> Andaikan Bung Karno bukan Proklamator RI-- melainkan seorang penjual
> martabak
> di pertigaan Depok-- apakah Megawati dielu-elukan rakyat?
> ====================================================
>
> Tanggapan:
>
> Seandainya Megawati bukan ketua umum PDIP yang selalu diganjal oleh
> pemerintahan Orba -- melainkan hanya seorang putri Proklamator RI
> seperti Sukma dan Rahma -- apakah Megawati dielu-elukan rakyat?
>
> Pertanyaan tambahan, apakah tanggapan masyarakat terhadap Sukmawati
> putri Soekarno Proklamator itu yang jelas-jelas membawa bendera orang
> tuanya dan masa marhaennya sama besarnya dengan tanggapan masyarakat
> terhadap Megawati dengan masa PDIP nya?

Masalahnya putra-putri yang lain tidak berkesempatan jadi ketua PDI (partai
lama) dan tidak mengalami digusur paksa oleh pemerintah orba via Suryadi.
Justru dengan inilah Mega diuntungkan hal ini tidak dialami oleh Guntur,
Sukma, dan yang lainnya. Jangan lupa, istilah promeg tidak muncul setelah
jaman reformasi melainkan sebagai dukungan thd Mega dlm kasus Mega vs orba
pada waktu itu.


Riev


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke