On Fri, 2004-06-11 at 12:30, Frans Thamura wrote:
> Setelah saya lihat perkembangan beberapa hari ini, dan bulan inijuga :)
> 
> Saya melihat Sun agresif sekali di komunitas, baik itu Java dan Linux.
> 
> Malah yang inisiatif nge IGOS itu Sun, wlaaupun sebagai tech partner.
> 
> saya mliehat, kalau ini dibiarkan terus, bisa bisa negara ini semuanya 
> NgeJava Desktop System.
> 
> nah jadi saya berpikir OS for Indonesia itu apa yah?
> 
> FEdora, MAndrake,
> 
> saya lhat bisa jadi goverment lebih suka pakai JDS.
> 
> seperti yang kejadian di China.
> 
> kenapa?
> 
> karena komunitas Linuxnya kurang kuat, dan kompak, jadi kharismanya 
> kalah sama yang peruszahaan.
> 
> ada yang mau comment?

Ini saya punya teori konspirasi....
Solaris kan mau di-open-source-kan ( walau belum tahu lisensinya apa ).
JDS itu cuma desktop doank.... Jadi lah Sun membujuk Indonesia untuk
menggunakan Solaris sebagai server-nya.... ( kan Solaris opensource,
begitu argumen Sun ). Ok, INdonesia setuju.... Terus... karena Solaris
opensource, banyak pihak yang coba untuk memperbaiki kinerja Solaris di
platform x86. Setelah sekian "waktu", akhirnya Sun mem-port JDS-nya ke
Solaris.... Akhirnya Indonesia Goes Solaris.... 

Aktivis Linux gigit jari.... 


Ini komentar saya:
masih mending lah daripada Indonesia goes Microsoft. 

>OS indonesia itu apa? 
Kan katanya mau buat distro ( berbasiskan Fedora yah? ) linux baru yang
"berbau" indonesia.

>Komunitas linux kurang kuat?
Gelap......

Yah, semoga Novell dan Redhat mau buka cabang di Indonesia supaya
pilihan ( linux komersial ) nya bukan cuma Sun.  



-- 

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke