cak gigih....
kalau di kampung mbah-buyut ku, yang ditangkepi
itu bukan orang. tapi panganan, seperti SRABI,
ROTI-SEMIR, HAMBURGER, pisang (2 lirang)
.... dan gula-jawa... (apa lagiiiiiii nih?)

soel
------

----- Original Message -----
From: "GIGIH NUSANTARA" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, July 15, 2000 11:20 AM
Subject: [arek-suroboyo] RE: [Kuli Tinta] Re: [nawala wajaseta] Re:
[Kuli Tinta] Kritis kok ditangkepi



--- Sukaton _ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Punten mang Gigih, mungkin headlinemu yang bikin
> orang salah persepsi duluan.
> Sebelum ngomong ngalor-ngidul gak keruan saya mau
> tanya sampeyan dulu, apa kriterianya ORANG KRITIS
> itu? apa yang selalu protes, banyak menunjukkan
> kejelekkan orang yang nggak disukainya, banyak
> cececuet kayak Mandra? atau yang banyak memberikan
> alternatif solusi tanpa perlu diekspose?
> Mungkin berangkat dari sini bisa diketahui mana yang
> kritis dan yang bukan.
> Dan setahu saya issue tentang penangkapan itu bukan
> masalah orang kritis atau tidak, bahkan Pak Marzuki
> sendiri telah memberikan penjelasan bahwa sebenarnya
> hanya akan meminta keterangan beberapa tokoh atas
> kasus KKN di jaman ORBA
>
> Sumuhun,

Cak Katon...

HL yang saya tulis itu sebenarnya merupakan HL yang
ada di banyak koran, suatu pagi. Kaget, kan, masa
orang kritis aja kok ditangkepi. Apa beda pendapat
sudah haram di negeriku ini, kan belum sampai begitu.

Rupanya, stelah isinya aku baca, maka antara HL dengan
isinya benar-benar jauh dari korelasi.

Rupanya, di judul itu sendiri ada dua komponen yang
dipaksa dengan sangat oleh para kulitintawan
(penguasaha koran dan mass media pada umumnya), yaitu
pertama adalah 'orang-orang kritis' dan 'ditangkapi',
yang dua-duanya, meski punya arti yang rada ada
benernya, tetapi kalau disatukan ya jadi bikin bingung
aku itu tadi.

Pertama, 'orang-orang kritis'.
Seolah-olah sudah jadi kesalahartian terhadap kata
ini, seperti bingungnya cak Katon di atas. Sekarang
ini, asal 'waton suloyo' terhadap arah yang diambil
oleh pemerintah disebut 'orang kritis'. Perkara itu
kritis beneran atau sekedar gemblung-gemblungan, ya
nanti saja. Toh pembaca koran akan lupa.

Kalau definisi itu yang dipakai, maka mau cari sak
cikrak, sebentar saja penuh, cak Katon. Media butuh
berita (karena koran tiba-tiba jadi begitu banyak
karena kemudahan SIUPP), sementara yang sedang antri
tiket untuk dilirik parpol juga sak dabreg. Lho, klop,
to?

Kedua, soal kata 'ditangkepi'.
Memang betul, banyak mereka yang sudah digelari 'orang
kritis' oleh kalangan mediawan ternyata tak bisa
menghindarkan dirinya dari kewajiban di muka hukum.

Tetapi, ternyata, bukan karena pernyataan pertama yang
'orang kritis' tadi mereka terpaksa dikenai pernyataan
kedua, 'ditangkepi'. Penyebab mereka ditangkepi
tersebut adalah sebab-sebab lain, yaitu dulu ketika ia
terlibat dalam sebuah kebijaksanaan.

Herannya, cak Katon, sebenarnya di koran tersebut
mengenai penyebab seseorang tersebut ditangkapi
(istilah yang terlalu ekstrim, sebeb sebenarnya hanya
sekedar akan dimintai keterangan) juga sudah ada.
Mengapa mereka harus memilih judul yang membuat
mislead seperti itu tadi.

Semoga tak ada niat lain di balik 'pengeliruan'
tersebut itu tadi. Bukankah pekerjaan kita masih
banyak dan berat?

Salam


=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get Yahoo! Mail - Free email you can access from anywhere!
http://mail.yahoo.com/

----------------------------------------------------------------------
--
Get a NextCard Visa, in 30 seconds!
1. Fill in the brief application
2. Receive approval decision within 30 seconds
3. Get rates as low as 2.9% Intro or 9.9% Fixed APR
http://click.egroups.com/1/6628/11/_/2462/_/963627638/
----------------------------------------------------------------------
--

Gak nguthik http://www.crosswinds.net/~suroboyo/mat.htm
duso berat, kuwalat, isok koyok jambu mente





->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke