IMHO, kalau boleh sumbang pikiran ... Linux adalah mengenai KENIKMATAN ... entah kenikmatan berbagi, kenikmatan karena kita mempunyai kendali ke program yg ada di tangan kita ...
Dulu kita memilih Linux ya karena emang kita menyukainya. Kalau sekarang kita memasuki wilayah perbatasan, berbenturan dengan pangsa pasar Microsoft --- ya wajar aja mereka "merasa diserang" ... Cuma kita harus tetap dalam posisi tidak menyerang :D Kita hanya membebaskan orang-orang, memberi kesempatan mereka memilih ... Jadi jangan sampai terjebak ke "trap" perang ini. Karena kalau udah perang, jadinya akan menjadikan kita mendapatkan TENSE (ini bahasa di buku Emotional Quotient). akhirnya kita bisa-bisa LELAH. Gak menikmatinya, padahal orang-orang yg merasa kita memangsa pasar mereka, bisa bayar siapa aja, media apa aja, pejabat mana aja (yg mau dibayar) ... Karena ya itu, Linux adalah sesuatu untuk dinikmati ... maap kalau gak nyambung. Tapi bareng anak-anak Linuxlah, saya bisa menikmati ngoprek bareng ... Di antaranya saya posting di sini : http://ekobs.multiply.com/journal/item/16/Rapat_dini_hari_Sabtu_10_Nopember_2007 Dulu sich bermalam-malam gini waktu mahasiswa dulu ... ngadain Camp, di tangkuban perahu, di puntang, di papandayan dll :D Saya kira, media akan melihat sendiri kok kalau kita menikmati Linux ini ... -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

