Bung Kadhafi,
   
  Menurut pendapat saya, lebih baik kita melihat posisi positif nya.
  Soalnya kalo kita masih saja mengintimidasi seseorang (dalam hal ini seorang 
Presiden) maka, hasil yang akan kita terima adalah, kepuasan sendiri & sesaat 
saja.
  Hasil dari intimidasi itu adalah perpecahan & kekacauan. Apakah hal ini yang 
anda inginkan? Kalau saja Bumi Pertiwi bisa bicara, mungkin dia akan teriak 
MINTA AMPUN.......
   
  Sama seperti dalam rumah tangga, apabila kedatangan tamu besar, pasti 
senanglah hati tuan rumah tersebut. Apalagi setelah diundang, ternyata undangan 
tersebut bersambut. Anda pasti akan menyiapkan segala sesuatu untuk 
menyenangkan tamu tersebut. Dan akan berusaha sedemikian rupa membuat tamu 
tersebut betah.
   
  Bayangkan diri anda seorang Presiden dari negara tersebut, yang kemudian 
diundang ke negara yang kecil? Akan kah anda menghancurkan negara tersebut? 
Apakah itu yang sudah ditanamkan oleh orang tuan anda? Saya yakin, yang ada di 
hati nurani seorang manusia adalah membantu.
   
  Kalau hasil bantuan dari Amerika itu minta dibalas, mana mungkin sih negara 
itu minta balasan, lagian apakah kita bisa membalasnya?? Lihat pakai mata yang 
jernih, akan kah kita mampu? Negara kita ini makmur, tapi orang Indonesianya 
sendiri tidak mampu memanfaatkannya. Kalau pun ada negara lain yang 
memanfaatkannya, saya yakin itu sudah ada kesepakatan. Jangan lah di umbar2 
yang tidak jelas.
   
  Usahakanlah jangan seperti orang yang tidak punya hati & pendidikan yang 
tinggi.
   
  Presiden Juga Manusia, Punya Hati Punya Rasa
  Jangan kau samakan dengan pisau belati....
   
  .

kadhafi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Aku sendiri tidak yakin kaloau saja kedatangan Bush bisa mengubah 
wajah Indonesia menjadi lebih CERIAH. Niat Amerika memberikan bantuan menurutku 
sama sekali bukan tanpa imbalan, posisi tawar Indonesia dimata Amerika sangat 
lemah, sehingga apapaun yang di inginkan Amerika, terutama melalui lembaga 
ekonomi internasional-nya pasti akan di turuti, ini terjadi karena pemerintah 
kita masih sangat tergantung dengan uang dari Amerika dalam bentuk Utang Luar 
Negeri.
   
  Dipihak lain Bush telah membunuh jutaan manusia (muslim) di bumi ini melalui 
kebijakan perangnya di berbagai negara muslim. Menerima Bush bisa berarti juga 
menunjukan penerimaaan negera kita terhadap tragedi pembantaian manusia itu. 
   
  Kita tidak mungkin tau agenda tersembunyi yang di bawa Bush. Yang di 
gembar-gemborkan selama ini adalah bantuan yang akan dibawa, tapi sesungguhnya 
saya yakin ada agenda tersembunyi yang akan di bawa ke Indonesia, terutama 
tentang pengamanan aset-aset bisnis Amerika di Indonesia, seperti yang seringa 
di katakan Amin Rais bahwa Bisnis yang dijalankan oleh Amerika di Indonesia 
adalah bentuk penjajahan ekonomi yang dilakukan Amerika terhadap Indonesia. 
Lihat saja beberapa perusahaan multinasional yang bergerak di bidang 
pertambangan dan minyak....
   
  Jadi Bush wajar dan layak untuk di tolak masuk Indonesia
   
   
   
   
    ----- Original Message ----- 
  From: Jereweh Sumbawa 
  To: Media 
  Sent: Thursday, November 16, 2006 8:49 AM
  Subject: [mediacare] AS, George W. Bush ! Kita Transfer aja Ilmunya untuk 
bangun Indonesia supaya makmur!
  

      Artikel ini saya forward karena menurut saya pribadi kita harus cerdas 
menyikapi kedatangan Bush, bukan asal demo sana demo sini dan akhirnya energi 
habis sia sia. Kalau mau demo seharusnya sebelum bantuan America mengalir ke 
Indonesia. Juga kita ketahui alat alat tempur Indonesia yang dikirim ke Libanon 
ternyata memakai kapal perang America. 
   
  Tadi malam dengar di Metro TV bahwa nantinya anak anak Indonesia sampai 80% 
akan dapat bantuan kesehatan dari America, dan America tidak mengatakan mereka 
hanya anak anak yang di Bali, Irian dan Manado saja yang dapat bantuan 
kesehatan tapi untuk semua anak anak Indonesia tidak pandang agama. Dan bukan 
hanya kesehatan juga pendidikan anak bangsa Indonesia akan dibantu. 
   
  Ketika kita sudah dibantu mengapa kita anti pati dengan yang sudah membantu 
kita, kita selama ini antipati kepada America karena rasa solider dengan rakyat 
Irak, Afganistan, Palestina, lalu bagaimana rakyat kita yang masih banyak 
meminta minta di jalan, korban Lapindo, TKI yang menjadi korban sex dan masih 
banyak anak anak bangsa yang tidak sanggup membayar biaya sekolah. 
   
  Semoga kedatangan Bush bisa mengubah bangsa Indonesia menjadi lebih cerdas, 
dan melepaskan bangsa ini dari kemiskinan.
  
---------- Forwarded message ----------
From: Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Nov 15, 2006 10:51 PM 
Subject:  AS, George W. Bush ! Kita Transfer aja Ilmunya untuk bangun Indonesia 
supaya makmur!


 
      .

   Kita Transfer aja Ilmunya untuk bangun Indonesia supaya makmur!
   
  Nabi Muhammad SAW  pernah berkata, "Tuntutlah Ilmu sampai kenegeri China"
  Memang China, pada zamannya Nabi adalah sumber Ilmu Pengetahuan, baik 
kesehatan maupun pendidikan.
   
  Tapi sekarang Sumber itu dipegang AS, bahkan 15 tahun yh lalu China mengirim 
pelajar2nya ke AS, dan mentransfer  Ilmu ke negeri China. Mereka yg sdh 
menyadap Ilmu tsb, pulang kenegerinya dan mengaplikasikan ilmu tsb dengan 
membangun industri dan ekonomi di China, coba lihatlah bagaimana perekonomian 
China sekarang ? Bahkan diChina dibangun pabrik Microsoft sebagai pusat Reseach 
terbesar didunia ! 
   
  Nah bangaimana dengan Indonesia terhadap AS dan George W. Bush ??
   
  Presiden AS, George W. Bush sebentar lagi sudah menginjakkan kakinya di 
Istana Presiden Bogor. Tidak semua masyarakat Indonesia setuju atas kunjungan 
tsb, hal ini dapat kita cermati adanya unjuk rasa yg hampir setiap hari 
disekitar Istana Presiden Bogor maupun didepan Kedubes AS di Jakarta. Tampak 
dari pedemo itu dari Ormas Islam dan para simpatisan terutama dari FPI-Front 
Pembela Islam dan Hizbut Tahir, bahkan mahasiswa, remaja serta anak-anakpun 
ikut berdemo. 
   
  Substansi dari Demo itu terutama menganggap AS sbg teroris dunia dan musuh 
Islam dan George W Bush sebagai imperialis serta  penjahat perang.
  Sesungguhnya kunjungan George W Bush ini adalah lanjutan kunjungan bilateral 
antara Kepala  Negara Indonesia dengan AS, yang sudah dimulai sejak masa 
Presiden Megawati berkuasa.
   
  Bagaimana kalau rakyat Indonesia "Unjuk Rasa" supaya ada kerjasama bilateral 
dibidang Pendidikan? Kita transfer aja Ilmunya dari sana, lalu kita bawa pulang 
ke Indonesia untuk membangun negara kita yang sangat miskin ini, seperti China 
itu.  
  Sebab kalau kita menentang dan menekan terus, belum tentu rakyat Indonesia yg 
masih dihimpit kemiskinan ini tahu2 menjadi makmur, ya semacam "Miracle". 
   
  Semoga Kita Semua menjadi orang Bijak dan Kesadaran juga terbuka !
   


  

  

         

 
---------------------------------
Sponsored Link

   Degrees for working adults in as fast as 1 year. Bachelors, Masters, 
Associates. Top schools

Kirim email ke