----------
> From: eb$ <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Caleg PDI-P lagi
> Date: Wednesday, June 02, 1999 9:10 AM
> 
> Ah ... kalau nggak lengkap kok nggak sreg. Ini bukan sektarian, hanya
untuk
> mengingatkan saudara saya sesama muslim yang mabuk pdi-p:-) Yang nggak
suka
> silakan dibusek saja ...
> 
> eb$
> -------------------------------------------------
>  
> Mayoritas Caleg PDI Perjuangan
> 
> JAKARTA -- Kabar yang selama ini menyebutkan calon legislatif PDI
> Perjuangan dari daerah pemilihan DKI Jakarta mayoritas non-Muslim
ternyata
> benar. Data dari Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) memperlihatkan bahwa
> jumlah caleg Muslim sebanyak 13 orang sementara non-Muslim 20 orang.
> 
> Pada urutan 'sepuluh besar', caleg dari kalangan Muslim hanya empat orang
> dengan susunan nomor urut 1 (Roy B Janis), 5 (Syaifullah), 6 (Julius
> Usman), dan 8 (KH Achmad Aries Munandar). Sedangkan enam lainnya adalah
> Kwik Kian Gie (nomor urut 2), Sabam Sirait (3), Aberson Marle Sihaloho
(4),
> Hobbes Sinaga (7), Jongguk Robert Tambunan (9), dan Rajin Sihombing (10).
> 
> Jumlah keseluruhan caleg PDI-P adalah 33 orang. Daerah pemilihan DKI
> sendiri menyediakan 18 kursi di DPR yang akan diperebutkan oleh 48
parpol.
> 
> Menanggapi banyaknya caleg non-Muslim dari PDI Perjuangan, wakil Sekjen
> partai berlambang banteng dengan mulut putih ini, Haryanto Taslam,
> menyatakan hal itu tidak berarti meminggirkan caleg Muslim. ''Pasalnya
> kalau mau melihat lebih detail lagi, mayoritas caleg masih dipegang orang
> Muslim.''
> 
> Bagaimanapun, tegas Haryanto, PDI-P tidak bisa lepas dari kondisi sosio
> kultural masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim. ''Barangkali, yang
> diributkan orang di luar PDI Perjuangan adalah terlalu besarnya porsi
yang
> diberikan ke caleg non-Muslim. Ini memang tidak bisa dipungkiri.''
> 
> Menurut Haryanto, besarnya porsi caleg non-Muslim bisa saja terjadi
karena
> proses rekrutmen ataupun penyaringan dan penjaringan caleg menggunakan
> pendekatan kapabilitas dan akseptabilitas individu.
> 
> ''Mungkin hal ini yang membuat porsi non-Muslim besar, ditambah dengan
> sistem bottom up yang juga dipakai bersamaan. Pengajuan caleg PDI
> Perjuangan kan berdasarkan usulan dari bawah,'' kata Haryanto.
> 
> Menurut Haryanto, semuanya berproses sedemikian rupa ditambah dengan
> karakter PDI Perjuangan yang memang terbuka. ''PDI Perjuangan tidak
pernah
> mempermasalahkan asal-usul, agama, dan suku seseorang. Kita semua
> beranggapan bahwa partai menjadi alat perjuangan setiap warga,'' ujarnya.
> 
> Peran DPP PDI-P dalam penyusunan caleg tersebut, kata Haryanto, sudah
tentu
> ada yakni memberi sentuhan akhir pada saat penyusunan caleg dengan
> memasukkan visi partai dalam susunan caleg tersebut.
> 
> Menjawab pertanyaan apakah besarnya porsi caleg non-Muslim mencerminkan
> peta kekuatan di tubuh partai bernomor 11, dengan tegas Haryanto menjawab
> bahwa hal itu tidak dapat dijadikan pegangan. ''Porsi itu tidak dapat
> digunakan untuk menilai apa yang terjadi di tubuh PDI Perjuangan sekarang
> ini,'' kata Haryanto.
> 
> Menurutnya, untuk melihat gambaran seperti itu harus dilihat terlebih
> dahulu komposisi kepemimpinan PDI Perjuangan. ''Gambaran seperti itu
harus
> dilihat dari sisi kepengurusannya, bukan dari komposisi caleg yang
> diusulkan,'' tegasnya.
> 
> Secara nasional, caleg PDI-P terdiri atas 575 orang. Dari jumlah itu,
caleg
> Muslim 331 orang sedangkan non-Muslimnya 244 orang.
> 
> Pada kesempatan terpisah, Sekjen PPP, Alimarwan Hanan, mengatakan seruan
> untuk tidak memilih caleg non-Muslim dari parpol peserta pemilu merupakan
> hal biasa. ''Kami mempunyai hak untuk menganjurkan kaum Muslimin,''
katanya.
> 
> Menurut Alimarwan, rakyat Indonesia sebagian besar adalah kaum Muslimin.
> Dan lagi, lanjutnya, agama telah mengajarkan hal yang sama yaitu bahwa
> nasib suatu kaum tidak akan berubah kecuali diubah oleh kaum itu sendiri.
> ''Jadi ini tidak sektarian,'' tandasnya.
> 
> Lebih lanjut, Almarwan menjelaskan, alangkah lebih baik jika kaum
Muslimin
> memilih caleg Muslim. Pilihan ini akan memungkinan terjadinya komunikasi
> politik secara baik, karena adanya faktor kedekatan.
> 
> Seperti diketahui, seruan tersebut pertama kali dikemukakan oleh Ketua
Umum
> PPP Hamzah Haz. Dalam kesempatan kampanye putaran kedua di Jakarta pekan
> lalu, di depan ribuan massa, Hamzah menyerukan agar umat Islam tidak
> memilih caleg non-Muslim pada pemilu mendatang.
> 
> Menyusul seruan tersebut, Sekjen Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII),
> Hussein Umar, menyatakan sangat terkejut membaca daftar calon tetap
anggota
> legislatif DPR RI dari PDI Perjuangan yang didominasi oleh oleh mayoritas
> non-Muslim -- terutama pada urutan [kemungkinan] nomor jadi untuk DPR RI
> (Republika, 29/5).
> 
> ''Menjadi tanda tanya besar apa yang menjadi pertimbangan pimpinan PDI-P
> dalam menyusun daftar caleg seperti itu? Sangat tidak masuk akal, tidak
> aspiratif, dan tidak proposrsional,'' kata Hussein. ''Bukankah massa yang
> menyemarakkan kampanye PDI-P mayoritas Muslim? Bagaimanan bisa terjadi
> susunan caleg seperti itu?'' tambahnya. 
> 
> 

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke