Punten mang Gigih, mungkin headlinemu yang bikin orang salah persepsi duluan.
Sebelum ngomong ngalor-ngidul gak keruan saya mau tanya sampeyan dulu, apa kriterianya
ORANG KRITIS itu? apa yang selalu protes, banyak menunjukkan kejelekkan orang yang
nggak disukainya, banyak cececuet kayak Mandra? atau yang banyak memberikan alternatif
solusi tanpa perlu diekspose?
Mungkin berangkat dari sini bisa diketahui mana yang kritis dan yang bukan.
Dan setahu saya issue tentang penangkapan itu bukan masalah orang kritis atau tidak,
bahkan Pak Marzuki sendiri telah memberikan penjelasan bahwa sebenarnya hanya akan
meminta keterangan beberapa tokoh atas kasus KKN di jaman ORBA
Sumuhun,
------Original Message------
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Sent: July 14, 2000 5:03:18 AM GMT
Subject: [Kuli Tinta] Re: [nawala wajaseta] Re: [Kuli Tinta] Kritis kok ditangkepi
--- Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> On Thu, 13 Jul 2000, GIGIH NUSANTARA wrote:
>
> > Tapi...
>
> > Apa mereka kritis dari dulu?
> > Lha perkara yang dijadikan alasan itu apa
> berkenaan
> > dengan kritisannya yang saat ini dilancarkan?
>
> > Eh... ternyata tidak.
> > Mereka akan ditangkepi berkenaan dengan berbagai
> > peristiwa butut ketika mereka berkuasa (dan tak
> > kritis).
>
> WAM:
> Artinya, mbah Gigih mau bilang, kalau dulu diem aja,
> ya sekarang diem aja
> lah. Nggak usah kritis. Gitu mbah? Baik.
>
> Dulu, Matori dkk itu amat vokal terhadap
> pemerintahan Suharto dan Habibie.
> Lha kok sekarang mbalik diem aja? Terus, dengan
> mengikuti logikanya mbah
> Gigih, ya mestinya Matori dkk tetap kritis terhadap
> pemerintahan dong.
> Piye mbah?
>
> Apa orang itu nggak boleh berubah?
Rupanya bukan 'penyakit', tetapi, orang Jawa bilang,
'ciri wanci', yang kalau diteruskan, 'lilahi ginawa
mati'. Yang saya maksud dengan 'ciri wanci' adalah
kebiasaan untuk menangkap dan menyimpulkan sesuatu
secara salah dari sebuah materi diskusi.
Orang boleh berubah. Menjadi insyaf, barangkali.
Tetapi posting yang saya tulis adalah mengenai antara
'judul tulisan' di koran yang berbunyi (dan juga
diramaikan) adalah 'Orang-orang Kritis Ditangkapi'.
Hanya membaca judul saja, maka bisa-bisa kita sampai
pada kesimpulan, bahwa si-penangkap tak ingin
dikritisi. Padahal yang terjadi adalah, bahwa mereka
ditangkap (atau apalah namanya) karena ada kasus yang
harus mereka pertanggungjawabkan. Dan KASUS ITU SAMA
SEKALI BUKAN YANG DIA KRITISKAN.
Sebenarnya, tanpa kritis pun, mereka juga akan
ditangkap. Mestinya, koran-koran tersebut, dan orang
yang bikin ramai, memberi judul 'Yang Terlibat Yayasan
di Jaman Orba dimintai keterangan'. Dengan membuat
headline 'Orang Kritis Ditangkapi', maka orang akan
menyangka, misalnya, Fuad Bawazier ditangkap karena
suka menyerang pemerintah Gus Dur.
Ini lho. Semoga lekas sembuh.
=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get Yahoo! Mail � Free email you can access from anywhere!
http://mail.yahoo.com/
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
-----------------------------------------------
FREE! The World's Best Email Address @email.com
Reserve your name now at http://www.email.com
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!