Lho... yang di Pati itu mBah....

SD, SMP dan SMU tidak bisa sekolah dan orang tuanya sudah tideak
memiliki apa-apa lagi. Coba bayangkan, dosa macam apa (kalau
mengenal) yang telah dilakukan olah para perusak bejat itu? Kalau
memang dendam ya silahkan seperti Indian itu bertarung dengan satu
tangan saling terikat dan kemudian saling bunuh namun jangan
libatkan orang lain yang tidak tahu dhon...

Kemarin, hari minggu sekelompok anak mudah merusak mobil-mobl yang
pemiliknya sedang mengikuti misa di Gereja Kota Baru. Tujuannya
sudah jelas, kriwikan dadi grojogan seperti kasus Ambon itu.
Untung Yogya sudah dicobai berkali-kali namun tidak pernah
berhasil.

Ketika dua orang ditangkap mereka mengatakan bahwa mereka hanya
ikut-ikutan teman dan malu kalau orang tuannya sampai tahu. Mai
bilang apa kita kalau sudah seperti ini?



----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, July 18, 2000 6:14 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Pengamen Rohani dan Ambon


yang bener yang terputar faktanya, hingga kebalik.
aneh!
bahkan sangat aneh, diantara rekan-rekanku
yang dosen, ada yang mempostingkan dukungan, lho.
mendukung isi berita astari.net, yang menyataken,
sekarang unpatti (yang telah remuk gosong-porong)
oleh muslim.
kemudian ada usulan, agar UNPATTI dibubarkan saja
sekalian.
duh!
betapa anak-cucu harus nyaur utang 35 tahun lamanya,
untuk sebuah universitas yang gosong-porong!

soel-mamboe
-----------
----- Original Message -----
From: Irwan Hadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, July 17, 2000 6:20 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Pengamen Rohani dan Ambon


> At 02:50 PM 7/17/00 +0800, you wrote:
> >Saya ingin tahu, dimana letak anarki intelektualnya WAM dalam
postingnya.
> >Bukan mau belain bung WAM, hanya saya agak terusik dengan
komentar anda.
> >walaupun belum seperti rasa "terusiknya" orang tua saya, yang
saat ini
>
> Kalau saya hanya mikir gini
> ---------------
>  > Bahwa saya pernah mendengar, para pengamen rohani itu
sebenarnya
>  > sedang
>  > menyebarkan ajaran agamanya (mereka mengamen bukan untuk
mencari
>  > duit!),
>  > terserah mereka saja. Tapi, kalau sudah mulai berkampanye
untuk
>  > menjungkirbalikkan fakta kejadian di Ambon, itu yang tidak
benar.
>  >
>  > Saya lihat, tidak ada satu orang pun yang memberi uang kepada
>  > pengamen
>  > ini, yang kemudian turun di muka hotel Mandarain. Sebelum
turun, dia
>  > mengaku sebagai pengamen jalanan yang dibimbing oleh Iwan
Fals.
>  >
>  > Saya nggak tahu, apakah upaya pemutarbalikkan fakta Ambon ini
juga
>  > dilakukan di kota lain.
>  >
> -------------------------
>
> Yang kubu Islam bilang terjadi pemutar balikkan fakta
> yang kubu Kristen bilang terjadi pemutar balikkan fakta
> Jadi yang bener siapa ?
>
>
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!














->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke