On Mon, 10 Jul 2000,Frits Plikemboh wrote:

>Pendapat tentang masyarakat madani yang dicomot dari Al Quran itu,
>hasil interpretasi, khayalan, atau mimpi ? Kalau itu dianggap kondisi
>ideal kenapa ada juga ayat Quran yang memerintahkan untuk memerangi
>orang kafir ?

yap:
Ayat yang mana ya? Coba baca kembali konteksnya, apakah memerangi orang 
kafir itu dalam konteks agresif atau self defense?
Islam, sebagai rahmatan lil alamin (mercy of the universe) memang juga 
memerintahkan amar ma'ruf nahi munkar (tegakkan kebenaran perangi 
kejahatan), tetapi dalam nadas baik sangka, menghilangkan penyakit hati, 
toleran dan hormat kepada sesama machluk. Ada koridor bermain yang jelas 
sangat manusiawi dan universal sifatnya, sekalipun tetap harus mampu tegas 
membedakan yang haq (benar) dan yang bathil (jahat, kejam, salah).
Saya yakin setelah mengunjungi Madinah, Anda nggak menganggap ini khayalan 
atau mimpi. FYI, Madinah terbuka untuk dikunjungi siapa saja dengan agama 
apapun, sementara Mekkah lebih exclusif, Moslem only.

FP:
>Beginilah jadinya kalau orang lebih suka mengkhayal, hanya bisa
>menyembah buku, tapi tidak pernah membacanya dengan teliti dan kritis,
>bagaimana kondisi sosial saat buku itu dilemparkan ke tengah padhang
>pasir, juga kondisi kesejarahan saat buku itu terlempar di padang
>pasir.
>Saat menulis buku itu, si penulis berpijak pada kondisi riil saat itu,
>atau dia hanya menuliskan angan-angannya.

yap:
Bung Frits, ummat Islam tidak menyembah buku, juga tidak menyembah 
Rosulullah Mohammad SAW. Umat Islam seluruh dunia hanya menyembah Allah SWT, 
karena dalam keyakinan Islam, manusia diciptakan hanya untuk mengabdi 
kepadaNya. Buku itu ditulis berdasarkan wahyu, dan sepenuhnya firman Allah, 
yang disampaikan melalui Malaikat Jibril kepada Rosulullah SAW untuk seluruh 
ummat manusia, sehingga sejak pertama kali dikodifikasikan, tidak pernah 
berubah satu hurufpun sampai sekarang dan selamanya. Bahkan juga tidak 
pernah berubah titik komanya. Sebaiknya Anda berfikiran terbuka dan berbaik 
sangka, karena yang tertulis dalam Al Qur'an itu bukanlah hasil pikiran 
manusia. Dan tidak akan pernah ada yang setara dengan itu. Didalamnya juga 
terdapat petunjuk untuk melakukan hubungan baik dengan sesama machluk, baik 
yang Islam maupun yang tidak.

FP:
>Kalau anda mau mengakui bahwa kitab suci itu berbicara dengan paradigma
>sosial saat itu, anda akan tahu, bahwa konsep itu hanya akan cocok saat
>itu saja. Nyatanya sampai sekarang tidak ada contoh kedua.
>
>Masih saja ada orang yang mengukur pohon beringin dengan ukuran pohon
>kurma.

yap:
Bagaimana Anda sampai pada pemikiran bahwa kitab suci itu berbicara dengan 
paradigma saat itu? Cobalah baca sekali lagi dan lagi, dengan open mind, 
niscaya Anda mendapat hidayah berupa petunjuk kejalan yang lurus.

Madinah hanya satu contoh Bung Frits. Anda juga boleh datang ke Mekkah atau 
Ryadh untuk menyaksikan kebenaran itu. Ditengah padang pasir yang begitu 
tandus, logisnya cari airpun susah kan? Ternyata apapun yang baik baik yang 
dibutuhkan, disini tersedia dalam jumlah dan kualitas yang baik pula. 
Lihatlah Bandara King Abdul Aziz, deretan hotel bintang lima, produk produk 
consumerable kelas dunia dijajakan sampai kekaki lima. Sayang sekali kalau 
Anda belum kesana.

Diluar negara Arab, gradasinya memang berbeda Bung. Ada yang semewah UAE dan 
Kuwait, ada pula yang masih less developed. Tetapi tentu bukan salah 
petunjuknya. Perlu dicari tahu mengapa disana bisa disini tidak, lalu 
dilakukan perbaikannya. Inilah saya kira point saya. Atau, apakah Anda punya 
referensi lain?

Justru Madinah dipakai sebagai referensi, karena disini manusia dengan 
agama, latar belakang sosial, pendidikan, warna kulit dan segala keragaman 
personal identifier-nya dapat hidup lebih dari sekedar berdampingan secara 
damai. Mereka juga bahu membahu satu sama lain dalam semangat persaudaraan 
yang kental.

Dengan memakai Madinah sebagai referensi, saya sama sekali tidak berpretensi 
untuk meng-Islam-kan Indonesia, karena apabila salah melangkah dapat 
menimbulkan friksi yang counter productive.

Alangkah indahnya hidup ditengah keragaman, dengan saling hormat dan toleran 
atas perbedaan yang ada, dimana segala sesuatu dilaksanakan berdasarkan 
konsensus, sehingga mampu mengakomodasikan segala aspirasi yang ada.

yap

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke