cak yap,
mengapa sih akhir-2 ini
posting anda selalu rangkap?

salam.
(gimana kelanjutan gnpp?)

mBahSoeL
----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, November 13, 1999 2:57 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Gus Dur : Gorbachev atau Kohl?


> Ya, pandangan sempit saya mengatakan bahwa referendum dengan salah satu
opsi
> merdeka adalah bagian dari hak self determination, mestinya hanya untuk
> kawasan yang belum jelas statusnya. Kepulauan Spratley mungkin kawasan
yang
> tepat untuk referendum macam itu. Sayang penduduknya tadinya hampir nggak
> ada, sehingga negara-negara yang berkepentingan, Cina, Vietnam,
Philipines,
> Malaysia dsb rame rame mengirim migrant kesana.
>
> Dalam cara pandang seperti itu, referendum di Timtim masih mendapat lahan
> pembenaran, yaitu dalam rangka self determination, walaupun bagi sebagian
> bangsa Indonesia tadinya integrasi Timtim dianggap sudah final dengan
adanya
> Tap MPR, sehingga membuahkan penolakan pertanggung jawaban Habibie.
>
> Akan halnya Aceh, kasusnya sangat berbeda, tidak ada masalah self
> determination disana, karena dari awalnya kawasan ini merupakan bagian
> integral Indonesia. Karena itu nggak layak menggunakan referendum Timtim
> sebagai referensi.
>
> Itulah mengapa saya masih mencari tahu mengapa pembenaran perlunya
> referendum Aceh ini menggunakan referensi Timtim. Saya ingin melihat
apakah
> pembenaran ini tidak akan menjadikan Indonesia 'berantakan' seperti Uni
> Sovyet dan Balkan?
>
> Atau memang ada pembenaran mengapa referendum dengan opsi merdeka perlu
> dilaksanakan di Aceh?
>
> Eskalasi suhu politik di Aceh harus dicermati sama intensifnya dengan
> beberapa kawasan lain Indonesia, seperti halnya Riau, Makassar dan Irian
> untuk saat ini. Dan bukan tidak mungkin kawasan lain akan mengamati dengan
> seksama model solusi yang akan diterapkan di Aceh.
> Bukankah kalau 'sekedar' Brunei, bisa menjadi negara kaya raya, akan
memicu
> pula pemikiran saudara kita dikawasan Kalimantan lainnya?
>
> Model solusi itulah yang sekarang sangat ditunggu, tidak cukup sekedar
> parade pernyataan dalam waktu yang semakin menyempit ini.
>
> Yap
>
>
> >From: $Bji(B <[EMAIL PROTECTED]>
> >Date: Fri, 12 Nov 1999 03:42:54 +0700
> >
> >del
>
> >Saya melihat bahwa  tawaran referendum dari presiden HBB yang
> >tidak meminta persetujuan MPR itu merupakan bagian dari strategi
> >untuk menghantar HBB ke RI 1 disamping strategi Irama Suka
> >Nusantara dan Strategi Jakarta (dukungan kelompok tertentu yang
> >merepresentasi adanya eksistensi pendukung HBB). Sayang sekali,
> >kalkulasi itu salah. Seandainya saja, harga yang harus dibayar
> >oleh bangsa ini dengan kemunculan masalah baru itu diperhitungkan
> >dalam what if analysis mereka  maka saya percaya expected cost
> >dari penawaran opsi itu pasti sangat besar sehingga mestinya opsi
> >itu tidak akan ditawarkan pada saat itu bila kepentingan bangsa
> >dan negara diperhitungkan.
> >
> >
> >$Bji(B
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke