----- Original Message -----
From: Irwan Hadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, July 17, 2000 4:20 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Pengamen Rohani dan Ambon


> At 02:50 PM 7/17/00 +0800, you wrote:
> >Saya ingin tahu, dimana letak anarki intelektualnya WAM dalam postingnya.
> >Bukan mau belain bung WAM, hanya saya agak terusik dengan komentar anda.
> >walaupun belum seperti rasa "terusiknya" orang tua saya, yang saat ini
>
> Kalau saya hanya mikir gini
> ---------------
>  > Bahwa saya pernah mendengar, para pengamen rohani itu sebenarnya
>  > sedang
>  > menyebarkan ajaran agamanya (mereka mengamen bukan untuk mencari
>  > duit!),
>  > terserah mereka saja. Tapi, kalau sudah mulai berkampanye untuk
>  > menjungkirbalikkan fakta kejadian di Ambon, itu yang tidak benar.
>  >
>  > Saya lihat, tidak ada satu orang pun yang memberi uang kepada
>  > pengamen
>  > ini, yang kemudian turun di muka hotel Mandarain. Sebelum turun, dia
>  > mengaku sebagai pengamen jalanan yang dibimbing oleh Iwan Fals.
>  >
>  > Saya nggak tahu, apakah upaya pemutarbalikkan fakta Ambon ini juga
>  > dilakukan di kota lain.
>  >
> -------------------------
>
> Yang kubu Islam bilang terjadi pemutar balikkan fakta
> yang kubu Kristen bilang terjadi pemutar balikkan fakta
> Jadi yang bener siapa ?
>
=======

Ini rasanya akan menjadi debat kusir. Kalau Anda setuju bahwa di sana
(Ambon) terjadi perang antargolongan agama. Maka berarti Anda setuju bahwa
yg terjadi adalah saling menyerang dan saling bunuh di antara kedua
kelompok. Yg disebut "saling" berarti kedua belah pihak ada korbannya. Tidak
ada hanya satu pihak yg menjadi penyerang/pembunuh dan yg satu pihak lainnya
lagi hanya menjadi korban melulu.

Bung WAM mengatakan pengamen Ambon tadi (saya berpikir berani amat si
pengamen itu berlaku demikian di atas bus?) memutarbalikkan fakta. Komentar
yg sama akan mungkin terjadi kalau yg terjadi sebaliknya. Pengamennya
kebetulan Islam, dan yg berada pada pihak WAM itu Kristen. Dia akan
berkomentar pengamen tsb telah memutarbalikkan fakta. Jadi, kelihatannya
unsur subyektif kental di sini.

Dari mana Anda begitu yakin bahwa si X atau si Y telah memutarbalikkan
fakta? Dari berita di koran? Bagaimana bisa Anda mengatakan demikian kalau
koran2 itu sebelumnya malah bertendensi juga subyektif? Mungkin akan lebih
tepat jika Anda melihat secara langsung apa yg terjadi di Ambon dan
sekitarnya. Anda mungkin harus berada di kubu yg satu selama beberapa lama,
kemudian berada di kubu yg satunya lagi untuk masa yg lain. Sehingga
mengetahui bagaimana pengalaman masing2 kubu.

Catatan:
Yg saya sebutkan dng "Anda" di sini adalah dlm pengertian umum. Bukan
ditujukan kpd Sdr. Irwan Hadi.






->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke