Nah, yang jadi problem kan sebetulnya vendor hardware yg bersangkutan. Masih ada aja vendor yang hari gini tidak menyediakan driver Linux. Padahal utk windows, mereka paksa-paksain ngikutin formatnya microsof.
Driver di linux bahkan banyak yg di buat lewat jalan lain oleh orang-orang baik di luar sana, ketimbang nungguin vendor bikin driver. Mungkin sudah saatnya kita juga populerkan utk mendonate project2 opensource. Sebagai balas jasa kita kepada mereka. On Nov 12, 2007 6:27 PM, Stefanus Wardoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Yahya, > > saya juga pengguna linux (saat ini menggunakan Ubuntu 7.04), walau terus > terang tulis email ini dengan Thunderbird di atas Windows XP :) > > Tapi saya ingin menanggapi tulisan bapak, > Harus saya akui, bahwa kesulitan utama di Linux adalah driver pak. > Kalau anda bilang Driver printer dan device terbaru sudah ada di linux, > saya sangat kesusahan pak pada waktu membeli printer Epson Stylus C58 > (pada saat itu baru saja di release). > > Saya coba posting di Linuxquestions.org > akhirnya....saya yg tanya...saya yg jawab-jawab sendiri... > > kenapa ? krn usut punya usut, katanya printer Epson jenis itu hanya > dipasarkan di beberapa negara asia (kalau ga salah Thailand dan Indonesia) > dan di Indonesia, kebanyakan kita adalah follower....jarang sekali yg > develop driver. > > Saya tidak mengada-ada, anda bisa cek thread nya di sini : > http://www.linuxquestions.org/questions/linux-hardware-18/epson-stylus-c58-linux-driver-480930/ > > Selain itu, sampai sekarang InfraRed di laptop saya, Toshiba Portege > M100, sampai detik ini masih juga belum bisa jalan di Linux pak, dan > sudah divonis TIDAK AKAN BISA oleh milis Toshiba Linux User...sehingga, > akhirnya, > kalau saya membutuhkan IR untuk transfer foto dari HP saya (dimana saya > sangat membutuhkan untuk pekerjaan saya), terpaksa saya masuk di > Windows....... > > Juga masalah program....harus diakui pak, bahwa program-program third > party, majority masih menggunakan Windows, sehingga susah di porting ke > Linux. > Program-program tersebut bagi saya sangat penting, diantaranya : > - Online Catalog dari vendor, dimana pekerjaan saya sangat membutuhakan > program tersebut....only running di Windows > - Software Online Trading saham (apapun macamnya) kebanyakan semua masih > jalan only under windows..... > > kalau untuk kepentingan Office dan Multimedia standar...memang Linux > sudah sangat cukup pak. > tapi menjadi maslaha kalau kita menggunakan komputer sesuai dengan > kebutuhan kita masing-masing. > > Jadi menurut opini saya agar Linux dapat diterima oleh semua pihak ada > beberapa yg harus terjadi : > 1. Linux dapat menggunakan SEMUA driver Windows (semacam ndiswrapper > untuk wifi driver) > 2. Linux dapat menjalankan SEMUA program yg dibuat diatas Windows (bukan > emulasi seperti Wine, crossover office, Cedega, dan juga bukan PC > Simulation seperti QEMU) > > denger-denger di KDE versi terbaru, usulan saya yg no 2 diatas sudah > dibicarakan ???? > > comments please... > > ================================= > Beli mainan/anting di pasar murah, > Mau domain/Hosting, di GUA aja !!! > ================================= > > Best Regards, > Stefanus Wardoyo > +62-81-23571431 > +62-31-70598579 > Mail me at: > [EMAIL PROTECTED] > [EMAIL PROTECTED] > Personal Website : > http://stefanus.wardoyo.web.id > --------- > GOD BLESS > --------- > > > > > Yahya Kurniawan wrote: > >> KR ... oh ... KR, kayaknya koran lokal Yogya ini kurang pro Open Source. > >> http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=140087&actmenu=36 > >> > > > > > >> Yang dikutip pernyataan dari ketua Apkomindo DIY lagi ... > >> Saya berencana menulis di Pikiran Pembaca KR untuk menyatakan > >> > > ketidaksetujuan atas pernyataan2 itu. > > > > > > > > Akhirnya, surat keberatan saya dimuat di Pikiran Pembaca KR. > > Berikut isinya: > > > > Tanggapan Berita "Wujudkan 'Be Legal' Jual-Gunakan Software" > > > > Menanggapi berita yang dimuat di KR edisi Rabu, 31 Oktober 2007, saya > > sebagai salah satu aktivis pengguna Linux dan perangkat lunak Open Source > > ingin mengungkapkan beberapa keberatan atas pernyataan Bp. Hadi Santono > > sebagai ketua Apkomindo DIY yang dikutip oleh KR. > > Beberapa pernyataan tersebut adalah sebagai berikut: > > > > 1. Karena sifatnya yang non-komersial, sehingga terkesan dikembangkan > > 'seadanya', dan terhambat oleh keterbatasan dana dan pengembangan masih > > terbatas pada hobby saja. > > > > Tanggapan saya: pengembang open source tidak selalu identik dengan proyek > > hobby dan karena itu mengembangkan piranti lunak secara seadanya. Banyak > > bukti yang menunjukkan bahwa piranti lunak open source memiliki kualitas > > yang jauh lebih baik dibandingkan dengan piranti lunak proprietary. Salah > > satu contoh yang dapat diberikan adalah web server Apache (open source) yang > > jauh lebih banyak digunakan daripada web server IIS produk Microsoft > > (sumber: netcraft.com). Bahasa pemrograman web PHP jauh lebih populer > > dibandingkan dengan ASP. Bahkan situs resmi KR (kr.co.id) juga berjalan di > > atas web server Apache yang diperlengkapi dengan skrip PHP. Tentunya KR > > tidak mau situs resminya dijalankan di atas piranti lunak yang dikembangkan > > seadanya, bukan? > > > > 2. Di lapangan, para pengguna (user) banyak menghadapi kendala, tetapi tidak > > tahu ke mana harus meminta dukungan teknis karena memang tidak ada. > > > > Tanggapan saya: Linux dan piranti open source justru memiliki pendukung yang > > paling banyak di dunia. Hampir di setiap kota besar ada komunitas Linux yang > > siap untuk memberikan dukungan teknis, di samping itu kini telah banyak > > media dan perusahaan yang khusus bergerak di bidang Linux. Silakan lihat di > > www.linux.or.id. Dari sisi sebaliknya, apakah benar pengguna piranti lunak > > proprietary yang membeli secara resmi tidak mendapatkan kesulitan untuk > > meminta dukungan teknis? Apakah pengguna Microsoft di Yogya dapat dengan > > mudah mendapatkan dukungan teknis, sementara tidak ada kantor cabang > > Microsoft di Yogya? > > > > 3. Tidak tersedia driver yang cocok, program yang sudah usang, maupun > > perkembangan hardware yang sedemikian cepat tidak dapat diimbangi oleh > > program open source. > > > > Tanggapan saya: Linux dan piranti lunak open source justru merupakan piranti > > lunak yang paling cepat dan up to date perkembangannya. Masalah driver, > > hampir semua perangkat keras model baru dapat dikenal di Linux, termasuk > > WiFi, printer, dan VGA Card yang notabene paling cepat perkembangannya. > > Sementara itu banyak program yang dapat menyaingi bahkan menggantikan > > program-program aplikasi proprietary, seperti Firefox yang dapat > > menggantikan IE dan OpenOffice yang dapat menggantikan Microsoft Office. > > Jadi program-program di Linux sama sekali tidak bisa dibilang usang. > > > > Demikian sedikit unek-unek dan tanggapan saya, semoga ini dapat meluruskan > > kembali stereotype yang salah mengenai piranti lunak open source. > > Kami juga mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai > > event-event tentang Linux dan piranti Open Source agar pemahaman tentang > > Linux makin bertambah dan dengan demikian mempermudah proses migrasi ke Open > > Source. > > > > Regards, > > > > Ir. Yahya Kurniawan > > ===================== > > Penulis Buku Komputer > > y4hy4.blogspot.com > > ===================== > > > > > > > > > > > > > > > > -- > Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis > > -- Warm Regards, Yusuf Kurniawan (L)MigrasiLinux www.migrasilinux.com YM Support : [EMAIL PROTECTED] Info Center : 021 - 71130170 -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

