dibatalkan.
> >
> > Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> > ____________________________________________
> > Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> > Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> > Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> > <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> Kuli
> > Tinta <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: 15 Mei 1999 21:38
> > Subject: [Kuli Tinta] Re: [mimbarbebas] Pembodohan Pada Wong-Cilik
> >
> >
> > Wah bagus sekali itu Bung.....,
> >
> > Artinya para kader itu memiliki komitmen terhadap organisasi disamping
> > tampaknya cukup militan.
> >
> > Berbeda bukan dengan di jaman Orba yang diwakili oleh tiga parpol itu
> > dimana wakil rakyat tidak dikenal oleh rakyat dari daerah yang
> > diwakilinya.
> >
> > Nah, apakah Bung Hasan juga mengetahui bahwa hal itu juga terjadi pada
> > parpol yang lain?
> >
> > Sekali lagi, itu bagus Bung! Itulah embrio demokrasi dimana kedaulatan
> > ada ditangan rakyat. Sayang informasi Bung Hasan hanya mengenai PDIP.
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> >
> >     Beberapa kader PDIP kodya Tanggerang dan Bekasi menggelar demo
> > mendatangi Kantor PDIP. Mereka menanyakan beberapa nama yang tidak
> > mereka kenal pada daftar Caleg . SCTV mengabarkan bahwa tidak ada
> > pengurus PDIP yang memberikan tanggapan.
> >
> >     Alhamdulillah. Wong cilik sudah tidak mudah menerima pembodohan
> > dengan begitu saja. Mudah2an sikap PDIP bakal berlainan dengan sikap
> > orde-baru yang secara cekatan menuduh yang begitu itu dengan
> > "rekayasa", "orang2 yang tidak senang pada kemajuan kami", dsb. , dsb.
> >
> >      Warning bagi yang gampang2 mengumbar image mewakili wong-cilik .
> > Bakal ditagih !
> >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> >
> >
> >
> >
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!






______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke