Dear Manneke and all,

Disukai atau tidak, sex merupakan salah satu hal yang mempengaruhi
pernikahan. Dalam berhubungan sex, nafsu juga diperlukan, karena tanpa
nafsu, kenikmatan sexual juga tidak dapat diperoleh. Untuk hal ini saya
pernah membaca di beberapa majalah dewasa, dan mungkin teman-teman bisa
meng-confirm ke dokter atau ahli yang mendalami masalah sexology.

Bagi diri saya pribadi, pernikahan adalah karena Tuhan dan karena cinta
kepada wanita tersebut. Kenapa ? Karena rasa cinta kepada manusia sifatnya
relatif dan mudah berubah, jika kita ingat Tuhan, pernikahan akan tetap
terjaga dan keharmonisan juga tetap terjaga karena kita mematuhi perintah
Tuhan. Cinta juga penting, karena saya tidak mungkin menikahi wanita yang
tidak saya cintai. Jadi, menurut pendapat pribadi saya, keduanya harus
terpenuhi.

Pernikahan yang dilandaskan HANYA karena nafsu tidak akan bertahan lama,
karena selalu ada wanita/pria lain yang lebih cantik/ganteng diluar sana.
Orang seperti ini sih psycho.

Terkadang nafsu ini tidak dapat dikendalikan, ada yang menyalurkan dengan
cara menikah atau hanya berzina.
Bedanya melakukan pernikahan dan zina adalah, pernikahan sifatnya halal
(dalam agama) dan suami harus bertanggung jawab terhadap istri, baik dari
sisi materi, jasmani dan rohani (dalam hukum), sedangkan jika zina, sifatnya
adalah tidak legal secara hukum dan haram dalam agama.
Kita tidak dapat menutup mata bahwa banyak orang diluar sana yang tidak
dapat mengendalikan hawa nafsunya (pada umumnya pria). Oleh karena itu
makanya tempat hiburan malam, prostitusi, pelacuran semakin banyak. Indikasi
lainnya juga bisa dilihat dari banyaknya media yang mengumbar gambar porno
ataupun telepon kencan.

Nah, ketidakteraturan pengendalian nafsu seperti ini menimbulkan banyak
masalah, misalnya tingginya tingkat pelacuran, malasnya orang bekerja
(ngapain capek-capek sekolah, kuliah dan bekerja, wong dengan menjual tubuh
aja bisa dapat uang), penyakit (AIDS, Raja Singa, etc) dan lain-lain.

Kemaren saya melihat Oneng (duh, saya lupa nama lengkapnya), berbicara di
TV. Kira-kira spt ini
"Wah, kalau poligamy karena untuk menghindari sex bebas, zina, kok laki-laki
seperti binantang aja ya ?"

Dalam hati saya berkata, Duh mbak, gak tau apa kalau sekarang banyak pria
yang sudah seperti binatang, sekali-kali kunjungi hiburan malam di jakarta
dong, jabatan, uang, pangkatnya sih OK, di TV terlihat terhormat, tapi anak
dan keluarganya berantakan :) Ibarat kata, -MAAF- wanita bisa dibeli hanya
dengan 300 ribu rupiah. Wanita-wanita di milis ini tidak ada yang mau
direndahkan seperti itu kan ? Udah di pake lalu dibuang :)





On 12/6/06, manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Oh, gitu toh landasan pemikirannya. Yah, gak heranlah. Tapi, apakah fungsi
penyaluran nafsu adalah fungsi UTAMA dan TERPENTING dalam pernikahan? Kalo
begitu, tiap kali nafsu, boleh dong menikah lagi? Dan, kasian banget
perempuan yang dinikahi hanya untuk penyaluran nafsu, ya?

Kedua, apa belum cukup nafsu ini "disalurkan" pada satu orang saja yang
sudah jadi istrinya? Apa mesti "diumbar" ke banyak perempuan--entah lewat
nikah ganda atau selingkuh?

manneke


Kirim email ke