Jadi Anda percaya bahwa ada satu interpretasi yg benar di antara banyak
interpretasi?
Apakah ini berarti ketika kita melihat gambar yg bisa dilihat sbg nenek2
atau gadis cantik, maka salah satu cara pandang itu lebih benar dari yg
lain?

Manusia, peristiwa, jauh lebih kompleks dari sekedar gambar. 

Interpretasi berdasarkan logika? Setiap interpretasi pasti ada logikanya,
tapi itu tetap tidak mengurangi aspek relativitas interpretasi itu.

Soal "To be great is to be misunderstood", saya sedang me-refer ke tokoh2
besar spt Amien Rais, atau Gus Dur, atau Mega, yg sering disalahartikan dan
dgn demikian dihujat (ini juga menjawab klarifikasi soal 'pribadi2
tertentu'). 

Anda masih yakin dgn interpretasi (Anda inkonsisten waktu bilang 'tidak ada
interpretasi') bahwa kutipan di atas 'out of context'?


-----Original Message-----
From: Marto Blantik [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, January 19, 2000 3:15 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] amien lagi



----- Original Message -----
From: "Ferli Iskandar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, January 19, 2000 1:57 PM
Subject: RE: [Kuli Tinta] amien lagi


> Mas Marto (IF this is your real name),
>
> Good point. Anda sangat berhak untuk
berinterpretasi. Saya juga tidak
> melarang Anda berinterpretasi sebebas apa pun.
Jadi: saya, Anda, James,
> Goenawan, para wartawan, adalah para penyampai
interpretasi.

Yang menjadi masalah khan interpretasi itu benar
atau tidak khan ? Sebenarnya semua orang dinilai
(kalau boleh aku sebut diinterpretasikan) oleh
orang lain berdasarkan tingkahnya atau omongannya.
Apalagi kalau orang itu pemimpin bangsa. Mega
jarang ngomong, bisa diinterpretasikan bisu,
enggak tau apa-apa. GD kluyuran keluar negeri bisa
diinterpretasikan enggak punya sense of crisis.

>
> Ini perlu ditekankan kembali, karena dlm
interpretasi saya ;), aura milis
> ini sudah penuh dgn keyakinan2 tertentu atas
pribadi2 tertentu (silakan
> interpretasikan sendiri maksud 'tertentu' di
situ), sepertinya ruang dan
> semangat self-skepticism atau reality-check itu
sudah begitu kecil.

Kelihatannya anda punya interpretasi yang lain
mengenai pribadi" tertentu itu. Beberkan disini
dong, biar kita ,minimal aku, tahu bahwa
interpretasiku salah. Jangan nggrundel saja dan
dipendam di ati.

Kadang2,
> kita begitu yakin bahwa interpretasi kita
berdasar, tanpa sadar bahwa dasar
> itu sendiri adalah sebentuk interpretasi lagi.

Kalau interpretasinya logis dan masuk akal apa
salahnya kalau itu dijadikan dasar.

>
> Btw, kata Ralph Waldo Emerson (kalo nggak
salah): 'To be great is to be
> misunderstood.' Interpretasikanlah sendiri
maksud kalimat itu dlm konteks
> kita ;).

Tidak ada interpretasi lha out of context gitu.



-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke