Mas, nafsu memang sudah dilengkapi oleh Sang Khalik ketika menciptakan manusia. Ia jangan dibunuh tapi juga jangan dijadikan raja dan dituruti terus. Itu sebabnya, menikah dengan alasan tak kuat lagi menahan nafsu masih lebih mulia daripada tidak menikah tetapi disalurkan lewat zina atau pacaran a la "kekinian" yang di luar batas.
Itu sebabnya pula maka menikah lebih dari sekali, apapun alasannya, termasuk alasan NAFSU yang sulit dikekang, masih lebih mulia ketimbang "jajan" di jalan atau main serong atau main dengan pelacur. Apalagi kalau menikah yang kedua kalinya itu betul-betul untuk ibadah meolong sang wanita (gadis atau duda), tidak ada paksaan dari siapa pun juga, apalagi ikhlas dari sang wanita dan sang istri pertama. Lalu, apa masalahnya menikah lebih dari sekali dan memiliki lebih dari satu istri, asalkan maksimum empat. Tentu saja syarat lainnya ada, misalnya, kuat secara ekonomi, mapan kehidupan sosialnya, dan paham agama yang dianutnya. Artinya, sudah teruji emosinya. Bahkan, saya tandaskan lagi, menikah untuk kali pertama semata-mata demi menyalurkan nafsu itu menjadi WAJIB segera dilaksanakan daripada sang lelaki terjerumus ke perzinahan. Ini prinsip dasarnya. Apalagi kalau usianya sudah lebih dari 30 tahun. Ia harus segera menikah sebab kebutuhan syahwatnya wajib dipenuhi seperti dia memenuhi kebutuhan makan, minum, pendidikan, dll. Idem ditto, untuk pernikahan kali kedua, ketiga dan keempat, asalkan itu untuk menyalurkan nafsu di tempat yang sah, tidak ada masalah. Menjadi masalah kalau disalurkan di tempat yang haram, semacam zina, dll. Gede H. Cahyana http://gedehace.blogspot.com --- In [email protected], guritno pamulang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > GODAM MENYAMBER TUNGLISAN DI BAWAH INIH, > > hehehe,mas gedehc,tunglisanmu penuh dengan basa nan basi, > > cungkup linghay untuk membela dan memuliaken sang kiai ganteng ituh. > > Namun DAKU CUMAN MENGAJUKEN SARAT KEJUJURAN hajah, > > Saat kalian INGIN BERKILAH KILAH TENTANG PULIGAMIHANNYAH > > DEN AA TERSAYANG. > > Bahuwa justru YANG NAMANYAH NAPSUH SAHWAT ituh, > > ADALAH SATU MUNGSUH MANUNGSA YANG DATENGNYAH > > DARI DALEM KOLBUNYAH SENDIRIH. > > Mangka dalem menanggepin BEPULIGAMIHNYAH KIAI AA INIH, > > daku MEMBERIKEN JUDUL, > > BANGKRUTNYAH MANAJEMEN KOLBU AA GYM. > > bukankah dalem hindu,budah,DIAKUIN BAHUWA DATENGNYAH > > MALAPETAKA SAMSARA ITUH OLEH KERANA NAPSU KEINGINAN? > > dan sak-urang yang berpuligamih,KUDULAH SANGGUP MENJAWAB > > PERTANYAKAN NAN JUJUR. > > Bukankah kerana napsu si Kelik kecil kucrit ituh, > > YANG MEMBUATMU MENINGKAHIN PEREMPUAN LAENNYAH? > > Sakbenernyah, CUMAN KEJUJURANLAH YANG DAPET > > MEMBERIKEN JAWABAN YANG JELAS JEMELAS. > > yaituh ORANG BERPULIGAMIH ADALAH LANTARAN NAPSU SAHWATNYAH. > > Dan tamtu disinihlah, > > PENINGLAEAN LUHUR KEPADA MANAJER KOLBU NAN SEJUK INIH > > JADI JEBOL, AMBURADULAN. > > lah..PIGIHMANA SANG KIAI GANTENG INIH, MAOK > > MENGAJARKEN TENTANG KEPERKASAHAN MENGALAHKEN DIRI SENDIRI? > > KERANA DIRINYAH SENDIRI, TERNYATA TAK MAMPU MENGALAHKEN > > NAPSU TITITNYAH YANG MENGUASAIN KOLBUNYAH? > > JADI BUTHEK KERANA NAPSU SAHWATNYAH? > > padahal AAgym tamtunyah, enggak mungkin enggak nyaho, > > ADA LAGU SUNDA YANG TERKENAL > > YANG DINYANYIKEN ANAK KAMPUNG SAMPE ANAK NINGRATNYAH. > > yaituh TONGTOLANG NANGKA, KAWINAN BAPA > > POE SALASA TEU BEJA BEJA, > > DUH ADUH BAPA, TEUNGTEUINGEN KA EMA > > BAPA TEH SUKA SUKA, EJEUNG NU NGORAH???? > > Satu lantunan Abadi dari sak-urang anak Sunda, > > Kutika bapaknyah begajulan MENINGKAH LAGIH. > > ituh jadi lagu populer, bagaeken ajan pagi,sore dan lohor. > > lalu memang yang alesan yang kaduapun, > > daku udah ungkapken, > > BAHUWA SAK URANG AJENGAN ATAWA ULAMAK, > > dari sakgalah ugamak, JINGKALAO UDAH IDUP DALEM > > KELIMPAHAN HARTA BENDA. > > mangka manungsa rohani ituh,sakbenernyah UDAH MENJUAL DIRINYAH > > KEPADA KEDONIAWIAN. > > Dan sakbenernyah KESUCIAN KOLBUNYAH, > > TAK MUNGKIN DAPET DIPERCAYAH LAGIH. > > dimana ada hartamu, disituhlah atimu berada!!!! > > APAH LAGIH JINGKALAO ULAMAK ITUH HOBINYAH DAGANG?? > > weleh weleh, TAIK KUCINGLAH BERBICARAK YANG ROHANI2. > > ituh sama jugak dengen berbinih dua, > > TAIK KUCING PULAKLAH, BISAK MEMBAGI KASIH DENGEN > > RATANYAH. > > Khan kiai super rohani inih jugak, > > PASTILAH LEBIH EDAN EDANAN, MENGKELONIN TETEH RINI > > YANG TINGKAT KETINGGIANNYAH 170 DERAJAT ITUH. > > dimana mister AAgym, bisak terjun bebas dengen penuh gairah, > > KERANA MAKLUM AJAH, BONEK BARUNYAH LEBIH KENCENGAN LAGIH? > > SATU SINISME, yang sunglit kalian hindarken, > > BAHUWA PERPULIGAMIHAN, CUMANLAH MENUNJUKKEN > > bahwa NAPSU YANG MENGUASAIN KOLBU ITUH > > MEMANG LEBIH PERKASAH DARI PADA SAK URANG KIAI AHLI DAI > > NOMER SATU ITUH!!! > > Lalu pigihmana, kalian bisak menjadi panutan orang beriman? > > KUTIKA KALIAN BEGITUH MANIAKNYAH MEMAMERKEN KE ESAAN ALLOH > > YANG ENGGAK PERNAH EKSIS. > > Padahal dengen bini YANG NAMPAK HAJAH..KALIAN ENGGAK > > SANGGUP MENYATAKEN CINTA KASIHMU SAMPE MODIAR?? > > khan..ke Esaan Allohpun jadinyah ternodaken oleh kerana napsu sahwat > > kiai yang akirnyah BERPULIGAMIHAN? > > > gedehc <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bakda Subuh, Jumat 1 Desember 2006, saya menyimak radio MQ FM Bandung. > Ada seorang ibu yang menelepon dan mengutarakan ketidaksetujuannya > atas poligami yang dilakukan Aa Gym. Saya sempat kaget mendengarnya. > Aa Gym menikah lagi? Saya belum tahu berita ini. Tetapi dari nada > suaranya, ibu itu pun masih ragu-ragu apakah Aa Gym betul-betul sudah > menikah lagi ataukah sekadar gosip. > > Terlepas dari betul tidaknya berita itu, sebab Aa Gym tidak > tegas-tegas membantahnya, saya lantas membuka komputer dan menulis > tentang poligami ini. > > *** > > Adakah perempuan yang mau dipoligami? Bertolak dari sisi psikologis > manusia, khususnya perempuan, saya yakin tak seorang perempuan pun mau > berbagi suami dengan perempuan lainnya. Mereka ingin memonopoli > suaminya. Jangankan perempuan zaman sekarang, zaman ketika berembus > angin kesetaraan jender di semua segi kehidupan, pada masa Nabi > Muhammad pun itu terjadi. Malah pernah muncul di keluarga nabi akhir > zaman itu. Kisahnya bergini. > > Aisyah pernah dibakar api cemburu sehingga ia berkata, "Khadijah > lagi... Khadijah lagi... Seperti tak ada perempuan lain saja." > Mendengar ujaran itu, Muhammad lantas pergi. Selang beberapa waktu, > Beliau kembali lagi. Pada saat itu ibunda Aisyah, yaitu Ummu Rumman > sedang ada di sana. "Wahai Rasulullah, ada apa engkau dengan Aisyah? > Ia masih sangat muda dan selayaknya engkau maklumi." > > Muhammad lantas mendekat dan memegang dagu Aisyah seraya berkata," > Bukankah