Salam sejahtera,
Maaf, nama mBah Soeloyo adalah nama samaran. Yang terambil
begitu saja ketika saya mulai aktif kirim posting "guyonan politik"
di milist lokalan sekitar saya tinggal sekarang
([EMAIL PROTECTED]) dan satu lagi milist dari rekan-rekan
sejawat
saya ([EMAIL PROTECTED] dan [EMAIL PROTECTED] ). karena ingin
mengekspresikan bahwa dalam diri saya ini ada ide-ide yang
suloyo melulu, melihat sesuatu dari sisi lain. Nama saya sebenarnya
Drajad.
Juga rupanya Bung Ferli ini terkacaukan dengan posting Mas Marto
Blantik. Soalnya saya merasa belum pernah nimbrung di posting
"interpretasi" lho. Jadi beda antara mBah Soeloyo dan Marto Blantik.
---------------
(Ngomong2 soal kaum muslim yg tidak rela tokohnya dicerca, mungkin
Anda adalah salah satu perkecualian. "Wong saya sendiri mengaku
beragama Islam". Tapi mengapa perlu ada kata 'mengaku' di situ? Kata
'mengaku' di situ koq terasa mengganggu yah.)
------------------
mBS:
Bung Ferli, mengapa merasa terganggu dengan istilah "mengaku
beragama Islam" saya? Padahal disini saya mau menyatakan dengan
jujur dan "fair" bahwa keagamaan itu "diaku". Diaku secara aktif,
sehingga betul-betul menjadi milik si pengaku-nya melebihi kepemilikan
terhadap yang mengajarinya (misalnya) atau tokoh-tokohnya.
Apalagi, keagamaan saya ini tidak 100% karena keturunan. Ada proses
dan perjalanan sebelum secara sengaja saya MENGAKU-nya. Dengan
begitu tidak ada masalah bagi saya, misalnya ada yang menganggap
saya Islam-KTP, Islam-abangan, Islam-kejawen, atau atribut lain
tentang ke-islaman, wong sudah mengaku kok.
Untuk itu, saya merasa sangat sedih dan prihatin melihat "agama-2"
di Indonesia, yang hanya mampu saya ikuti lewat berita-berita
koran online atau TV mancanegara. Tak jarang TV-TV itu menayangkan
siaran kerusuhan di Maluku dengan langsung menyebut:
PERANG ISLAM-KRISTEN di Indonesia. Apalagi dijajarkan dengan
berita pembajakan Air India ke Afghanistan segala.
Belum lagi bila sedang berdiskusi dengan orang-orang Jepang atau
China, yang sering menyatakan "Orang Indonesia itu aneh. Setiap kali
bersembahyang, tetapi mengapa kok beras bantuan pemerintah kami
tidak segera sampai ke sasaran?" atau "mengapa di Maluku terjadi
kerusuhan berdasarkan agama?"
Terbawa oleh pengalaman-2 begitulah yang menyebabkan gaya-gaya
posting saya yang kelewatan.
BTW, terimakasih banyak atas respon-nya
salam dan rahmat Tuhan,
mBah Soeloyo
-------------
-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!