On 2003.10.09_09:52:22_+0000, Iwan Sulistyawan wrote: > Daripada diganti hardisk baru.. Mendingan hardisk barunya buat tambahan > aja...
setuju. beberapa harddisk ukuran M, lebih baik daripada satu harddisk ukuran XL. untuk mail server yang sibuk, sangat disarankan. :) saran di bawah ini, menganggap harddisk lama tetap dipergunakan. > Terus pindahin directory mailbox atau vpopmailnya ke hardisk baru... > Jadi hardisk lama isinya qmail + OS, hardisk baru isinya vpopmail dan > mailbox user.. apabila load mail tinggi, bisa dipertimbangkan untuk memisahkan qmail, misalnya khusus /var/qmail/queue di harddisk yang lebih cepat, terpisah dari harddisk di mana partisinya dipergunakan untuk /var/qmail dan logging (/var?). > Tahap persiapan.. > 1. Siapin MX2 sementara MX1 nya mau di maintenance... Perpanjang queue > life timenya (seperlunya aja) default queuelifetime adalah 604800, atau seminggu, jauh lebih panjang dari waktu yang dibutuhkan untuk memasang harddisk dan melakukan maintenance... saya ingat di mailing list qmail pernah terjadi perdebatan mengenai penggunaan secondary mail server (menggunakan istilah di atas, MX2). pada dasarnya secondary mail server tidak diperlukan, karena mail server yang telah dikonfigurasi dengan baik akan mencoba melakukan queue terhadap mail yang servernya untuk sementara tidak dapat dijangkau. lebih dari itu, secondary mail server akan menciptakan semacam false sense, di mana mail server penerima yang tidak menerima mail sementara waktu, dianggap telah menerimanya. well, kalau tetap mau pake MX2, bisa menggunakan server yang light load untuk menampung mail sementara waktu, bila tidak dapat ditemukan mesin nganggur yang bisa dipakai. Karena pada dasarnya mail server ini sifatnya light load, dan sementara saja. YMMV. > 3. kalau bisa format hardisk baru di komputer linux lain. format dgn > file system yg mau dipake (misal ext2 atau ext3 or whatever). Ini untuk > mempersingkat downtime. Toolsnya pake fdisk, dan mkfs kang.. RTFM!!.. tidak diperlukan. harddisk dapat dipasang pada mail server yang production. nyalakan, pastikan hdnya kedetect, login, fdisk, bikin filesystemnya, lalu mount. > Tahap pelaksanaan > 1. matiin mail server, pasang hardisk barunya.. > 2. hidupin ke single user mode aja. tidak perlu. langsung ke multiuser. stop service qmail-send, dan pop3. qmail-smtpd boleh tetap nyala. keuntungannya, mail tetap dapat diterima, tapi akan diqueue. Tujuannya untuk mencegah modifikasi ke direktori pada user virtual domain saat mail user dipindahkan. persiapkan partisi, bikin filesystem, mount. pindahkan direktori /home/vpopmail (or whatever) ke partisi baru. unmount, dan mount kembali partisi yang bersangkutan ke /home/vpopmail. lakukan langkah yang sama untuk partisi lain. ingat jangan pindahkan /var/qmail/queue, karena akan membuat queue-nya rusak. start kembali service yang dimatikan di atas. lihat queue mulai dikosongkan, user bisa pop lagi, dan fungsi lainnya. -- H. D. Lee -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