engkau yang berkata seolah-olah di dunia ini tak ada lagi > wanita selain Khadijah?" > > "Tapi untuk apa engkau mengingat-ingat perempuan tua itu yang ujung > mulutnya sudah merah padahal Allah sudah menggantinya dengan yang lebi > baik bagimu?" > > "Demi Allah, Dia tak pernah mengganti dengan yang lebih baik daripada > Khadijah. Ia beriman ketika semua orang mendustakanku. Ia bagikan > hartanya ketika yang lain menahannya. Ia memberiku anak tetapi yang > lainnya tidak." > > Andaikata Khadijah masih hidup dan bermadukan Aisyah, kira-kira apa > yang bakal terjadi? Terhadap madu-madunya yang lain pun, seperti > Shafiah dan Ummu Salamah, Aisyah cemburu. Artinya, perasaan cemburu > itu pasti ada pada setiap perempuan. Hanya saja, ada yang mampu > mengendalikannya, ada yang tidak. > > *** > > Sebagai muslim, saya yakin Aa Gym pun ingin lebih banyak beribadah. > Tak hanya ibadah ritual (mahdhah) tetapi juga ibadah sosial > (ghair-mahdhah). Itu sebabnya, lewat berbagai perusahaan yang > dimilikinya, Aa Gym sudah membuka ribuan lapangan kerja. Perusahaannya > membentang mulai dari percetakan, penerbitan, toko buku, penginapan, > radio, televisi, biro travel dan KBIH, training sampai air minum > kemasan bermerek MQ Jernih. Ada lagi yang lainnya, tetapi saya tidak > hafal semua. > > Ketika Aa Gym sudah mampu melaksanakan ibadah ritual dan sosialnya dan > bahkan nilainya jauh di atas rata-rata orang sekarang, barangkali Aa > Gym pun ingin beribadah lainnya. Salah satu bentuknya ialah menikah > lagi. Bukankah Allah Swt mengizinkan lelaki memiliki istri lebih dari > satu dengan jumlah maksimum empat orang? Apalagi kalau istri > pertamanya setuju. Bagaimana relung hati terdalamnya, apakah Teh Ninih > setuju? Untuk hal ini, yang tahu hanyalah Allah dan yang bersangkutan. > Yang bisa dinilai adalah tampak luarnya, yaitu lewat kata-kata dan > sikapnya. Jika dua hal ini sudah menampakkan gejala setuju maka tak > ada alasan lagi orang lain berburuk sangka. Bahwa ada sebersit rasa > tak setuju atau cemburu, sebagai manusia biasa tentu bisa dimaklumi. > Jika yang ada berupa rasa bahagia mendapatkan "teman" baru untuk suami > tercintanya, ini tentu menjadi nilai plus yang balasannya, menurut > Islam, adalah jannah atau surga. > > Bagaimana dengan protes dari masyarakat, terutama kaum perempuan? Ini > pun bisa dimaklumi. Sebab, mereka protes karena di lubuk hati > terdalamnya takut suaminya ikut-ikutan berpoligami. Aa Gym sudah > diproklamasikan sebagai figur publik. Apapun yang dilakukannya akan > mendapatkan banyak sorotan dan akan dicontoh. "Dicontoh" atau diikuti > oleh lelaki lain inilah yang dikhawatirkan oleh ibu-ibu rumah tangga. > Malah tak heran ada ibu rumah tangga yang rela suaminya "membeli sate" > saja daripada harus "memelihara kambing" di rumahnya. Pernah tersiar > kabar, ada istri yang mencarikan perempuan perawan untuk "digauli" > oleh suaminya demi maksud-maksud yang berbau mistik. Ada juga istri > yang mengizinkan suaminya membawa perempuan ke rumahnya asalkan tidak > dinikahinya sehingga harta suaminya tak harus dibagi dengan perempuan > itu. > > Ada juga ibu-ibu yang protes dan mengatakan bahwa poligami membuat > perempuan menderita dan tidak adil. Mereka yakin poligami akan > menghancurkan keluarga dan membuat anak-anak kucar-kacir. Rupanya > mereka lupa bahwa betapa banyak orang yang monogami juga hancur rumah > tangganya. Ada artis yang memang monogami tetapi dia sudah > berkali-kali kawin-cerai. Ada artis yang rumah tangganya sarat dengan > selingkuh dan bahkan sengaja saling selingkuh-menyelingkuhi agar > pasangannya kesal dan marah. Begitu pun orang-orang biasa, dari > kalangan bukan artis, banyak juga yang hancur pernikahannya padahal > monogami. > > Jadi, hancur tidaknya rumah tangga itu tidak disebabkan oleh status > pernikahan yang mono atau poligami. Tak sedikit yang berpoligami > tetapi rumah tangganya justru aman-aman saja dan tampak akur rukun. > Yang monogami malah sering berantakan dan ditayangkan di televisi. Ada > monogami yang tampak awet, tetapi sebetulnya mirip bara dalam sekam. > Mereka tak ingin kekalutan rumah tangganya diketahui oleh orang lain > karena menjadi figur publik, pejabat, atau orang-orang yang memiliki > massa. Mereka bermain sandiwara atau "sinetron". > > *** > > Hari ini, 1 Desember 2006 adalah peringatan Hari AIDS Sedunia. Sindrom > ini sudah meluas ke semua tempat dan makin parah. Penderitanya makin > banyak. Salah satu sebabnya adalah seks bebas, baik dengan pelacur > maupun dengan pacar, teman, dll. Yang perlu dicatat, perluasan AIDS > tak bisa ditahan dengan penggunaan kondom. Kampanye kondom justru > berbalik menjadi bumerang dan membentuk image di otak remaja kita > perihal pembolehan seks bebas asalkan memakai "sarung" itu. > > Memang, untuk kasus HIV/AIDS lantaran tertular dari tranfusi darah, > kelahiran bayi, atau kejadian lain yang bukan perilaku amoral, saya > juga prihatin. Kasihan sekali mereka kena HIV/AIDS padahal tak berbuat > buruk. Kejadian buruk yang menimpa mereka mudah-mudahan dapat > menghapus dosa-dosanya. Mau tak mau, demi mengurangi tingkat stres > penderitanya, anggaplah itu sebagai takdir yang mesti dilalui. > Keikhlasan seperti ini akan lebih bermanfaat daripada marah dan > menyesali diri. Begitu pun yang menderita AIDS karena seks bebas dan > narkoba, tak perlu lagi berkeluh-kesah. Tinggal tobat dan menyesali > perbuatan buruk selama ini dan terus mohon ampun kepada Sang Khalik. > Soal mati, tak perlulah takut. Sebab, kalau belum waktunya, mati itu > takkan terjadi. Bahkan banyak orang sehat yang berotot lebih dulu mati > ketimbang orang yang sakit parah. > > Jika dikaitkan dengan AIDS, maka poligami dapat mencegah potensi > perluasan AIDS akibat "jajan" sembarangan dan berdosa dari sudut > pandang agama apapun. Sebaliknya, apabila poligami dilaksanakan dengan > niat ibadah, sang istri juga menerima dengan niat ibadah walaupun > berat seperti kasus Aisyah di atas, maka pahalalah yang diperoleh. > Lagi pula, tak satu agama pun mengizinkan umatnya berzina, kecuali > sekte-sekte sesat yang pernah ada di Amerika Latin, Amerika Serikat > dan Skandinavia. > > Akhir kata, saya pun bertanya kepada salah satu guru saya, yaitu Aa > Gym. "Aa, betulkah sudah menikah lagi?" Sampai artikel ini di-upload > di- http://gedehace.blogspot.com/2006/12/istri-kedua-aa-gym.html, saya > memang belum tahu perihal itu. Saya hanya berdoa, ya Allah berikanlah > yang terbaik untuk Aa Gym dan jadikan keluarganya sakinah. Aamiin.* > > Gede H. Cahyana > http://gedehace.blogspot.com > > > > > > > --------------------------------- > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. >
