Ikut nimbrung ya ...

Soal teriak-teriak Maluku, ada 2 pendapat yang sepertinya benar dan
menyejukkan suasana  : 

1> "Jangan membuat keruh suasana dalam masyarakat, buatlah berita yang
menyejukkan."  
So: Beritanya harus dikecil-kecilkan sehingga bagi banyak orang terkesan
tidak ada apa-apa. 
Ya, mungkin saja lalu suasana di luar Maluku tetap tenang dan damai (bagi
yang belum tahu). 
Sementara di Maluku sendiri, pihak yang tertindas makin habis karena tak ada
bantuan dan dukungan dari luar (minimal dukungan moril). Pihak yang menindas
makin leluasa melakukan praktek penindasannya. Pada akhirnya mungkin salah
satu pihak akan habis dan saat itulah bisa tercipta perdamaian (karena sudah
tidak ada yang akan diperangi).

2> "Biarkan persoalan Maluku diselesaikan oleh mereka sendiri, pihak luar
tidak usah ikut campur"
Jadi biarkan sajalah, kalau mereka mau damai bagus lah. Tapi kalau ternyata
malah ditafsirkan salah-satu/kedua pihak (terutama pihak yang menindas)
bahwa itu berarti kesempatan untuk menghabisi pihak lawan sampai ke
akar-akarnya ? Tanpa ada halangan dari pihak luar (kan masalah internal) ?

So, menurut Bung Icoes (dan bung-bung yang lain) teriak-teriak yang benar
itu yang bagaimana ya ?

Salam

AriefD

> -----Original Message-----
> From: icoeS rumapeA [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, January 28, 2000 6:20 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Re: Re[2]: [Kuli Tinta] Konflik Maluku: SARA?
> 
> On Fri, 28 Jan 2000, Wisnu Ali Martono wrote:
> 
> > On Thu, 27 Jan 2000, GIGIH NUSANTARA wrote:
> > 
> > > Rasanya yang di luar Maluku sudahlah, teruskan hidup
> > > berdampingan dengan damai, sementara kita lebih
> > > konsentrasi di Maluku untuk segera usai. Ngapain di
> > > luar Maluku mesti dibuat berdebar-debar oleh
> > > teriakan-teriakan yang mestinya memuji Allah itu? Aku
> > > sendiri, yang muslim, ikutan ngeri, kok.
> > 
> > WAM:
> > Jika yang di luar Maluku tidak teriak-teriak, anda yakin po kalau yang
> di
> > Maluku sana nggak terus dibunuhi? Kalau memang begitu, mari kita diam
> saja
> > kalau ada gereja dibakari. Pura-pura nggak ngerti aja lah. Biar hidup
> kita
> > _tenang_. Jika keluarga anda ada yang dibunuhi di maluku, baru anda tahu
> > bedanya kita (yang di luar Maluku) untuk diam atau teriak.
> 
> ICOES:
> Saya juga nggak yakin bahwa kalo kita teriak2 di siniyang di Maluku bakal
> nggak saling bunuh.
> Yang perlu menurut saya kita teriak2 di sini dengan benar, bukan menambah
> persepsi baru yang bakal menyulut lagi kerusuhan di Maluku atau tempat
> lain.
> 
> *** alon-alon waton kelakon
> 
>          
>          ... i c o e S ...
>            - aroeskoeat -
> 
> -----------------------------------------------------
> Get your free email at http://aroeskoeat.i-p.com
> 
> 
> -===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke