----- Original Message -----
From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>
Mengherankan bila Soeharto yang menjawab pertanyaan pun sudah
tak komplit masih dikejar-kejar kasus korupsi. Padahal kejaksaan
tak bisa menunjukkan bukti. Dengan telah terbitnya SP3, saya
melihat pemeriksaan Soeharto memang harus dihentikan [kecuali
ada bukti baru]. Saya tidak faham hukum, tapi menurut Ismael
Saleh, pembatalan SP3 yang dilanjuti dengan pemeriksaan kasus
yang sama adalah "dagelan hukum".
��:
Eh... mau tahu nih, Bung Perot ini di Indonesia atau di luar
Indonesia. Soalnya, pembahasan mengenai hal itu termasuk debat
publik sudah dilakukan. Point nya memang ada bukti baru. Maka,
kasus itu dibuka kembali dan itulah yang kini sedang dilakukan. GD
gentayangan ke AS meminta bantuan untuk pengusutan kasus itu kan
karena konon katanya sudah banyak data yang telah hilang atau
sengaja dihilangkan leh para penikmat Orba.
Setahu saya, Ismael saleh belum berkomentar mengenai ""pembatalan
SP3 yang dilanjuti dengan pemeriksaan kasus yang sama adalah
"dagelan hukum"."" karena ada bukti baru.
Hercule Poirot:
Soeharto sudah dari dulu memberikan surat kuasa kepada kejaksaan
agung untuk menyita hartanya dimana pun, bila memang ditemukan
ia punya harta yang disimpan spt diberitakan media. Dalam kasus
ini saya sependapat dengan Ismael Saleh, bahka kita harus
membedakan harta Soeharto, harta yayasan, harta anak-anak
Soeharto, dan kerabatnya.
��:
Tahu berita terakhir bahwa Dubes Swis mengatakan kalau pengusutan
Harta Soeharto sudah terlambat. Apa artinya? Fund Manager mereka
bukan hanya kualitas lokal mas.
Wassalam,
+++Poirot
>From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Kuli Tinta] Suharto dan HAM
>Date: Mon, 26 Jun 2000 14:34:58 +0700 (JAVT)
>
>Minggu lalu, agak tidak percaya saya membaca berita bahwa
Hendardi,
>pimpinan PBHI menertawakan upaya tim pembela Suharto mengadukan
ke Komisi
>HAM internasional. Juga beberapa pengacara yang diberitakan
menganggap
>upaya itu dagelan. Benar-benar tidak percaya rasanya, Hendardi
>_menertawakan_ upaya itu. Apakah Hendardi, tokoh yang selama ini
mengaku
>memperjuangkan HAM, sudah berbalik menjadi biadab?
>
>Adalah hak semua orang, dan saya yakin itu juga sering diomongkan
Hendardi
>dkk, untuk mempertahankan HAMnya. Seorang maling sekalipun juga
harus
>dihargainya HAMnya. Jika tidak, akan boleh saja orang yang
didakwa sebagai
>maling untuk diperlakukan dengan semena-mena. Termasuk digebuki
dan
>dibakar di jalanan seperti yang belakangan sering terjadi.
>
>Jika Hendardi _menertawakan_ upaya pembela Suharto ke komisi HAM
>internasinal, apakah Hendardi juga menertawakan para Gerwani dan
anggota
>PKI yang menggugat perlakuan terhadap mereka? Siapa yang bisa
mengatakan
>bahwa para anggota PKI itu di masa kejayaannya tidak biadab?
Dengan logika
>Hendardi, mestinya para Gerwani dan anggota PKI yang sekarang
menuntut HAM
>mereka juga tidak perlu digubris. Tidak perlu pula pemerintah
mengampuni
>anggota PKI.
>
>Saya benar-benar dibuat heran terhadap komentar Hendardi. Apakah
selama
>ini dia sebenarnya tidak sedang memperjuangkan HAM? Apakah
seorang Suharto
>dianggap tidak perlu diperhitungkan HAMnya?
>
>
>
>
>
>
>
>->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
__________________________________________________________________
______
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at
http://www.hotmail.com
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!