Betul dan sungguh betul sekali interpretasi anda. Ini sama dengan gejala disintegrasi 
yang berskala masif.

Integrasi bangsa yang sudah terbentuk dan mencapai puncaknya ketika kemerdekaan RI di 
deklarasikan, sebenarnya dilandasi oleh adanya kondisi sosio historis tertentu saja, 
yakni perasaan senasib sepenanggungan sebagai akibat ditindas oleh kekuatan 
kolonialisme. Jadi untuk mengubah nasib yang demikian inilah, maka jalan satu-satunya 
tidak lain adalah mencari musuh bersama yakni kolonialisme dan imperialisme.

Setelah RI Merdeka, mulai Orla sampai Orba maka perasaan senasib sepenangungan ini 
juga dirasakan. Dan oleh sebab itulah pencarian terhadap musuh bersama dilakukan 
kembali.

Ketiak Orba tumbang, musuh bersama "sudah dikalahkan". Kemudian masing-masing kelompok 
mulai mempergunakan isu-isu tertentu untuk saling berebut dan mencari model musuh 
bersama. Dan isu yang paling efektif untuk pencarian musuh bersama ini tidak lain 
adalah sentimen agama. Jadi agama hanya diperalat untuk pencarian musuh bersama dalam 
rangka membangun legitimasi baru. Akibat dari kesemuanya itu, porak-porandalah 
bangunan solidaritas antar komponen bangsa. 
--

On Tue, 25 Jan 2000 19:17:02   eg wrote:
>Dalam perspektif saya, konflik antara Kristen dan Islam itu hanya
>sebuah model. Lihatlah keanehan yang terjadi di Kupang dan Ambon.
>Mereka telah hidup lebih dari dua generasi dan bergotog royong
>dalam kehidupan, bahkan ketka membangun rumah ibadat. Wuuzz...
>seperti tidak ada bekasnya.....
>
>Lihat pula kasus masyarakat Hindu di Bali yang tersungging dengan
>AMS. Apakah kemudian terjadi konflik horizontal antara muslim Bali
>dengan masyarakat Hindu disana? Justru pemuka masayarakat muslim
>disana yang mengecam ucapan Datuk Maringgih sebagai menganggu
>ketenteraman mereka. Jadi, sebenarnya dimana hulu masalahnya?
>
>Perasaaan sepenanggungan atau sebagai teman perlu dimunculkan
>untuk menggalang dan mempersatukan kekuatan masa. Teknik yang
>paling gampang adalah dengan memunculkan musuh yang sama.   Di
>jaman PKI dulu, penggalangan itu dilakukan dengan menciptakan
>musuh yang  sama yaitu kemiskinan. Dijaman penggulingan Soekarno,
>musuh yang sama itu adalah Soekarno sebagai penyebab hancurnya
>perekenomian Indonesia. Di jaman Soeharto, musuh yang sama itu
>adalah Soeharto dan KKN. Kemunculan musuh yang sama itu
>memunculkan perasaan sebagai sesama dan menjelma sebagai sebuah
>kekuatan. Namun, setelah musuh itu berhasil dikalahkan maka
>kekuatan itu akan tercerai berai lagi. Bisa jadi, pengeboman
>Istiqal itu adalah upaya untuk mencipatakan musuh yang sama.
>
>Setelah Soeharto terlengserkan, musuh yang sama telah hilang dan
>para politisi harus memperoleh legitimasi politik yaitu memperoleh
>dukungan masa. Nah, disinilah mulai proses penciptaan musuh yang
>sama itu untuk mengesahkan kehadiran politisi. Tanpa dukungan masa
>maka politisi itu tidak akan bergema. Kita bisa melihat kasus Sri
>Bintang dengan PUDI.
>
>Sebagai pembanding kita bisa melihat GD, Yusril, Amin Rais, Hamzah
>Has, Ahmad Soemargono. Adakah perbedaan diantara mereka dalam
>upaya mereka untuk memperoleh legitimasi politik?
>
>Jadi persoalannya bukan pada agama namun lebih kepada para
>pemimpin politik yang menggunakan isu agama untuk kepentingan
>politiknya. Selama para politisi itu belum memperoleh isu lain
>diluar isu agama yang bisa digunakan untuk menggalang masa dan
>kekuatan maka konflik berbasis agama itu akan selalu muncul, dan
>itu tidak selalu harus dimulai oleh agama tertentu.
>
>Ini interpretasi lho....
>
>eg
>
>
>----- Original Message -----
>From: Phantom Stranger <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 25 January 2000 16:52
>Subject: Re: [Kuli Tinta] YESUS SANG ANAK MANUSIA
>
>
>From: adidjoko <[EMAIL PROTECTED]>
>> kalau berdasar kasih kenapa ya umat kristen dan muslim berantem
>terus di
>> maluku dan ambon, bukankah saling membunuh itu berdosa, kecuali
>mereka yg
>> membela diri dan terpaksa harus mengusir sang pendatang yg
>membuat
>> keributan.
>
>PS :
>lho..yang berdasarkan kasih kan ajarannya..orangnya mah kagak..;p
>
>yang jadi masalah, kenapa kebanyakan yang berantem itu kristen dan
>muslim..
>kalo mereka bisa berantem, berarti memang ada ganjalan di antara
>mereka..sebelum ganjalan itu hilang, rasanya ya bakal gampang di
>suruh
>berantem terus..
>
>tapi itu interpretasi saya lho..
>
>
>
>
>
>-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at 
http://www.eudoramail.com

-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke