From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
> om mbin.. om mbin,
> pak james itu kan bukan poros tengah kan?
> bukan yang wajib berjihad kan?
> bukan yang merasa di-represi- kan?
> bukan (apalagi ya?)....
> sebenernya aku lagi nunggu nih komentar dari
> analis poros-tengah terkenal yaitu bung Arbi Sanit..
> kok jarang nulis sekarang ya?
> --------------------
wak arbi itu, pan dulunya pendukung pan (katanya, sich !)
tetapi apakah akhirnya agak kuciwa juga dengan demokrasi model pan sekarang
ini,
barangkali mirip gm dkk... juga yang akhirnya bikin panu ?
terus terang ogut kagak ngerti sak benernya...
kalau nggak salah, tulisan wak arbi dulu demikian ditunggu,
karena keberaniannya melawan arus utama....
namun sekarang ini nggak ada arus yang sedemikian besar,
sehingga greget tulisannya ya ngintir saja....
karenanya mungkin doi males....:-)
siapa tahu ?
soal dananjaya (doi kan jarang bicara pulitik, ya ?)
atau karena jabatannya di fisip ui ?
dan kelihatannya pendukung yang bukan poros tengah ?
From: Marto Blantik <[EMAIL PROTECTED]>
> Si Amien setelah kena gertak sama GD ternyata mengkeret juga. Sekarang
> sedang bersih-bersih nama demikian juga orang-orang Poros Tengah sekarang
> ramai teriak enggak ada maksud menggoyang lah, yang mbisiki GD lulusan SD
> lah. Jangan-jangan si Amien ini berambisi jadi Ken Arok jilid III, sayang
keris
> Empu Gandringnya kurang aji-aji.
soal pembisik ini jadi rame, memang..
setelah beberapa lingkungan terdekat gus dur mulai menguasai istana,
dan amien cs, geram en mangkel karenanya aksesnya ke istana terblokir...
meskipun kebakaran jambulnya,
amien memang tidak berani head to head lawan gus dur,
juga semua pendukungnya di poros tengah, duuullluuuuu,
jadinya ya orang di sekelilingnya lah yang disalahken,,,
soal lulusan sd, mungkin dia mau balas gus dur
soal anggota dpr yang masih tk.....
jadi tetep tinggian orang istana, dong.......
(masih kalah awu juga si amien ini)
From: hestu ciptohandoyo <[EMAIL PROTECTED]>
> terlepas dari pendapat dari Pak James Dananjaya tersebut, saya justru
melihat bahwa sebagai mantan pengamat sekaligus akademisi, maka Pak Amin
Rais sebenarnya berada di posisi silang. Di satu sisi banyak argumentasinya
yang bernuansa akademis (jernis, jujur dan hipotesis) namun disi lain
pendapat beliau justru memberikan indikasi adanya kepentingan politik
tertentu.
--
atau karena saking ilmuwannya yang jujur dan hipotesis dan jernis itu,
dia rajin membuat hipotesa dengan segala skenarionya,
ia tidak bisa menyembunyikan kepentingan politiknya (jujur, je !!)
dan meskipun dia main obok-obokan, airnya tetep jernis...
tetapi ikannya juga tidak bakalan ketangkep.....
> Dalam posisi yang terakhir inilah (sebagai politisi), pak Amin memang
piawai memainkan buah catur perpolitikan Indonesia, Misalnya dengan fenomena
poros tengah yang naga-naganya akan dijadikan satu partai yang bernafaskan
Islam.
jangan-jangan mas amien ini sak-jannya kuciwa berat,
tetapi mencoba menutupinya dengan main petak umpet,
bukan main catur, karena papan caturnya sudah diumpetin sama pembisiknya
gusdur..
maka dia bikin lahan baru untuk mempersiapkan ambisinya,
main di depkeu, dan bumn binaanya.....
dan sayangnya gusdur en mega diem-diem saja...
dan ini jelas dagang sapi lagi....
kang marto blantik sudah bisa sibuk lagi, kang ?
sampeyan blantik apa wae, sih ?
> Sehubungan dengan hal ini, maka jikalau ada keinginan untuk "masuk
kembali" sebagai orang No. 1 Indonesia - karena kesehatan Gus Dur dianggap
masih kurang memadai - maka tentunya cara-cara yang akan dipergunakan oleh
Pak Amin adalah melalui kekuatan poros tengah ini. Karena bagaimanapun juga
elit poros tengah sudah mampu dipengaruhi melalui sharing kekuasaan yang
terjadi pasca SU.
dari dulu pun sebenarnya ia berharap ke situ,
tetapi dasar gusdur yang ngeyelehe juga,
dan ternyata kesehatannya kelihatan semakin prima,
kojur sendiri si mas ini...
> Kasus Maluku dan Ambon yang bernuansakan SARA memang sarana potensial
untuk menggulirkan kembali kepentingan yang dimaksud. Akan tetapi dalam
hubungannya dengan kedua kasus tersebut. sangatlah riskan jika Pak Amin
ingin kembali memberikan argumentasi demi popularitasnya sendiri. Kita masih
mengingat bhwa federalisme yang akhir-akhir ini marak, awal mulanya
merupakan issue politik yang dipergunakan sebagai komuditas Pak Amin untuk
menarik massa yang lebih besar lagi lewat PAN.
akan sangat memalukan kalau dia menggunakan kasus maluku untuk pijakannya,
apalagi sekalian menyebarkan gagarsan federalismenya.
sungguh, ide federalisme belum akan laku....
kecuali memang ada ide menghancurkan indonesia dulu...
dan jika amien demikian..... apa yang bisa dikatakan tentangnya !!!
> Jadi kalau kasus ambon dan maluku kembali digulirkan, maka secara moral
sungguh sangat riskan tanggung jawab Pak Amin terhadap masa depan bangsa
ini.
amien... semoga dia tetep amien....
> Saya tetap yakin bahwa Pak Amin (sebagai anak bangsa)tidak akan
mengorbankan bangsa ini. Beliau - dalam kapasitasnya sebagai mantan
akdemis - akan berhitung untuk ruginya jika bangsa ini porak poranda.
amien... semoga anda tetep amien...
> Ini sekedar pendapat dari orang biasa lho
wo, pantesin, anda ikut partainya si daan kribo itu, toh
saya denger martin ikut juga..... :-)
salaman,
mBin
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!