On Saturday 12 June 2004 04:27 am, Akbar wrote:
> On Fri, 2004-06-11 at 12:30, Frans Thamura wrote:
> > Setelah saya lihat perkembangan beberapa hari ini, dan bulan inijuga :)
> >
> > Saya melihat Sun agresif sekali di komunitas, baik itu Java dan Linux.
> >
> > Malah yang inisiatif nge IGOS itu Sun, wlaaupun sebagai tech partner.
> >
> > saya mliehat, kalau ini dibiarkan terus, bisa bisa negara ini semuanya
> > NgeJava Desktop System.
> >
> > nah jadi saya berpikir OS for Indonesia itu apa yah?
> >
> > FEdora, MAndrake,
> >
> > saya lhat bisa jadi goverment lebih suka pakai JDS.
> >
> > seperti yang kejadian di China.
> >
> > kenapa?
> >
> > karena komunitas Linuxnya kurang kuat, dan kompak, jadi kharismanya
> > kalah sama yang peruszahaan.
> >
> > ada yang mau comment?
>
> Ini saya punya teori konspirasi....
> Solaris kan mau di-open-source-kan ( walau belum tahu lisensinya apa ).
> JDS itu cuma desktop doank.... Jadi lah Sun membujuk Indonesia untuk
> menggunakan Solaris sebagai server-nya.... ( kan Solaris opensource,
> begitu argumen Sun ). Ok, INdonesia setuju.... Terus... karena Solaris
> opensource, banyak pihak yang coba untuk memperbaiki kinerja Solaris di
> platform x86. Setelah sekian "waktu", akhirnya Sun mem-port JDS-nya ke
> Solaris.... Akhirnya Indonesia Goes Solaris....
>
> Aktivis Linux gigit jari....
>
>
> Ini komentar saya:
> masih mending lah daripada Indonesia goes Microsoft.

Itumah sama aja lepas dari mulut harimau masuk ke perut buaya

> >OS indonesia itu apa?
>
> Kan katanya mau buat distro ( berbasiskan Fedora yah? ) linux baru yang
> "berbau" indonesia.
>
> >Komunitas linux kurang kuat?

Bisa jadi orang Indonesia kan percayanya kalo bikinan luar

> Gelap......
>
> Yah, semoga Novell dan Redhat mau buka cabang di Indonesia supaya
> pilihan ( linux komersial ) nya bukan cuma Sun.


-- 

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke