Hak Masyarakat Pemerhati Berita
---------------------------------------------

Pesan Bung Drajad adalah perbedaan berita dari sumber yang berbeda terhadap
sebuah fakta. Gejala semacam ini kini semakin marak. Sebagai contoh, sebuah
harian di Jakarta mengangkat Lippo Gate dan kemudian SCTV Liputan 6
memberitakan liputan langsung AR sebagai sumber berita pertama yang
diwawancarai oleh harian tersebut. Juga, Bung Sam memberitahu mengenai salah
satu sumber berita Lippo Gate di Tabloid Oposisi dan web site-nya, namun
pada Bernas pagi ini saya membaca bantahan Agum Gumelar yang mengatakan:
"kalau mau buat isu mengenai saya nyekolah sedikitlah agar pantas"

Berita-berita yang bersifat pros & cons semacam itu memang membantu pembaca
untuk berpikir dan semakin cerdas. Meskipun kemampuan dan selera pemerhati
berita memang berbeda, namun mereka memiliki hak untuk memperoleh berita
yang benar, artinya dilandasi oleh fakta, baik dari sumber yang pros maupun
cons. Apapun keputusan dan persepsi individu pemerhati berita mengenai
sebuah fakta berita adalah haknya.  Jadi, pemerhati berita berhak untuk
menilai apakah sebuah sumber berita layak dan pantas dipercaya.


----- Original Message -----
From: drajad <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 02 September 1999 05:49
Subject: [Kuli Tinta] MANA SIH YANG BENAR..?


salam,

kemarin aku baca mail di sini bahwa 11 tukang becak tidak ditemui
oleh mega, karena mega ketakutan kalau terjadi wawancara,
mengingat para hulubalangnya menyampaikan kecurigaan bahwa
tukang becak itu disusupi pendekar pena....
tapi kok berita jawapos hari ini....?
ah jangan-jangan jawapos-nya yang nakal. bikin foto mega sama anak-
anak SD yang kebetulan serupa seragamnya dengan kostum
kesebelasan pengayuh becak soeraya itu ya?

------
drajad
------





______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke