Bung AH betul...
Memang di Amerika pun tidak boleh ada 'santunan pribadi' yang
sifatnya macam-macam, kepada presiden atau staf negara yang lain.
Karena itu bisa jadi berbahaya...
Tapi setahu saya juga (LAGI, SETAHU SAYA)...
Kalau itu terjadi di Amerika, hanya disuruh diserahkan ke negara
dan bukannya sampai impeachment segala...
Salam,
:WS:
> Mas Aswat,
> Sorry nih. Apakah anda tidak sedikit kepleset disitu ? Jalan pikiran
seperti
> yang anda sebutkan itu barangkali sudah lama ditinggalkan di negara-negara
> yang sudah teratur. Bahaya sekali.
>
> Jadi nanti presiden bisa mendapat sedekah privat dari pribadi ini pribadi
> itu. Perusahaan ini perusahaan itu. Lalu gubernur dapat sumbangan privat
> dari Sinar Mas dan Caltex. Gubernur Jawa Timur dapat sumbangan privat dari
> Maspion. Gubernut Irja mendapatkan zakat dari Free Port. Semuanya
diberikan
> dengan IKHLAS tanpa pamrih apapun.
>
> Orang sekarang, sudah sulit percaya pada dongeng-dongeng ikhlas semacam
itu,
> mas. Kalau di Amerika hadiah seuntai kalung pada presiden pun mesti di
> kembalikan kepada negara ! Apalagi zakat satujuta dollar. Saya ingat ,
> bagaimana ekonom kita Dr. Syahrir amat prihatin dengan alasan privat
> tersebut.
>
> Salam,
> Abdullah Hasan.
>
>
>
>
>
> ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--