>WAM:
>Pertanyaan saya tetap sama: memangnya kalau orang sudah _dituduh_ bersalah
>(belum lagi dibuktikan) terus boleh HAMnya diinjak-injak? Analoginya
>dengan PKI, yang sudah jelas begitu salah dan menginjak HAM lawan
>politiknya, apakah mereka juga nggak boleh memperjuangkan HAMnya? Berarti,
>syah saja dong mereka dulu dibantai kayak binatang? Saya yakin, Hendardi
>nggak akan setuju dengan itu. Nah, kenapa dia jadi bersuara lain ketika
>itu menyangkut Suharto? Andaikata Hendardi termasuk orang yang
>_menertawakan_ upaya Gerwani dkk untuk mencari keadilan, saya nggak akan
>kaget. Atau, anda juga punya pendapat bahwa HAM itu mesti milih-milih?
>Jika menyangkut Suharto, persetan dengan HAMnya? Anda tidak kalah biadab
>dengan Suharto, kalau begitu.


Kalau pertanyaannya apakah harus milih-milih soal WAM eh... HAM, maka aku 
setuju pendapat WAM ini. HAM itu universal, dan melekat ke siapa saja, entah 
Soeharto, atau Gerwani, atau WAM sendiri. Jika Hendardi ketawa-ketiwi 
sehingga terkesan pilih-pilih mengenai HAM siapa yang sedang diperjuangkan, 
sumpah, aku akan sumpahi Hendardi (dalam hati, sebab kalau terang-terangan, 
badannya yang gede dan kumisnya sudah bikin ciut nyaliku).

Yang jadi soal, dan membuat aku berkomentar, adalah bahwa ketawa-ketiwinya 
Hend itu karena Komisi HAM Internasional yang dilapori sama pengacaranya 
Soeharto itu juga bagian dari mereka yang sedang mengusik perkara HAM di 
mana Soeharto bagian dari yang akan diperkarakan.

Perkara-perkara yang sedang diperkarakan itulah yang membuat Kejaksaan Agung 
melakukan tindakan hukum, yang dikeluhkan Soeharto.

Ini beda jauh sama Gerwani, yang justru sedang dibela oleh Komisi HAM, 
paling tidak, untuk didukung perjuangan mengenai ke-HAM-annya, di mana salah 
satu tudingan mengarah ke Soeharto. Ngeliatnya itu di situ.

Hend jelas melihat kelucuan itu, di mana Komisi HAM Internasional yang 
memang sedang punya agenda nguber Soeharto kok dilapori. Ndak usah Hend, 
lah, lha gua aje ikutan ketawe, bang....

Boleh aja lapor soal HAM, tetapi kan Komisi HAM punya kriteria mengenai 
sejauh mana HAM yang jadi masalah tersebut.

Jelas aku nggak mau disamakan dengan Soeharto, lebih-lebih dengan julukan 
biadab seperti yang WAM lansir. Untuk itu, soal mendukung HAM, siapa saja 
boleh. Hend juga tak melarang, cuma dia geli aja. Apa geli ndak boleh? Itu 
HAM juga lho.

Ngomong-ngomong, saya banyak belajar kata-kata 'biadab', 'kalap', dan cukup 
banyak kata-kata makian lain lho dari Anda. Sumprit...!

Tapi... so what ? (nyambung kali nyang ini, mbah Soel ye...)
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke