Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Nambah dikit mbah...
mbah...kritis itu punya dua arti,
bergantung pada kontek kalimatnya.
-Kesehatannya kritis [a matter of life and death]
He is in a critical condition
-Ia anak yang kritis [menggunakan power of his brain
untuk berpikir memperbaiki sesuatu].
He has a critical-thinking attitude
Krisis...spt yang sampeyan tulis itu.
Wassalam,
+++Poirot
>From: "mBah Soeloyo" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: [nawala wajaseta] Re: [Kuli Tinta] Kritis kok
>ditangkepi
>Date: Fri, 14 Jul 2000 22:34:51 +0900
>
>mas katon,
>maaf nyerobot jatah mbah gigih (menurut WAM).
>aku jadi ingat pelajaran bahasa indonesia SMP-ndeso
>nih. tentang dua kata yang mirip dan sering rancu.
>kata pak guru 2 kata itu pungutan dari bahasa ngeropah:
>1. kritis
>2. krisis
>yang satu menyangkut sikap "maido" menyangsikan sesuatu,
>karena merasa diri lebih mengetahui dan mampu memberikan
>jawaban. yang kedua adalah suasana keterancaman.
>lha rancunya orang sering menyebut... "wah kecelakaan
>bus malam itu, ada korban kritis 4 orang..."
>
>jadi apa mungkin maksud mbah gigih, orang-orang kritis
>itu adalah yang rancu pengertiannya dengan krisis?
>hahaa mungkin saja lho.... sedang pada krisis eh kritis
>kedudukan atau apa gitu.... terus banyak ngomyang
>kayak senAYAN yang juga sedang krisis.. eh kritis
>hak-hak-nya, dibanding kewajibannya.
>
>soeL
>-----
>
>----- Original Message -----
>From: "Sukaton _" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
><[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Friday, July 14, 2000 5:54 PM
>Subject: RE: [Kuli Tinta] Re: [nawala wajaseta] Re: [Kuli Tinta]
>Kritis kok ditangkepi
>
>
>Punten mang Gigih, mungkin headlinemu yang bikin orang salah persepsi
>duluan.
>Sebelum ngomong ngalor-ngidul gak keruan saya mau tanya sampeyan dulu,
>apa kriterianya ORANG KRITIS itu? apa yang selalu protes, banyak
>menunjukkan kejelekkan orang yang nggak disukainya, banyak cececuet
>kayak Mandra? atau yang banyak memberikan alternatif solusi tanpa
>perlu diekspose?
>Mungkin berangkat dari sini bisa diketahui mana yang kritis dan yang
>bukan.
>Dan setahu saya issue tentang penangkapan itu bukan masalah orang
>kritis atau tidak, bahkan Pak Marzuki sendiri telah memberikan
>penjelasan bahwa sebenarnya hanya akan meminta keterangan beberapa
>tokoh atas kasus KKN di jaman ORBA
>
>Sumuhun,
>
>
>------Original Message------
>From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED]
>Sent: July 14, 2000 5:03:18 AM GMT
>Subject: [Kuli Tinta] Re: [nawala wajaseta] Re: [Kuli Tinta] Kritis
>kok ditangkepi
>
>
>
>--- Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > On Thu, 13 Jul 2000, GIGIH NUSANTARA wrote:
> >
> > > Tapi...
> >
> > > Apa mereka kritis dari dulu?
> > > Lha perkara yang dijadikan alasan itu apa
> > berkenaan
> > > dengan kritisannya yang saat ini dilancarkan?
> >
> > > Eh... ternyata tidak.
> > > Mereka akan ditangkepi berkenaan dengan berbagai
> > > peristiwa butut ketika mereka berkuasa (dan tak
> > > kritis).
> >
> > WAM:
> > Artinya, mbah Gigih mau bilang, kalau dulu diem aja,
> > ya sekarang diem aja
> > lah. Nggak usah kritis. Gitu mbah? Baik.
> >
> > Dulu, Matori dkk itu amat vokal terhadap
> > pemerintahan Suharto dan Habibie.
> > Lha kok sekarang mbalik diem aja? Terus, dengan
> > mengikuti logikanya mbah
> > Gigih, ya mestinya Matori dkk tetap kritis terhadap
> > pemerintahan dong.
> > Piye mbah?
> >
> > Apa orang itu nggak boleh berubah?
>
>
>Rupanya bukan 'penyakit', tetapi, orang Jawa bilang,
>'ciri wanci', yang kalau diteruskan, 'lilahi ginawa
>mati'. Yang saya maksud dengan 'ciri wanci' adalah
>kebiasaan untuk menangkap dan menyimpulkan sesuatu
>secara salah dari sebuah materi diskusi.
>
>Orang boleh berubah. Menjadi insyaf, barangkali.
>Tetapi posting yang saya tulis adalah mengenai antara
>'judul tulisan' di koran yang berbunyi (dan juga
>diramaikan) adalah 'Orang-orang Kritis Ditangkapi'.
>
>Hanya membaca judul saja, maka bisa-bisa kita sampai
>pada kesimpulan, bahwa si-penangkap tak ingin
>dikritisi. Padahal yang terjadi adalah, bahwa mereka
>ditangkap (atau apalah namanya) karena ada kasus yang
>harus mereka pertanggungjawabkan. Dan KASUS ITU SAMA
>SEKALI BUKAN YANG DIA KRITISKAN.
>
>Sebenarnya, tanpa kritis pun, mereka juga akan
>ditangkap. Mestinya, koran-koran tersebut, dan orang
>yang bikin ramai, memberi judul 'Yang Terlibat Yayasan
>di Jaman Orba dimintai keterangan'. Dengan membuat
>headline 'Orang Kritis Ditangkapi', maka orang akan
>menyangka, misalnya, Fuad Bawazier ditangkap karena
>suka menyerang pemerintah Gus Dur.
>
>Ini lho. Semoga lekas sembuh.
>
>
>=====
>Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Get Yahoo! Mail �EFree email you can access from anywhere!
>http://mail.yahoo.com/
>
>->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>-----------------------------------------------
>FREE! The World's Best Email Address @email.com
>Reserve your name now at http://www.email.com
>
>
>
>->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!