masuk angin, batuk pilek, ke ujan-an melulu seeh
-----Original Message-----
From: Adi Wisaksono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Friday, November 17, 2000 3:09 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [mancing-l] Bukan Film India Nyanyi2..
Lha orangnya mana ????? Nggak pada muncul lagi gini kok.... Kenapa ya ????
At 08:45 PM 11/15/00 +0700, you wrote:
>Buat yang seneng nonton film kuno, biasanya Aiz, Wirda dan konco2 yang lain,
>gratis kok kalau anda suka datang aja langsung.....dan yang ini film India
>yang enggak pake nyanyi2 kata yang punya gawe.
>
>
>-----Original Message-----
>From: Adi Wisaksono <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Wednesday, November 15, 2000 7:17 PM
>Subject: Re: [mancing-l] Bukan Film India Nyanyi2..
>
>
> >Ini ditujukan kepada siapa sih Oom Marno ????
> >
> >At 02:05 PM 11/15/00 +0700, you wrote:
> >>Dengan senang hati, BENTARA BUDAYA JAKARTA mengundang
> >>bapak/ibu/rekan-rekan untuk hadir dalam acara BBJ Putar Film yang akan
> >>mengetengahkan :
> >>Trilogi Satyajit Ray.
> >>
> >>Acara tersebut akan berlangsung pada:
> >>
> >>Hari/tanggal : Senin-Rabu, 20 s/d 22 November 2000
> >>Waktu : setiap pukul 16.00 dan 19.30
> >>Tempat : Galeri Kanan Atas
> >> Bentara Budaya Jakarta
> >> Jl Palmerah Selatan 17, Jakarta Pusat
> >>
> >>
> >>Jadwal :
> >>Senin (20 Nov.2000)
> >>16.00: Pather Panchali
> >>19.30: Aparajito
> >>
> >>Selasa (21 Nov.2000)
> >>16.00: The World of Apu
> >>19.30: Pather Panchali
> >>
> >>Rabu (22 Nov.2000)
> >>16.00: Aparajito
> >>19.30: The World of Apu
> >>
> >>Satyajit Ray (1921 - 1922)
> >>Nama sutradara India ini boleh disejajarkan dengan nama sutradara-
> >>sutradara terkemuka di dunia. Bila kini sudah banyak sutradara Asia
> >>yang mampu menerobos dominasi barat, maka pada zamannya Satyajit Ray dan
> >>Akira Kurosawa dari Jepang saja yang berhasil mendapat pengakuan dunia.
> >>Puncak pengakuan terhadap Ray adalah Piala Oscar Kehormatan atas
> >>penguasaannya atas seni film dan untuk pandangan kemanusiaannya.
> >>Satyajit Ray lahir dari keluarga yang tersohor dalam bidang seni dan
> >>sastra di Bengali. Tahun 1940 setelah lulus universitas dalam bidang
> >>eksakta dan ekonomi, ia masuk sekolah terkenal yang didirikan oleh
> >>Rabrindranath Tagore di Santiniketan. Tagore dikenal pula sebagai tokoh
> >>yang menumbuhkan renaissance kebudayaan India. Tokoh ini pula yang sangat
> >>mempengaruhi Satyajit Ray dalam karier selanjutnya di bidang film.
> >>Tahun 1942 Ray ke Calcutta. Sepuluh tahun berikutnya ia bekerja sebagai
> >>art director pada sebuah perusahaan periklanan Inggris. Dalam waktu
> >>luangnya ia menulis skenario film. Salah satunya adalah adaptasi dari
> >>novel Tagore berjudul Ghare Baire. Skenario ini ditolak produser karena
> >>Ray menolak melakukan perubahan seperti yang dimaui produser. Saat India
> >>merdeka tahun 1947, Ray mendirikan klub film pertama di Calcutta bersama
> >>dengan Chidananda Das Gupta. Ia menulis artikel-artikel yang menganjurkan
> >>tumbuhnya sinema baru.
> >>Ketrampilan sebagai ilustrator membuatnya ia diminta membuat ilustrasi
> >>untuk novel klasik Bibhutibhushan Banerji berjudul Pather Panchali versi
> >>ringkasannya. Inilah yang kemudian menjadi film pertamanya, setelah ia
> >>berjumpa dengan Jean Renoir, sutradara Perancis terkemuka, tahun 1949, dan
> >>kesempatan menonton Bicycle Thief di London pada tahun 1950. Ray menulis
> >>skenario dan menyutradarainya sekaligus. Ia melakukan
> >>pengambilan gambarnya pada hari-hari akhir pekan. Usahanya tampaknya tidak
> >>mendapatkan perhatian sama sekali dari investor, dan film ini tak akan
> >>pernah selesai seandainya tidak datang permintaan dari Museum of Modern
> >>Art, New York, agar mengikutsertakan film ini dalam pameran seni India
> >>yang akan dilakukan di tempat itu. Pemerintahan Bengali Barat-untuk
> >>pertama kalinya dalam sejarah-mendanai pembuatan film itu.
> >>Pather Panchali berhasil mengantongi beberapa penghargaan internasional
> >>dan mengukuhkan Ray sebagai sutradara kelas dunia. Film ini ternyata juga
> >>cukup laris di dalam negeri, hingga untuk selanjutnya Ray bisa memegang
> >>kendali penuh atas film-film yang dibuatnya. Dan dalam film-film
> >>selanjutnya Ray tidak hanya bertindak sebagai sutradara dan penulis
> >>skenario saja, tapi juga sebagai ilustrator musik (sejak 1961) dan
> >>sinematografer (sejak 1963).
> >>Keberhasilan ini mendorong Ray membuat kelanjutannya berdasarkan novel
> >>yang sama yaitu Aparajito (1956) dan The World of Apu (1959). Tiga film
> >>ini yang kemudian dikenal sebagai Trilogi Apu. Sejak 1955 hingga 1991 ia
> >>telah membuat sekitar 30 film, sebuah produktivitas yang cukup tinggi. Dan
> >>puluhan penghargaan internasional juga diterimanya.
> >>
> >>SINOPSIS:
> >>
> >>Pather Panchali
> >>1955 - 112 menit - H/P
> >>
> >>Sutradara/Skenario: Satyajit Ray; Editor: Dulal Dutta; Sinematografi:
> >>Subrata Mitra; Musik: Ravi Shankar; Artistik: Banshi Chandra Gupta;
> >>Pemain: Kanu Banerji, Karuna Banerji, Subir Banerji, Runki Banerji, Uma
> >>Das Gupta, Chunibala Devi, Reva Devi, Rama Gango padhaya, Tulshi
> >>Chakraborty, Harimoran Nag.
> >>
> >>Penghargaan:
> >>Penghargaan Dokumen Kemanusiaan dalam Festival Film Cannes 1956.
> >>British Academy Awards untuk Film Terbaik 1957.
> >>New York Film Critics Circle untuk Film Asing Terbaik 1958.
> >>
> >>Sinopsis:
> >>Kisah sebuah keluarga miskin yang tinggal di sebuah desa di negara
> >>bagian Bengali. Sang ayah (Kanu Banerji) meninggalkan desanya menuju kota
> >>untuk meraih cita-citanya sebagai penulis. Ia juga meninggalkan
> >>istrinya (Karuna Banerji) yang harus memelihara anak-anaknya dan seorang
> >>saudara tua. Saudara tua ini, perempuan, kemudian dibawanya ke desa lain
> >>dan meninggal. Saat sang ibu kembali ke rumah, dijumpainya anak
> >>perempuannya juga meninggal. Dua film berikutnya dari trilogi ini
> >>mengisahkan tentang Apu, anak lelakinya. Kisah film dan dua film
> >>selanjutnya didasarkan pada novel berjudul sama karya Bibhutibhushan
>Banerji.
> >>
> >>Aparajito
> >>1957 - 108 menit - H/P
> >>
> >>Sutradara/Skenario: Satyajit Ray; Sinematografi: Subrata Mitra; Musik:
> >>Ravi Shankar; Artistik: Bansi Chandragupta; Pemain: Pinaki Sen Gupta,
> >>Smaran Ghosal, Karuna Banerji, Kanu Banerji, Ramani Sen Gupta, Charu Gosh,
> >>Subodh Ganguly, Kali Charan Ray, Santi Gupta, KS Pandfey, Sudipta Ray,
> >>Ajay Mitra.
> >>
> >>Penghargaan:
> >>Piala Singa Emas dan Hadiah Fipresci dalam Festival Film Venetia
> >>1957.British Academy Awards untuk Film Terbaik 1958.
> >>New York Film Critics Circle untuk Film Asing Terbaik 1959.
> >>
> >>Sinopsis:
> >>Seri kedua dari Trilogi Apu ini mengisahkan perjuangan hidup Apu dan
> >>ibunya di sebuah kota kecil. Tidak seperti keinginan ibunya agar
> >>menjadi pendeta, Apu memohon-mohon agar disekolahkan. Ternyata ia
> >>berhasil, dan ia mendapat beasiswa masuk universitas Calcytta. Terbenam
> >>dalam kehidupan kota dan tuntutan pelajaran sekolahnya, sedikit demi
> >>sedikit Apuy melupakan ibunya.
> >>
> >>
> >>The World of Apu
> >>1959 - 103 menit - H/P
> >>
> >>Sutradara/Skenario: Satyajit Ray; Sinematografi: Subrata Mitra; Musik:
> >>Ravi Shankar; Artistik: Bansi Chandragupta; Pemain: Soemitra Chaterjee,
> >>Sharmila Tagore, Swapan Mukherji, S. Alke Chakravarty, Alok Chakravarty.
> >>
> >>Penghargaan:
> >>New York Film Critics Circle untuk Film Asing Terbaik 1960.
> >>British Academy Awards untuk Film Terbaik 1961.
> >>
> >>SinopsisI:
> >>Apu (Soumitra Chaterji) sudah jadi pemuda. Seperti ayahnya ia juga
> >>ingin jadi penulis. Karena kekurangan uang, ia terpaksa meninggalkan
> >>studinya di universitas. Hidupnya berubah saat ia berjumpa lagi dengan
> >>kawan lamanya, Pulu (Shapan Mukerji). Bersama-sama mereka datang ke pesta
> >>perkawinan sepupu Pulu, Aparna (Sharmila Tagore). Calon pengantin
> >>laki-laki ternyata gila, hingga pernikahan dibatalkan. Apu setuju
> >>mengawini Aparna, untuk menyelamatkannya dari cibiran masyarakat.
> >>Pasangan baru ini kembali ke apartemen Apu di Calcutta untuk memulai hidup
> >>baru, namun nasib nampaknya tidak ramah pada mereka.
> >
> >
> >---------------------------------------------------------------------
> >Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign
>Company
> >http://www.kreatif.com
> >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information,
>online chat, forum discusion, clasifiedads, etc
> >MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
> >
> >** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
>http://www.kreatif.com
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information,
>online chat, forum discusion, clasifiedads, etc
>MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
>** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **
---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information, online
chat, forum discusion, clasifiedads, etc
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **
---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information, online chat,
forum discusion, clasifiedads, etc
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **