Menurut cerita Ajahn Brahm yg diceritakan oleh temannya dan lantas beliau ceritakan kembali dlm buku Mindfulness....(hehehe...jangan bingung ya).
Dlm diri setiap manusia dpt diumpamakan ada paku2 atau duri2 tak kasatmata. Ada manusia2 tertentu yg memiliki duri2 yg panjang2 nan tajam2. Kita dpt merasakan kehadiran manusia jenis ini tatkala kita merasa tidak nyaman berada di dekatnya, merasa takut atau terintimidasi oleh kehadirannya. Ada jenis manusia yg memilik duri yg cukup panjang dan tajamnya pun sedang2 saja. Manusia jenis ini cukup hangat dan menyenangkan. Akan tetapi, ketika kita ingin beringsut mendekat kepadanya, maka kita bisa terluka oleh duri2nya. Ada mansuia yg memiliki duri2 yg pendek2 dan tumpul. Ini adalah jenis manusia dgn hati yg hangat dan senyum yg cerah. Kita senang berada di dekatnya dan dpt berakrab ria dgnnya. Pun begitu, kalau kita bergerak terlalu dekat, kita masih mungkin terluka oleh duri2nya. Nah, seorang Arahat adalah manusia yg tidak memilik satu pun duri di dlm dirinya. Seorang Arahat ibaratnya empuk dan hangat (hehehehe...agak kurang ajar, tetapi benar). Orang bisa berada di dekatnya dgn nyaman sekali, tanpa berjarak dan tanpa perlu takut terluka. Seorang Arahat ibaratnya adlah seorang kakek spiritual yg tak memilik jejak kemarahan apa pun dlm dirinya. Orang akan selalu merasa tentram dan nyaman dan tak ingin beranjak dari sampingnya. Salam Chuang Sudah baca novel ABG Buddhis? http://trioratana.blogspot.com ----- Original Message ----- From: "w_lodiman" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Saturday, June 16, 2007 7:47 AM Subject: [MABINDO] Re: Kesempatan Langka > Kalau Arahat pasti gak mau nonton film ya? > Kalau Arahat juga sudah pasti gak punya emosi ya? (dari posting yang > lain disebutkan secara tidak langsung bahwa seorang Arahat pasti tidak > akan "terpengaruh" karena efek di luar dirinya, dalam hal tersebut > disebutkan mengenai tontonan..) > > Mohon pencerahannya... > > Terima Kasih. > > > Best regards, > William >
