Terima Kasih Bang Martin.
Contoh-contoh semacam itu memang perlu disosialisasikan. Di Yogyakarta (yang
Alhamdullihah) belum pernah terjadi kerusuhan (moga-moga selalu demikian adanya) telah
dibangun berbagai sarana untuk mempererat tali silahturahmi antar umat beragama.
Contoh konkritnya di yogya ada LSM yang namanya DIAN INTERFIDEI yang dipimpin oleh
Bpk. Th. Sumartana. Pada waktu perayaan Malam Natal pukul 23.00 di Gereja Kota Baru
Yogyakarta, dihadiri oleh sejumlah Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga, kemudian dilanjutkan
dialog iman antara Pemuda Katolik dan seluruh Jajaran Paroki dengan Mahasiswa tersebut.
Nah sarana-sarana seperti ini cukup efektif untuk meredam konflik klasik antara Umat
Nasrani dengan saudara-saudara Muslim. Dikatakan konflik klasik, karena memang harus
disadari bahwa pandangan ataupun ajaran dari kedua agama tersebut mengandung
perbedaan-perbedaan. Akan tetapi perbedaan-perbedaan iitu sebenarnya - kalau kita
sadari - merupakan rahmat Tuhan yang harus kita restui, bukan kemudian dijadikan
komoditi politik.
Tuhan telah menciptakan perbedaan-perbedaan. Ada malam ada siang, ada laki-laki dan
perembuan, ada Yahudi dan Arab, ada jawa dan Batak, Ada Islam dan Kristen, dst, dll,
dsb, etc.
Mengapa Tuhan menciptakan perbedaan-perbedaan tersebut. Tujuannya tidak lain adalah
agar mereka itu saling mengenal (ini dari Gus Dur lho) dansaling mencintai antar
mereka itu (ini dari saya lho).
Di RT kebetulan satu-satunya yang Katolik adalah saya, tetapi warga RT sepakat untuk
memilih saya menjadi Sekretaris RT. Kemarin pada waktu Syawalan bersama, saya juga
terlibat untuk mengatur selurh kegiatan yang ada. Walaupun dalam acara ritualnya saya
tidak. Contoh kecil seperti ini, dapat dilakukan asalkan kita dapat menahan diri dan
toleran kepada sesama.
Bicara mengenai toleransi, memang ada berbedaan pandangan. Ada yang menganggap bahwa
yang besarlah yang harus toleran kepada yang kecil. Sementara yang lain
sebaliknya.Kalau menurut saya Toleran tidak dapat dikonotasikan secara dikotomis
(hitam-putih) seperti itu. Toleransi yang diletakkan dalam dataran umum, misalnya
mereka yang berbahagia,berkecukupan, beriman ya harus toleran kepada mereka yang
sedih, papa, pendosa. Agar nikmat Tuhan dan karunia yang diberikan kepada Kita dapat
dinikmati oleh sesama kita semua tanpa kecuali. Yesus sang Anak Manusia, Mesias,
Immanuel, Putera Bapa, Sabda yang menjelma menjadi Manusia juga toleran kepada kaum
pendosa, seperti zakeus sang pemungut cukai, Maria Magdalena sang Primadona Kramat
Tunggak. Yesus bersabda aku datang untuk kaum pendosa, aku datang untuk melayani dan
bukan untuk dilayani.
Inilah ajaran-ajaran Yesus yang secara kontekstual dapat diterapkan untuk
menanggulangi kerusuhan, khususnya di Ambon dimana saudara-saudara kita yang kristen
ternyata justru melakukan penindasan dan pembantaian (ini saya lihat sepihak saja).
Padahal Yesus bersabda "CINTAILAH MUSUH-MUSUHMU SEPERTI ENGKAU MENCINTAI DIRIMU
SENDIRI".
Sekarang ini, marilah kita bersama-sama (walaupun hanya lewat dunia wacana) ikut
menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Kita tidak memerlukan konsepsi yang
muluk-muluk, acara yang bertaburan bintang. Kita putuh action yang konkrit berdasarkan
inklusifitas ajaran Yesus Kristus tersebut.
--
On Tue, 25 Jan 2000 23:46:12 Martin Manurung wrote:
>Anda benar Pak Hestu
>
>Pada masalah Indorayon, yang menentang Indorayon itu adalah masyarakat
>Porsea yang mayoritas beragama Kristen (99%). Tetapi, pemimpinnya adalah
>seorang yang beragama Islam. Di Porsea, mesjidnya besar dan mengumandangkan
>adzan. Penduduk Porsea yang beragama Kristen, tidak merasa "terganggu" dan
>lain sejenisnya. Itu contoh kasus saja.
>
>Contoh kasus yang lain. Kami punya suatu forum mahasiswa untuk kerukunan
>umat beragama. Sementara saya (beragama Kristen) dipilih oleh rekan-rekan
>untuk menjadi Ketua Umum. Rekan-rekan itu, banyakan dari IAIN Syarif
>Hidayatullah Jakarta yang --tentunya-- beragama Islam. Sementara yang
>menjadi Sekretaris Umum adalah rekan saya dari IAIN Jakarta. Itu contoh
>kasus yang lain.
>
>Ah, banyak lagi.
>
>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>____________________________________________
>[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>
>----- Original Message -----
>From: hestu ciptohandoyo <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 25 Januari 2000 21:27
>Subject: Re: [Kuli Tinta] YESUS SANG ANAK MANUSIA
>
>
>> Tidak semua umat kristen dan muslim berantem terus. Yang berantem terus
>adalah gali yang beragama kristen dan gali yang muslim.
>>
>> Banyak sekali contoh kerukunan antar kedua agama tersebut yang dapat kita
>teladani bersama. Contohnya Persahabatan yang sangat akrab antara Romo
>Mangun dan Moh. Sobari, Romo Magnis Soeseno dan Cak Nur, Antara IAIN, UII
>dan Sanata Dharma serta Atma Jaya (semuanya di Yogya).
>>
>> Jadi nampaknya yang berantem terus adalah Kristen kelas teri dalam
>pemahaman teologisnya dengan muslim kelas cethul dalam pemahaman
>teologisnya.
>>
>> Agama dimanapun juga menghendaki agar umatnya selalu hidup saling kasih
>mengasihi, sayang menyayangi, hormat menghormati, tolong menolong. Ini inti
>ajaran agama yang inklusif.
>>
>> Kalau ajaran agamanya diterima secara eksklusif, maka hidup bersama dengan
>kaum "kafir" (bukan pemeluk salah satu agama tertentu) hukumnya adalah
>haram. Sehingga kaum "kafir" termasuk di dalamnya adalah mereka yang
>dianggap menyembah "tiga Tuhan" harus dihilangkan dari muka bumi ini.
>Sementara itu di lain pihak kalau secara eksklusif menganut ajaran bahwa di
>luar gereja (Yesus Kristus) tidak ada keselamatan, maka sedapat mungkin
>orang-orang diluar Kristus harus masuk menjadi pengikutNya.
>>
>> Dua pandangan dogmatis semacam ini kalau diterapkan secara harafiah, maka
>kerusuhan-kerusuhan yang bernuansakan sentimen agama merupakan suatu
>keniscayaan.
>> --
>>
>> On Tue, 25 Jan 2000 16:52:24 Phantom Stranger wrote:
>> >From: adidjoko <[EMAIL PROTECTED]>
>> >> kalau berdasar kasih kenapa ya umat kristen dan muslim berantem terus
>di
>> >> maluku dan ambon, bukankah saling membunuh itu berdosa, kecuali mereka
>yg
>> >> membela diri dan terpaksa harus mengusir sang pendatang yg membuat
>> >> keributan.
>> >
>> >PS :
>> >lho..yang berdasarkan kasih kan ajarannya..orangnya mah kagak..;p
>> >
>> >yang jadi masalah, kenapa kebanyakan yang berantem itu kristen dan
>muslim..
>> >kalo mereka bisa berantem, berarti memang ada ganjalan di antara
>> >mereka..sebelum ganjalan itu hilang, rasanya ya bakal gampang di suruh
>> >berantem terus..
>> >
>> >tapi itu interpretasi saya lho..
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
>> >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>> >Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>> >Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>> >
>> >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>>
>> Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail
>account at http://www.eudoramail.com
>>
>> -=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
>> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>>
>> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at
http://www.eudoramail.com
-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!