Resiko seorang pemimpin (atau calon pemimpin) adalah selalu siap disorot
masyarakat.
Selalu siap untuk dibuka borok-boroknya.
Selalu siap untuk dihajar di forum manapun.
Dan dia juga harus selalu siap menghadapinya.

Kalau dia lulus. Itu berarti dia benar-benar pantas memimpin, apalagi
memimpin negeri dengan 200 juta penduduk ! Kalau nggak tahan dikritik, jangan
mencoba jadi pemimpin. Jadilah Ibu rumah tangga saja.

Jopie J Bambang wrote:

> |From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> |Andaikan Bung Karno bukan Proklamator RI-- melainkan seorang penjual
> |martabak
> |di pertigaan Depok-- apakah Megawati dielu-elukan rakyat?
> |====================================================
> |
> |Tanggapan:
> |
> |Seandainya Megawati bukan ketua umum PDIP yang selalu diganjal oleh
> |pemerintahan Orba -- melainkan hanya seorang putri Proklamator RI
> |seperti Sukma dan Rahma -- apakah Megawati dielu-elukan rakyat?
>
> Komentar:
> Yup, penjelasan anda mengena sekali...
> Kenapa sih Megawati selalu disorot?
> Sekedar info, Megawati bukanlah anak tunggal....
>
> Anda menulis:
> |Anda benar Bung dengan tulisan "Kini kaum intelektual (ha-ha-ha)
> |tengah membangun mitos dan kultus itu pada Megawati" sehingga tidak
> |bisa berpikir jernih he... he...he....
>
> Komentar:
> Sebaiknya anda lebih memperjelas siapakah tokoh-tokoh 'kaum intelektual'
> yang maksudkan dan apakah contoh-contoh nyata dari per-mitos-an dan
> peng-kultus-an pada Megawati dan bukannya sekedar melempar tuduhan...
>
> Usaha-usaha menyamakan antara PDI Perjuangan = Soekarnoisme tidak berbeda
> dengan cara-cara Golkar dengan Orbanya untuk mencapai ambisinya seperti
> tuduhan terhadap PRD sebagai dalang kerusuhan & cap PKI disana-sini.
>
> Jopie
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!


Kirim email ke