>From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Thu, 13 Jul 2000 22:02:07 -0700 (PDT)
>
>
>Orang boleh berubah. Menjadi insyaf, barangkali.
>Tetapi posting yang saya tulis adalah mengenai antara
>'judul tulisan' di koran yang berbunyi (dan juga
>diramaikan) adalah 'Orang-orang Kritis Ditangkapi'.
>
>Hanya membaca judul saja, maka bisa-bisa kita sampai
>pada kesimpulan, bahwa si-penangkap tak ingin
>dikritisi. Padahal yang terjadi adalah, bahwa mereka
>ditangkap (atau apalah namanya) karena ada kasus yang
>harus mereka pertanggungjawabkan. Dan KASUS ITU SAMA
>SEKALI BUKAN YANG DIA KRITISKAN.
>
>Sebenarnya, tanpa kritis pun, mereka juga akan
>ditangkap. Mestinya, koran-koran tersebut, dan orang
>yang bikin ramai, memberi judul 'Yang Terlibat Yayasan
>di Jaman Orba dimintai keterangan'. Dengan membuat
>headline 'Orang Kritis Ditangkapi', maka orang akan
>menyangka, misalnya, Fuad Bawazier ditangkap karena
>suka menyerang pemerintah Gus Dur.
Poirot:
Ini juga yang saya sesalkan dari permainan judul
yang bisa mislead masyarakat. Saya setuju dengan
apa yang disampaikan di atas. Mestinya kritis
atau tidak bukan jadi penentu seseorang ditangkap,
tapi KKN-nya. Seseorang mungkin tersangkut KKN
di masa lalu, kemudian sekarang jadi kritis.
Mestinya media mendidik masyarakat...mengungkap
hal yang benar dalam kasus apa seseorang itu
ditangkap. KKN-nya atau kritisnya. Dengan begitu
masyarakat tidak akan membela orang yang keliru.
Kalau ditangkap krn kritisnya kan 'kita' juga tak
rela --ini namanya facist. Tapi kalau ditangkap
krn KKN-nya, kita dukung pemerintah.
Di sinilah letak peran penting media untuk tidak
membuat masyarkat mengalami "disinformasi". Media
harus jujur.
Wassalam,
+++Poirot
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!