----- Original Message -----
On Monday, 28 February 2000 che <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


che:
> Selain itu banyak sekali hak-hak Presiden (mengangkat mentri, memberi
> gelar, memberi amnesti, dll) yang harus dikonsultasikan dengan dewan
> dahulu.

yap:
Ini lebih baik daripada diserahkan pada tim ad hoc sehingga bisa diplintir
sesuka hati.
Presiden mestinya memang 'cuma' excecutor dari konsep siap pakai yang
disajikan MPR dan DPR. Bahkan fungsi Bappenas sebagai bagian Pemerintah juga
aneh. Mestinya dia independent kaya BI, MA dan sebagainya. Perangkapan
fungsi perencanaan dan pelaksanaan adalah vertical integration yang sangat
berpotensi frauds.
>
che:
> Yang diulangi lagi adalah bahwa Calon Presiden adalah orang Indonesia
> asli (bagaimana asli itu, sampai sekarang enggak pernah ada
> penjelasan yang memuaskan) Mr. Yap anda orang Indonesia asli apa
> bukan ? Kalau bukan jangan harap jadi presiden, anda cuma boleh jadi
> kawulo dan ternak saja.

yap:
Why bother, che? Mana lebih enak, jadi Presiden atau temen karibnya
Presiden? Lebih leluasa kan?
Nggak usah repot repot, che. Kalaupun bukan asli, dan ingin jadi Presiden ya
gampang saja. Fujimori juga bisa jadi Presiden Peru. Sonya Gandhi kurang
conditioning sehingga gagal menjadi Calon PM. USA nggak pakai istilah asli
untuk persyaratan Presiden. Nah enteng kan?
Kalau mau jadi Presiden yang dapatkan dulu pengaruh 75% suara MPR untuk
merubah klausul itu. Bisa instant kok. Belum lagi sejuta cara lainnya,
seperti supersemar misalnya. Hemat Energi.
BTW, ngapain juga repot repot jadi Presiden, gajinya aja lebih kecil dari
Ketua BPPN. Untuk standard dunia, penghasilannya juga nggak satu persennya
Lee Iacocca, Bill Gate atau meteor lainnya.
Jadi Presiden itu enak kalau sudah matang kejiwaan dan kaya raya, sehingga
bisa sepenuhnya mengabdikan hidupnya untuk kemaslahatan bangsa. Selama masih
ada keinginan main sirkus, ya jadi pelawak sajalah. Nggak semua harus jadi
Presiden kan? Ada juga yang memilih jadi pesinden.

che:
>Dalam RUU ini pimpinan Majelis punya banyak privilege. Dan bahkan bisa
menggantikan kedudukan Presiden dan Wapres
> bila keadaan memungkinkan.
> Kesan yang mendalam dalam RUU Kepresidenan ini adanya usaha untuk
> memanipulasi kedaulatan rakyat yang tercermin dalam pemilihan umum,
> menjadi kedaulatan rakyat lewat perwakilan (MPR), kemudian
> wakil-wakil itu menyerahkan kedaulatannya lagi kepada para pimpinan
> MPR. Jelasnya rakyat-->wakil rakyat-->wakil-wakil rakyat (alias
> pimpinan MPR). Lihat bab V dan terutama bab IX. Padahal MPR menurut
> UUD 1945 tidak begitu. Atau beginikah model kudeta ala Jawa dan
> Hitler halus dan meninabobokkan ?

yap:
Tenang saja, kita masih berproses. Lebih berkonsentrasi meningkatkan
kemampuan diri dan lingkungan, maka Insya Allah hanya yang terbaiklah yang
terjadi disini. Selalu ada peluang untuk menjadi lebih baik. Berilah
kontribusi ketika berada pada posisi dan waktu yang tepat.

che:
> Reformasi isinya makin lama isinya hanya kebohongan-kebohongan
> melulu.

yap:
Nggak juga. Kita harus pandai bersyukur. Banyak kebaikan yang sudah terjadi.
Kita berpeluang untuk menambahnya sekarang dan kelak.




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke