Tulisan-tulisan Ny. atau Bapak seperti si Mukitawati seperti ini saja membuat
orang-orang Islam sejenis ini berangnya bukan alang kepalang. Seandainya si Mus
ini ada di dekat mereka secara fisik, pasti sudah dikirim ke Neraka Jahanam
sebagai implementasi kepercayaan mereka menjalankan tugas membela Tuhan dan
kebenaran agama Islam. Tuhan tidak mampu membela diriNya yang dihina si Mus,
maka Dia harus ditolong oleh orang-orang Islam jenis ini. Maka tidak heran ada
juga yang namanya TPM atawa Tim pembela Muslim. Mereka (pengacara) juga merasa
berkewajiban menjalankan tugas sucinya, yakni membela Muslim-muslim yang
bernama Amrozi, Imran Samudera cs yang telah berhasil menjalankan misi sucinya,
membunuh ratusan kaum kafir dan murtad di Bom Bali 1 dan 2. Oleh karena itu
nama tim pengacaranya adalah "Pembela Muslim." Sebuah pemilihan nama yang
secara tidak langsung dapat ditafsirkan bahwa mereka sendirilah yang
mengidentikkan Islam dengan teroris. Membela terosris dengan
menamakan dirinya sendiri "Pembela Muslim."
Setiap ada telaah yang mencoba melakukan analisa, penelitian sejarah tentang
Islam, yang kemudian mempunyai analisa/kesimpulan yang negatif, maka selalu
diidentikkan dengan fitnah, atau penghinaan. Titik. Tanpa ada argumen. Yang ada
cuma: Mati bagi si penganalisa. Minimal sedapat-dapatnya untuk membungkam
mulutnya, dengan cara melarang berbicara, melarang tulisan-tulisannya,
melarang jurnal-jurnal ilmiah, melarang buku-bukunya, dan mengblok
posting-postingnya seperti diusulkan si Fitri ini.
Kenapa? Apakah takut orang menemukan kesalahan dalam (ajaran) Islam atau Al
Qur'an? Kalau tidak, biarlah orang menganalisa dan mau mencari-cari kesalahan
dalam Islam. Kalau memang tidak ada, kenapa takut? Karena ada, maka orang takut
kesalahannya ditemukan.
Contohlah bagaimana sikap orang-orang Kristen yang menmghadapi
hujatan-hujatan terhadap agamanya. Contoh terbaru adalah tentang fenomena novel
"The Da Vinci Code." Fenomena "The Da Vinci Code" dengan pengarangnya Dan
Brown mempunuyai nuansa yang sangat mirip dengan novel "Satanic Verses" -nya
Salman Rusdhie. Yang berbeda adalah reaksi dan nasib pengarangnya. Dan Brown
masih bisa hidup dan bebas bepergian ke mana saja. Sedangkan Salman Rusdhie
terpaksa bersembunyi seumur hidup karena fatwa mati yang telah dijatuhkan
kepadanya oleh "tuhan-tuhan duniawi." Berapa banyak orang telah mati dibunuh
dalam kasus "The Satanic Verses"?
Reaksi-reaksi keras seperti yang ditunjukkan oleh Fitri cs seperti inilah
yang membuat orang sering mengidentikkan Islam sebagai agama yang penuh
kekerasan. Anehnya, selalu tidak mau bercermin diri sendiri, tetapi orang lain
saja yang selalu disalahkan.
Salam
Lion
----- Original Message -----
From: fitri
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, November 15, 2006 3:49 PM
Subject: [mediacare] Nyonya Muskitawati, bertobatlah!atau neraka jahanam
balasannya!
Pak Fadli kaban,
saya setuju pendapat bapak mengenai Ny. Muskitawati..karena waktu itu saya
sempat ribut dengan dia karena beberapa postingnya yang berbau agama dan
menjelek kan islam dengan notabene dia bilang seorang umat muslim...dan saya
pernah posting ke moderator beberapa milis untuk mereject semua posting dari
dia, karena saya yakin dia mempunyai misi tertentu untuk memfitnah Islam karena
bukan saja di mediacare tp dia posting ke banyak milis..saran saya agar
moderator media care me reject semua posting dari dia..saya yakin dia non
muslim dan mempunyai misi memfitnah Islam.
Saya berdoa agar Allah SWT membalas semua perbuatannya dan memasukan kafir
ini kedalam neraka jahanam.
Terima kasih.
---------------------------------
Sponsored Link
Mortgage rates near 39yr lows. $420,000 Mortgage for $1,399/mo - Calculate new
house payment