Made Wiryana wrote:

Daripada bayar lisensi terus (walau murah) bukannya lebih baik lembaga
pendidikan "patungan" terus bayarin "the best developer in Indonesia" utk
mengakselerasi pengembangan perangkat lunak yg Open Source sehingga bisa
mememnuhi kebutuhannya.
Misal modalin atau nyeponsorin mahasiswa/developer yg mau ngoprek
OpenOffice/Koffice/ dsb... biar makin cepet perkembangannya.
Toh akhirnya semua sama-sama untung.  Atau karakter kita yg lebih suka
"untung" dipek dewe

IMW


--> setuju ;)
semoga dengan ada nya UU HAKI, programmer2x indonesia bisa bikin software sendiri ... walaupun ngga open source, setidak2xnya bisa dibikin dengan harga murah (sesuai kocek org indo lah)...
paling ngga, IT di indo maju lah...ngga terbelakang...


Oh ya, apa pemerintah indonesia sudah menyiapkan subsidi untuk buku2x text book untuk universitas ? Soalnya dengan ada UU HAKI, mau ngga mau buku2x milik perpustakaan harus asli donk...kalau ini kan repot...
1 bukunya aja harganya lebih dr 100rb Rp, sedang kalau mau nunggu penulis indonesia menulis buku tsb, ya lama ... kalau mau cari di internet ... juga aga repot (disamping pulsa & internet mahal dan lelet banget)....
Selain itu kemampuan mahasiswa indonesia untuk beli buku2x luar juga terbatas ... ga semuanya mampu....
Atau sudah ada solusi untuk hal ini ?


./me
adwin






--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]



Kirim email ke