salam sejahtera Bung Ferli,
terimakasih atas penilaian posting saya pagi tadi dengan judul yang
ternyata menghasilkan interpretasi yang berlawanan dengan maksud
awal pemilihan judul.
saya memilih judul begitu karena terbawa oleh isi berita yang memang
berkonotasi demikian:
[Peristiwa pembakaran tersebut terjadi ketika ribuan orang usai
"tabligh akbar" di lapangan umum Mataram yang dihadiri oleh sejumlah
pimpinan pondok pesantren terkenal di Lombok. Tabligh akbar tersebut
dimaksudkan sebagai solidaritas umat muslim NTB untuk saudara-saudara
Islam di Maluku.]
Bukankah komplikasi psikologis yang Bung Ferli ungkapkan itu telah
menggerakkan muslimin Mataram mengadakan Tabligh Akbar?
Jadi, mohon maaf dengan cara berpikir primitif dan bodhon saya.
Yang sangat saya sayangkan sebenarnya, bahwa pemberitaannya pun
demikian caranya sehingga orang akan gampang sekali berassosiasi,
bahwa
dalam acara TABLIGH AKBAR itu terjadi sesuatu "penyampaian" yang
mengakibatkan massa membakar rumah ibadah. Makanya saya mencoba
melemparkannya ke milist tempat ngeposnya KULI-TINTA. makanya di pawah
posting, saya harapkan pembacanya membuka pula berita termaksud.
dengan sedikit harapan, saya bisa menangkap "apakah ada peran
kuli-tinta
dalam memperluas dan memperparah keadaan?" (maaf untuk rekan wartawan)
Bung Ferli,
sama sekali saya tidak bermaksud menyerang metode dakwah apalagi
menyerang agama islam, wong saya sendiri mengaku beragama islam!
justru saya merasa galau, sedih dan kebingungan dengan pemimpin-2
agama yang saya anut akhir-akhir ini, yang dengan mudah mengerahkan
massa dengan berkuduh agama. banyak pemimpin itu membuat agama
sebagai komoditas politik yang kentara sekali arah tujuan mereka.
Hanya sedikit pemimpin yang akhir-akhir ini memikirkan AGAMANYA
bukan sebatas ummatnya saja. Artinya memikirkan masa depan agama
yang mereka bawa-bawa itu. Salah satu contohnya ada di bagian
bawah berita itu, yaitu Cak Nur dengan pernyataan:
[Sementara Cendekiawan Prof Dr Nurcholish Madjid mengatakan meluasnya
kerusuhan bernuansa agama, seperti terjadi di Mataram, akan
menghancurkan kredibilitas Indonesia di dunia internasional.
"Implikasi kerusuhan itu akan dapat mengganggu dan menghancurkan apa
yang tengah dibina Presiden Gus Dur yang dengan susah payah
menciptakan kredibilitas internasional," katanya, menanggapi kerusuhan
Mataram di sela "halal bi halal" Komite Independen Pemantau Pemilu
(KIPP) di Jakarta, Senin malam.
Padahal, menurut Cak Nur, lawatan Gus Dur ke beberapa negara dalam
waktu terakhir merupakan upaya untuk membangun kredibilitas Indonesia
di mata dunia internasional agar mendorong investasi ke Indonesia.]
Potongan berita itupun mempengaruhi pemilihan subjeck di atas.
Ditambah dengan
berita hari sebelumnya yang menyitir pernyataan Amien Rais di acara
halal bil
halal UNMUH SURABAYA (kalau tak salah) yang isinya "di sekeliling
presiden banyak
Abu Jahal, Abu Lahab dan Abu Sofyan". Apakah yang begini ini pantas
dikemukakan
di acara saling bermaafan? Apalagi keluar dari salah seorang pemimpin
bangsa.
(kalau saya berfikir bodhon lagi, maka keluar ungkapan, bahwa di dekat
para
Abu itu masih banyak musuh-musuhnya yang berlawanan yang juga dekat
dengan presiden)
Sekali lagi mohon maaf dan terimakasih,
salam,
mBah Soeloyo
----- Original Message -----
From: Ferli Iskandar <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, January 18, 2000 8:38 PM
Subject: RE: [Kuli Tinta] HASIL TABLIGH AKBAR?
Mbah Soeloyo,
Terus terang, insinuasi Anda sangat menyakitkan bagi saya sebagai
seorang
muslim. Dengan menyebut 'Hasil Tabligh Akbar' (meski ini 'hanya'
pertanyaan)
Anda sedang menyerang salah satu metoda dakwah Islam. Lepas dari
kontroversi
benar atau salah (secara faktual) pernyataan tidak langsung itu, yg
Anda
lakukan adalah penghinaan terhadap agama, dan bagaimana pun tindakan
seperti
ini tidak dapat dibenarkan. Saya tidak melihat apa kontribusi dari
pernyataan Anda bagi perbaikan keadaan yg sudah genting antar umat
beragama
ini.
Lebih jauh dari 'sekedar' masalah insinuasi berbau penghinaan, dari
sudut
logika dasar, insinuasi ini adalah contoh kesalahan berpikir 'Bila
sesudahnya, maka karenanya.' Hanya karena kejadian A mendahului
kejadian B,
maka dg gampang Anda menyimpulkan bahwa A adalah penyebab terjadinya
B.
Kesalahan berpikir spt ini biasanya dilakukan anak kecil atau
masyarakat
primitif, misalnya ketika setelah gerhana terjadi gempa bumi, maka
mereka
simpulkan bahwa gerhana itulah penyebab gempa bumi.
Dalam kasus ini, Anda mengabaikan komplikasi psikologi massa yg sudah
menggumpal jauh hari sebelumnya. Dgn berita2 dan tanggapan2 yg
cenderung
meremehkan pembantaian di Maluku, rasa keadilan kaum muslim benar2
memang
sungguh sedang terinjak-injak, sumpek, gampang meledak. Bila situasi
psikologis massa sudah seperti ini, tidak perlu ada tabligh akbar,
kejadian
kecil seperti pertengkaran antar tetangga (berbeda agama) pun
(misalnya)
bisa memicu kerusuhan seperti itu.
Ringkasnya, mestinya lebih adil untuk mengatakan 'Kerusuhan itu
disebabkan
oleh komplikasi psikologi massa berkaitan dengan pembantaian di Maluku
dan
rasa solidaritas antar sesama ummat yang salah sasaran.'
Anda sudah cukup dewasa dan terdidik untuk tidak melakukan
oversimplifikasi.
Mestinya.
Salam,
Ferli
-----Original Message-----
From: mBah Soeloyo [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, January 18, 2000 6:12 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Kuli Tinta] HASIL TABLIGH AKBAR?
membaca berita suaramerdeka (koran kebanggaan lho)
rasanya tak ada lagi penilaian, komentar atau analisis apapun
atas kejadian kerusuhan di MATARAM (pulau lombok) ini.
suatu pulau NTB yang mayoritas penduduknya Islam.
melihat konotasi kejadiannya yang setelah tabligh akbar,
dapatlah anda simpulkan sendiri. massa memakar dan merusak
rumah ibadah suatu agama (tanpa disebutpun sudah tahu,
karena dihubungkan dengan MALUKU UTARA).
bagaimana ini, setelah TABLIGH AKBAR malah MEMBAKAR?
bukalah di:
http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/18/nas13.htm
-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!