>
>Ngeri saya membaca tulisan ini !

Nggak usah ngeri. Baca tulisan Sam yang mau jadi oposisi
abadi, tatkala Mega jadi presiden, juga mengerikan, kok.

>
>Tulisannya ada kata-kata : Dibilas dan dilibas, cacing-cacing sekarat,
>dan seterusnya. Juga sebutan tengil segala macam ?

Dibilas, seperti air yang mencuci sesuatu yang kotor.
Dilibas (aku bilang bukan, toh ?).
siapa tahu mereka mengira aku salah nulis. Dibilas, dikira
dilibas. Aku kan bukan Feisal Tanjung ?

Cacing, maksudku, agak lebih besar dibanding gurem.
Sekarat, ya, mereka sama sekali tak ada harapan sama sekali.
Setidaknya, menurut ukuran mereka sendiri, yang benar-benar
ingin agar masih berarti sebelum mati. Itu kan namanya sekarat?

Tengil, karena nakal. Tetapi sebutan itu sudah aku ubah menjadi
Tengik, yang artinya benar-benar sudah basi, dan busuk.
mencalonkan Gus Dur, namun masih diikuti dengan berbagai excuse
manakala menyangkut Hab, coba, apa itu namanya ?

>
>Kalau orang yang mengaku pendukung reformasi dan pembela demokrasi
>ngomongnya begini, apa bedanya dia dengan Golkar di masa lalu ? Atau
>lebih tepat lagi : ini omongan gaya tentara.

Mungkin terpengaruh oleh almarhum ayahku, yang tentara.
Mungkin soal gaya mirip Golkar. Tetapi tidak dalam sikap politik
dan cita-cita mengenai Indonesia Baru.

>
>Kalau anda tanya, masihkan percaya pada Poros Tengah ?
>Saya akan acungkan jari : Saya masih percaya 100 % pada poros tengah.

Bagus, lah. Setidaknya Poros Tengah tidak sendiri. Baik dalam jumlah penipu, 
atau yang ketipu.

>
>S a m
>
>-------
>


Triman.


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke