> Pak Frans, perkenalkan diri saya ini, sebagai orang yang melihat negeri
> tercinta ini dari luar ...

met kenalan juga :)

>
> Untuk sementara ini, mungkin belum terlalu penting, apa itu Java atau
> Linux. Hal yang patut dilihat dari Indonesia adalah, konsistensi apa
> yang sudah diucapkan. IGOS adalah suatu inisiatif yang patut diacungi
> jempol, baik dan perlu kita dukung.

emang, tetapi IGOS kan seperti kerajaan sendiri, saya aja ngga ada yang
kenal, Pak Rus mungkin yang ada disana pada kenal. :)

Setahu saya orang eBDesk yang bercokol kuat, sampai minta jadi pembicara
open source segala.

> Apa ini cuma omong doang ... Saya harap tidak seperti itu ... !

Ini yang diributkan, negara kita terkenal karena banyak orang pemerintah
yang omong doang.

> Apakah Java sudah diklasifikasikan Open Source Software ?

belom, :( hick hick, hidup didunia banci :(

posisi java didunia open source, agak aneh, mungkin Pak Toosa juga bisa
bantu, wong beliau juga buka usaha di Java :)

saat ini mungkin kata yang tepat adalah endoresment technology.


> Saya rasa belum ... (kalau saya tidak salah baca dan dengar ... )

memang, banyak yang ngga percaya dengan open source tuh di sana, karena
open source udah jadi banyak agenda kepentingan bisnis.

jadi saya pikir open source dan sosialis capitalis sudah jadi satu :)

> Coba lihat sumber bangsa sendiri.
>
> Ada WinBI, ada Trustix Merdeka, dan ada RimbaLinux.
> WinBI, kalau tidak hati-hati ... bisa-bisa di utak-utik sama Microsoft
> karena pake terminologi "window" atau "windows" ...

Saya malah ngga setuju, pakai itu, karena dari pengalaman buat open
source, negara indonesia itu paling kurang commitmentnya, kalau misalnya
server IGOS pakai WinBi, masih ok, karena hosting web simple, tetapi untuk
yang lebih serius ngga deh, saya mah mendingan pakai Fedora, walaupun
lebih jelek.

Saya rasa daripada buat distro, mendingan ngeDebian aja. Contoh gerakan di
UI oleh Pak Ibam bagus tuh.

daripada jadi kepala ayam, mendingan jadi salah satu bagian dari naga.
sisiknya juga ngga apa2.


> RimbaLinux, baru saja saya upload link-nya ke IOSN, dan ternyata admin
> mereka pun cukup tanggap setelah diberitahu oleh saya ...

wah baru tahu nih, rimba linux, backingnya siapa yah. :)

>
> Saya, secara pribadi, pilih satu diantara tiga itu untuk didukung oleh
> Industri di Indonesia. Ajak Industri untuk patungan mengembangkan salah
> satu distro Linux diatas. Lihat contoh, bagaimana OSDN - Open Source
> Development Network didukung oleh perusahaan-perusahaan besar di US.

saya tunggu gerakan relationship management dari para distro ini,
pengalaman saya, berat jack, harus agresif juga mereka agar bisa bersaing.

kenapa ngga join asianux.

> Saya memimpikan ada BSA (Business Software Alliance) di Indonesia.
> Kalau mau jahil mengusik penggunaan Linux, laporkan saja perusahaan-
> perusahaan pemerintah, ataupun BUMN yang diketahui menggunakan produk M$
> bajakan. Kalau di MY sini, siapa yang melaporkan, dijamin rahasianya
> dan mendapat 20.000 RM (kira-kira 44 juta Rp). Wow ...

BSA udah ada tuh, tetapi BSA, Aspiluki itu di Indonesia dianggap identik
dengan M$.

Inget omongan Pak Djarot, selaku ketua Aspiluki, hati hati menggunakan
product Open Source, kalimatnya netral sih, tetapi terlihat dukungan ke
open source kurang jack.

> Itu saja pak Frans ....
> Untuk itu, kita dukung BSA, kalau perlu pemerintah pun mendukung operasi
> BSA di negeri ini ... Dijamin, Linux menjamur ... :-))

Dukung BSA = dukung M$ jack.

harus kuat team linux indonesia berpolitik di kancah politik dimana M$
bercokol, karena selain pemain lama, dia juga duitnya gede jack.

-- 

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke