Ndak.. (eh ini niru-niru saja) Tidak..., saya tidak masukkan ke hati.
Ngapain juga begitu.
Birokrasi? Wajar! Bukan karena "siapalah saya dan siapakah dia" semua orang
butuh semacam birokrasi, supaya ada keteraturan. Seperti saya bilang, untuk
bertemu dosen juga perlu birokrasi. Paling tidak kita harus menelpon
sekretarisnya dulu, kapan kira-kira dosen itu ada waktu. Bahkan, saya rasa,
mau bertemu anda pun perlu waktu dan birokrasi. Kalau kita janjian di e-mail
ini untuk bertemu, pasti akan anda cek dulu ke schedule anda, atau mungkin
ke staff atau sekretaris anda (kalau orang kantoran). Kalau mahasiswi cantik
yang saya ajar asistensi mau bertemu, juga ada birokrasi; paling tidak
terhadap pacar saya! Ha..ha.ha..ha.. Biasa-biasa saja...
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub
-----Original Message-----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: Millis Kuli-Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 03 September 1999 17:34
Subject: Re: [Kuli Tinta] MANA SIH YANG BENAR..?
>-From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Pak Abdullah, kalau anda coba untuk obyektif, pasti tidak perlu sinis.
>Biasa-biasa saja kalau bertemu seseorang perlu waktu. ... Waktu kami
>mahasiswa UI mau bertemu Amien Rais, juga perlu waktu... Beliau sibuk!!
>Apakah itu salah? Tidak! .....................Kami memahami, Pak Amien Rais
>itu memang sibuk......... Karena kami harus menunggu Pak Amien dan Gus Dur,
>lantas kami katakan "Sri Baginda Paduka yang Mulia Amien Rais atau Gus
Dur"?
>Tidak lah..., biasa-biasa saja........"
>
>
>Sdr. Manurung,
>Harap jangan terlalu dimasukkan hati. Lagi pula saya juga sudah bilang,
>alasan sibuk itu adalah alasan yang sangat masuk akal. Pula saya juga telah
>mengingatkan agar kita semua juga tahu diri, siapa kita siapa para elit
>politik tersebut.
>
>Dinegeri yang sudah lebih terbuka dan sehat demokrasinya , keterlambatan
>walaupun sebentar seperti Mega kemarin itu memang bisa dibuat becandaan
>seperti itu. Kadang2 secara politis bisa merugikan. Pada masa seperti ini ,
>yang memang masa saling smash, para tokoh politik harus super hati-hati.
>Rupanya hal itu sudah disadari PDIP dengan publikasi kemarin.
>
>Birokrasi memang sering membelit Mega. Maksudnya melindungi, hasilnya
>kadang-kadang bisa membuat tersipu-sipu banyak orang yang menggantungkan
>harapan cuma pada Mega.
>
>Wassalam.
>Abdullah Hasan.
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!