On Sat, 9 Aug 2003, adwin wrote:

> Romi Satria Wahono wrote:
> 
> > Saya pikir sinergi dengan pengembangan software dalam negeri, dengan adanya
> > UU HAKI, diharapkan penulis-penulis Indonesia juga bisa muncul. Dan sama
> > juga dengan software, ini juga perlu prose dan waktu. Nggak adil kita
> > toleran untuk waktu  pengembangan software, tapi kita pingin cepet untuk
> > penulisan buku ;-)
> > 
> > Mudah-mudahan UU HAKI ini adalah suatu pertunjuk dari yang DIATAS kepada
> > republik ini untuk mengakselerasi SDM-SDM tangguh, yang tidak hanya seneng
> > jadi user, tapi juga expert dan jadi creator.
> > 
> > Regards,
> > -----
> > Romi Satria Wahono
> > http://ilmukomputer.com
> 
> --> masalahnya kalau nungguin pengarang indonenesia nulis buku 
> bagus...lama .. padahal mahasiswa-2x butuh bukunya :)
> (dan ingat jg kualitas buku2x IT di indonesia masih kurang, cuma 
> beberapa pengarang yg bisa nulis buku bagus .. ya yang itu-itu aja yg nulis)
> ALternatif lain ya translate buku2x asing ke bhs indonesia ...
> 
> ./me
> adwin

Dosen saya kemarin baru kembali dari India. Disana dia baru tau kalau 
buku-buku Prentice Hall dan yang lain itu dijual murah, karena India sudah 
punya perjanjian dengan penerbitnya. Kalau dirupiahkan, lebih murah dari 
versi fotokopinya (harga biasa). Indonesia kapan yah bisa begitu?

Anggota MPR kita bukannya mikirin masalah bangsa, eh malah ber-limousine 
ria di Paris bareng keluarga masing-masing (menghambur-hamburkan duit 
rakyat)


--
Donny Kurnia  --  13500021
Software Engineering and Information System Laboratory
Department of Informatics Engineering
Bandung Institute of Technology



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke