Untuk urusan HAM, Adnan Buyung Nasution bisa dijadikan contoh.
Dia tak membedakan siapa yang perlu dibela. Sebab, setiap orang
punya hak untuk dibela. Bila yang dibela adalah orang yang tidak
bersalah, tugas pengacara menyakinkan masyarakat bahwa tertuduh
memang innocent. Kalau yang dibela adalah orang yang bersalah,
tugas pengacara memperjuangkan agar hukuman yang dijatuhkan
sesuai dengan tingkat kesalahan tertuduh [bukan lebih berat].
Mengherankan bila Soeharto yang menjawab pertanyaan pun sudah
tak komplit masih dikejar-kejar kasus korupsi. Padahal kejaksaan
tak bisa menunjukkan bukti. Dengan telah terbitnya SP3, saya
melihat pemeriksaan Soeharto memang harus dihentikan [kecuali
ada bukti baru]. Saya tidak faham hukum, tapi menurut Ismael
Saleh, pembatalan SP3 yang dilanjuti dengan pemeriksaan kasus
yang sama adalah "dagelan hukum".
Soeharto sudah dari dulu memberikan surat kuasa kepada kejaksaan
agung untuk menyita hartanya dimana pun, bila memang ditemukan
ia punya harta yang disimpan spt diberitakan media. Dalam kasus
ini saya sependapat dengan Ismael Saleh, bahka kita harus
membedakan harta Soeharto, harta yayasan, harta anak-anak
Soeharto, dan kerabatnya.
Wassalam,
+++Poirot
>From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Kuli Tinta] Suharto dan HAM
>Date: Mon, 26 Jun 2000 14:34:58 +0700 (JAVT)
>
>Minggu lalu, agak tidak percaya saya membaca berita bahwa Hendardi,
>pimpinan PBHI menertawakan upaya tim pembela Suharto mengadukan ke Komisi
>HAM internasional. Juga beberapa pengacara yang diberitakan menganggap
>upaya itu dagelan. Benar-benar tidak percaya rasanya, Hendardi
>_menertawakan_ upaya itu. Apakah Hendardi, tokoh yang selama ini mengaku
>memperjuangkan HAM, sudah berbalik menjadi biadab?
>
>Adalah hak semua orang, dan saya yakin itu juga sering diomongkan Hendardi
>dkk, untuk mempertahankan HAMnya. Seorang maling sekalipun juga harus
>dihargainya HAMnya. Jika tidak, akan boleh saja orang yang didakwa sebagai
>maling untuk diperlakukan dengan semena-mena. Termasuk digebuki dan
>dibakar di jalanan seperti yang belakangan sering terjadi.
>
>Jika Hendardi _menertawakan_ upaya pembela Suharto ke komisi HAM
>internasinal, apakah Hendardi juga menertawakan para Gerwani dan anggota
>PKI yang menggugat perlakuan terhadap mereka? Siapa yang bisa mengatakan
>bahwa para anggota PKI itu di masa kejayaannya tidak biadab? Dengan logika
>Hendardi, mestinya para Gerwani dan anggota PKI yang sekarang menuntut HAM
>mereka juga tidak perlu digubris. Tidak perlu pula pemerintah mengampuni
>anggota PKI.
>
>Saya benar-benar dibuat heran terhadap komentar Hendardi. Apakah selama
>ini dia sebenarnya tidak sedang memperjuangkan HAM? Apakah seorang Suharto
>dianggap tidak perlu diperhitungkan HAMnya?
>
>
>
>
>
>
>
>->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!