Penjelasan Anda sangat membuka wawasan, dan saya sangat setuju dengan 
point-point penting di dalamnya. Betul, menikahi seseorang harus dapat 
memberikan pemenuhan bagi kedua kebutuhan azasi manusia: cinta dan sex, dan 
pada akhirnya, cintalah yang bikin pernikahan langgeng, bukan sex-nya.

Nah, waktu memutuskan untuk menikah dengan istri pertama dulu, bukankah 
pastinya AA Gym tahu bahwa keduanya--cinta dan sex--terpenuhi? Buktinya anaknya 
sampai 6 orang. Lalu, kenapa mesti poligami?


manneke


> -----Original Message-----
> 
> > Date: Wed Dec 06 23:19:25 PST 2006
> > From: "M. Irwan Hrp" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: Re: [mediacare] Re: Istri Kedua Aa Gym?
> > To: [email protected]
> >
> > Dear Manneke and all,
> > 
> > Disukai atau tidak, sex merupakan salah satu hal yang mempengaruhi
> > pernikahan. Dalam berhubungan sex, nafsu juga diperlukan, karena tanpa
> > nafsu, kenikmatan sexual juga tidak dapat diperoleh. Untuk hal ini saya
> > pernah membaca di beberapa majalah dewasa, dan mungkin teman-teman bisa
> > meng-confirm ke dokter atau ahli yang mendalami masalah sexology.
> > 
> > Bagi diri saya pribadi, pernikahan adalah karena Tuhan dan karena cinta
> > kepada wanita tersebut. Kenapa ? Karena rasa cinta kepada manusia sifatnya
> > relatif dan mudah berubah, jika kita ingat Tuhan, pernikahan akan tetap
> > terjaga dan keharmonisan juga tetap terjaga karena kita mematuhi perintah
> > Tuhan. Cinta juga penting, karena saya tidak mungkin menikahi wanita yang
> > tidak saya cintai. Jadi, menurut pendapat pribadi saya, keduanya harus
> > terpenuhi.
> > 
> > Pernikahan yang dilandaskan HANYA karena nafsu tidak akan bertahan lama,
> > karena selalu ada wanita/pria lain yang lebih cantik/ganteng diluar sana.
> > Orang seperti ini sih psycho.
> > 
> > Terkadang nafsu ini tidak dapat dikendalikan, ada yang menyalurkan dengan
> > cara menikah atau hanya berzina.
> > Bedanya melakukan pernikahan dan zina adalah, pernikahan sifatnya halal
> > (dalam agama) dan suami harus bertanggung jawab terhadap istri, baik dari
> > sisi materi, jasmani dan rohani (dalam hukum), sedangkan jika zina, sifatnya
> > adalah tidak legal secara hukum dan haram dalam agama.
> > Kita tidak dapat menutup mata bahwa banyak orang diluar sana yang tidak
> > dapat mengendalikan hawa nafsunya (pada umumnya pria). Oleh karena itu
> > makanya tempat hiburan malam, prostitusi, pelacuran semakin banyak. Indikasi
> > lainnya juga bisa dilihat dari banyaknya media yang mengumbar gambar porno
> > ataupun telepon kencan.
> > 
> > Nah, ketidakteraturan pengendalian nafsu seperti ini menimbulkan banyak
> > masalah, misalnya tingginya tingkat pelacuran, malasnya orang bekerja
> > (ngapain capek-capek sekolah, kuliah dan bekerja, wong dengan menjual tubuh
> > aja bisa dapat uang), penyakit (AIDS, Raja Singa, etc) dan lain-lain.
> > 
> > Kemaren saya melihat Oneng (duh, saya lupa nama lengkapnya), berbicara di
> > TV. Kira-kira spt ini
> > "Wah, kalau poligamy karena untuk menghindari sex bebas, zina, kok laki-laki
> > seperti binantang aja ya ?"
> > 
> > Dalam hati saya berkata, Duh mbak, gak tau apa kalau sekarang banyak pria
> > yang sudah seperti binatang, sekali-kali kunjungi hiburan malam di jakarta
> > dong, jabatan, uang, pangkatnya sih OK, di TV terlihat terhormat, tapi anak
> > dan keluarganya berantakan :) Ibarat kata, -MAAF- wanita bisa dibeli hanya
> > dengan 300 ribu rupiah. Wanita-wanita di milis ini tidak ada yang mau
> > direndahkan seperti itu kan ? Udah di pake lalu dibuang :)

Kirim email ke