Waaahhhh ! Lupa aku kalau disini ada Ketua Partogi
Plus pendukung berat PDIP
Jadilah aku mesti dengan rela hati didamprat sama Gigih,
Makasih ya Gih atas dampratannya,
Nyaman juga rasanya,
Omong-omong taruhan kita bersama masih teruskan ?
Aku masih pegang pilihan bahwa Mega nggak bakalan jadi Presiden,
Taruhannya makan Indomie ?
Setuju. Itu makanan rakyat kesukaanku.
Ditambah ubi goreng campur sambel terasi lebih enak,
S a m (senyumnya memang manis)
GIGIH NUSANTARA wrote:
>
> > Inilah kebanggaan sesat anak tentara !
>
> Hanya karena mencurigai poros tengik lalu dibilang kesesatan anak
> tentara ? Wah, tahu gitu aku nulis soal yang baik-baik aja soal poros
> tengik ini. Apa susahnya menulis yang macam-macam di milis ini. Seperti
> menulis mau jadi oposisi, yang belum ada prosedurnya babar blas di
> negeri ini. Atau soal opsisi ini kita usulkan bareng-bareng sebagai
> amandemen UUD 45 ? Supaya kelihatan reformis ? Apa susahnya...
>
> >
> > Omong-omong, saya ini juga anak tentara lho Bung
> > Triman. Tetapi
> > untungnya ndak pernah sesat seperti Triman yang
> > bangga dengan
> > kesesatannya !
>
> Bangga terhadap orang tua yang tentara, tidak sertamerta bangga
> terhadap tentara yang main senjata dan jadi beking penjudi, Bung Sam.
>
> Ayahku justru membebaskanku untuk memilih garis politik yang aku anut,
> justru sejak aku SMP. dan beliaulah yang selalu menegur aku, kalau aku
> mengangkat kakiku di teras, karena sangat tidak sopan kepada tetangga
> yang lewat di gang rumahku. Ayahku pulalah yang melarang aku mencoba
> jip-nya, untuk nampang seperti anak tentara lain. Aku baru diijinkan
> bawa mobil, ketika aku lulus SLA, dan setelah dapat SIM yang aku lalui
> dengan belajar di sekolah mengemudi. Kenapa aku tidak bangga terhadap
> ayahku, kalau begitu ?
>
> Urusan situlah kalau mau gak bangga sama orangtua. Aku bangga. Maaf,
> ya, jangan sama-samakan hal-hal yang sifatnya subyektif seperti ini.
>
> >
> > Yang dengan bangga menyatakan, saya bangga telah
> > ditipu dengan baik
>
> Bukan bangga. Kasihan saja. dan itu pun terserah situ.
>
> > Dan yang bangga menyatakan bahwa oposisi terlarang
> > di negeri ini.
>
> Bukan soal oposisinya, tetapi soal 'kalau mega', yang seolah-olah tak
> memberikan kesempatan bagi sebuah kemungkinan berbuat baik bagi orang
> lain. Padahal, bisa saja semuanya berubah 180 derajad. Lha kalau sudah
> terlanjur sumpah 'pokoknya' seperti itu ?
>
> Itu namanya naif, dan tertutupnya mata hati.
>
> > Dan yang bangga menyatakan bahwa dirinya meniru
> > Golkar.
>
> Cobalah, apa curiga terhadap poros-tengik ini salah? Lalu apakah curiga
> terhadap PDI Perjuangan itu betul?
> Yang fair, dong. Mau menang sendiri? Ajak-ajak, lah..
> Kayak preman aja (aku pinjem tuduhanmu)
>
> > Dan yang kebanggaannya adalah absurd !
>
> Absurd ?
> Boleh ditunjukkan ?
> Anda seniman, ya ? Yang suka bikin-bikin kalimat dengan arti yang repot
> begini ?
>
> >
> > Itu saja komentar saya (sambil senyum)
>
> pasti manis sekali...
>
> >
> > (omong-omong, teruskan saja pendapat anda itu. Tiada
> > maksud bagi saya
> > mengubah pendapat saya tentang anda, dan tiada
> > maksud bagi saya tulisan
> > anda berubah nantinya).
>
> Kalau banyak yang marahin begini, ya kapan-kapan aku ubah, deh. Cuma,
> kalau aku berubah jadi pemuji poros-tengik bisa diketawain sama
> teman-teman di arek, nih.
>
> Diketawainnya itu karena mencla-mencle.
>
> >
>
> Kita tunggu saja sampai SU MPR mendatang. Kita taruhan indomi.
>
> Gih, mau ikut taruhan ?
> _____________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!