Bener too, hanya satu istilah yang namanya "talenta" saja sudah menimbulkan perdebatan
yang seru. Apalagi berbagai istilah. Bagi saya telenta itu ya bakat. Nah kalau bakat,
itu ada yang baik dan ada yang buruk. Bakat membuat kerusuhan itu ada di setiap
manusia, hanya masing-masing manusia itu memupuk bakat buruk ini untuk berkembang atau
tidak. Atau yang dikembangkan itu bakat yangburuk atau bakat yang baik. (ini tafsir
subyektif lho, bisa salah bisa benar)
Dalam konteks tafsir seperti ini, maka perumpamaan talenta yang dikemukakan oleh Yesus
Kristus, adalah Talenta (bakat) yang baik.
Talenta dalam kitab Injil memang dapat ditafsirkan sebagai mata uang. Dan Yesus tidak
hanya menunjukkan perumpamaan ini kepada umatnya yang kristen itu (wong dulu manusia
itu kalau tidak salah tidak dikotak-kotak oleh agama melainkan suku).
Dari perdebatan yang ada, nempak jelas bahwa ajaran-ajaran agama dapat ditafsirkan
bermacam-macam. Baru satu agama saja sudah memunculkan beragam penafsiran. Bagaimana
kalau berbagai agama dipakai sebagai ajang diskusi. Inilah misteri Allah yang tidak
mungkin dicernak oleh otak manusia.
Ingat bagaimana kejadian pada waktu Santo Agustinus (kalau tidak salah lho - wong saya
mbaca kitab suci kalau ada acara doa saja) melihat seorang anak kecil membikin lobang
di pantai.
Anak kecil tersebut ditanya oleh santo Agustinus : "Nak lubang yang kau buat itu untuk
apa". Anak tersebut menjawab : "Untuk mengalihkan air laut itu semua ke dalam lubang
yang saya buat ini". Kemudian Santo Agustinus mengemukakan: "wah ya jelas tidak
mungkin, wong (air) laut yang begitu luas, kok mau kau masukkan semuanya ke lubang
yang kecil itu". Kemudian si anak kecil itu menjawab: " Ya seperti kamu itu wong Tuhan
yang begitu Maha, kok ingin kamu pikirkan analisis ke dalam otakmu yang demikian
sempit itu".
Kita tidak tahu apakah kejadian ini merupakan realitas, ataukah hanya merupakan
perumpamaan. Yang jelas Fenomena Tuhan yang demikian Maha (tahu, kuasa, Besar,
Pengampun, Penyayang, Bijak, Esa, dll, dsb, etc)tidak mungkin dikaji secara tuntas
tas, melalui kemampuan otak kita yang serba terbatas itu.
Untuk mengkaji Tuhan yang serba Maha itu, maka jadilah orang-orang biasa (istilah
Wimar Witoelar). Karena orang biasalah yang mampu menangkap tanda-tanda kebesaran
Tuhan. Pakar teoligi-pun kalau di tanya siapakah Tuhan dan apa itu agama masih sulit
untuk menerangkan secara tuntas (ini mungkin lho jangan serius).
Karena Tuhan itu serba maha, maka manusia melalui kemampuannya (talenta)masing-masing
kemudian mencoba menkonkritisasi Tuhan agar dapat ditangkap oleh otak manusia. Nah
Agama dengan berbagai ajarannya itu - kalau tidak salah juga bermaksud untuk
menerangkan Tuhan dan berbagai kehendaknya.
Karl Marx (saya bukan pengikut Marxisme lho)juga mernah mengemukakan gagasannya
tentang hakikat agama. Bagaimana pandangannya, wah tidak mungkin diterangkan disini,
kalau ingin jelas baca saja bukunya Magnis Soeseno tentang Karl Marx tersebut. Pasti
komplit plit.
Saya tidak membayangkan, seandainya perdebatan di arena ini, juga terjadi di
lingkungan politik. Pasti riuh rendah dan akhirnya akan kisruh sruh.
--
On Wed, 26 Jan 2000 16:37:01 Wisnu Ali Martono wrote:
>On Tue, 25 Jan 2000, [iso-8859-1] eg wrote:
>
>> Wah... wah... apakah talenta harus dikaitkan dengan Yesus?
>> Apakah yang dimaksud dengan talenta itu?
>> Apakah orang yang tidak beriman kepada Yesus tidak memiliki
>> talenta? C'mon Bung.....
>>
>> Horas Martin!
>
>WAM:
>Talenta memang dikhususkan bagi mereka yang percaya Yesus itu Tuhan.
>Yang percaya bahwa Nabi Isa itu tidak lebih dari nabi, memang tidak kenal
>talenta. Mereka lebih kenal dengan apa yang namanya _bakat_. Bahasa
>Inggrisnya, talent. Nggak tahu saya, kenapa orang Nasrani (waktu bikin
>terjemahan INjil) nggak paham bahwa terjemahannya _talent_ itu adalah
>_bakat_. Sehingga, kayaknya, cuma penganut Kristen aja yang boleh punya
>_talenta_. Lainnya, silahkan punya _bakat_.
>
>
>-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at
http://www.eudoramail.com
-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!