On Mon, 17 Jul 2000, Daniel H.T. wrote:

> Ini rasanya akan menjadi debat kusir. Kalau Anda setuju bahwa di sana
> (Ambon) terjadi perang antargolongan agama. Maka berarti Anda setuju bahwa
> yg terjadi adalah saling menyerang dan saling bunuh di antara kedua
> kelompok. Yg disebut "saling" berarti kedua belah pihak ada korbannya. Tidak
> ada hanya satu pihak yg menjadi penyerang/pembunuh dan yg satu pihak lainnya
> lagi hanya menjadi korban melulu.

WAM:
Benar.
Dan dengan mengatakan bahwa di Ambon terjadi konflik bernuansa agama,
memutus kemungkinan debat kusir itu. Dan saya berkali-kali mengatakan hal
itu. Saya tidak mengatakan hanya orang Islam terbunuh di Ambon!
 
> Bung WAM mengatakan pengamen Ambon tadi (saya berpikir berani amat si
> pengamen itu berlaku demikian di atas bus?) memutarbalikkan fakta. Komentar
> yg sama akan mungkin terjadi kalau yg terjadi sebaliknya. Pengamennya
> kebetulan Islam, dan yg berada pada pihak WAM itu Kristen. Dia akan
> berkomentar pengamen tsb telah memutarbalikkan fakta. Jadi, kelihatannya
> unsur subyektif kental di sini.

WAM:
Ketika si pengamen (yang dari lagu-lagunya saya mengasumsikan beragama
Kristen) mengatakan bahwa di Ambon _orang Kristen tidak membunuh orang
Islam_ jelas sekali nuansa subyektifnya. Karena, semua orang tahu, itu
yang terjadi di Ambon. Kedua pihak saling berbunuhan. Ketika saya
mengatakan, itu pemutarbalikan fakta, jelas, saya tidak bertindak
berdasarkan subyektivitas. Wong jelas kejadiannya begitu kok. 

Berani benar?
Saya juga heran. Berani benar dia. Juga, tolol benar dia. Memangnya yang
di bis itu dianggap bego semua, nggak tahu informasi sebenarnya?
Yang jelas saya amat kasihan dengan ajaran Kristen, yang begitu diobral
murah di bis. Kalau saja hanya menyanyikan tentang perdamaian, saya masih
respek. Lha ini, mengkotbahkan tentang perdamaian, dengan memutarbalikkan
fakta yang jelas diketahui banyak orang. Bahkan orang Kristen sendiri
tidak bisa menolak bahwa di Ambon itu terjadi konflik antar penganut
agama. Dan semua jadi korban. Saya sepakat, kalau ada orang Islam bilang
_hanya orang Islam yang jadi korban_ itu juga pendapat bego. 

> Dari mana Anda begitu yakin bahwa si X atau si Y telah memutarbalikkan
> fakta? Dari berita di koran? Bagaimana bisa Anda mengatakan demikian kalau
> koran2 itu sebelumnya malah bertendensi juga subyektif? Mungkin akan lebih
> tepat jika Anda melihat secara langsung apa yg terjadi di Ambon dan
> sekitarnya. Anda mungkin harus berada di kubu yg satu selama beberapa lama,
> kemudian berada di kubu yg satunya lagi untuk masa yg lain. Sehingga
> mengetahui bagaimana pengalaman masing2 kubu.

WAM:
Bung, sekarang adalah jaman informasi. 
Tidak perlu mengalami sendiri untuk mengetahui apa yang sebenarnya
terjadi. Ada media yang dianggap _partisan_, dan pasti ada juga media yang
tidak partisan. Apakah anda akan membantah pula kenyataan bahwa di Ambon
itu konflik bernuansa agama? Artinya, kedua belah pihak bisa menjadi
korban hanya karena agamanya berbeda?
 


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke