Bro William yang baik,

Seorang arahat sudah melihat dunia tidak seperti yang kita lihat.  
Seorang arahat 'katanya' melihat semua dengan apa adanya tanpa  
asosiasi dengan dirinya, karena memang sudah tidak ada  si 'aku' lagi.

Karena sudah melihat apa adanya, tanpa kemelekatan, tiada lagi  
keinginan2x pemuasan indria, misalnya nonton film untuk pemuasan indria.

Tentang emosi, kita ambil contoh marah yah. Katanya arahat sudah  
tidak mengikis lobha, dosa, moha. Kemarahan adalah bentuk dari lobha/ 
kebencian. Kebencian itu muncul karena ada sesuatu yang tidak sesuai  
dengan apa yang diinginkan oleh diri kita. Itu sendiri bisa terjadi  
karena ada diri/aku. Si 'aku' itu sudah tidak ada lagi bagi seorang  
arahat.
Contoh lainnya juga adalah rasa takut. Takut itu sendiri merupakan  
mekanisme bertahan bahwa si 'aku' terancam eksistensi-nya. Kalau  
tidak ada 'aku' tidak ada rasa takut lagi.

Mungkin seperti neo melihat matrix, hanya kode-kode saja. Mungkin  
demikianlah seorang arahat melihat semua hanya fenomena dan kombinasi- 
kombinasi saja.

Sati,
Sumedho

On Jun 16, 2007, at 7:47 AM, w_lodiman wrote:

> Kalau Arahat pasti gak mau nonton film ya?
> Kalau Arahat juga sudah pasti gak punya emosi ya? (dari posting yang
> lain disebutkan secara tidak langsung bahwa seorang Arahat pasti tidak
> akan "terpengaruh" karena efek di luar dirinya, dalam hal tersebut
> disebutkan mengenai tontonan..)
>
> Mohon pencerahannya...
>
> Terima Kasih.
>
>
> Best regards,
> William
>
> --- In [email protected], Sumedho Benny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Mungkin nga ada yang berani ambil 'resiko' melecehkan arahat kali.
>>
>> Nga usah jauh2x nonton film horor, kalau bisa diajak nonton film saja
>> sudah pasti bukan arahat.
>>
>>
>> Sati,
>> Sumedho
>>
>
>
>
>
> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
>
> ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
> Yahoo! Groups Links
>
>
>

Kirim email ke