repotnya masih banyak orang belum bisa secara dewasa melihat berbagai persoalan. contohnya, apabila ada pernyataan dari Xanana yang mendeskriditkan Indonesia, dalam sudut pandang Xanana mungkin saja benar, so tidak ada masalah.
hanya saja, pernyataan-pernyataan seperti itu sering kemudian dipelintir-pelintir lagi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab (repotnya orang Indonesia sendiri) dan dipergunakan untuk "menohok" Indonesia. apabila ada orang asing mendeskriditkan Indonesia (sekalipun atau apalagi itu benar), itu sebenarnya hak mereka karena mereka mengalami pengalaman buruk dengan Indonesia. tapi kalau pernyataan itu kemudian dimanfaatkan dengan menggunakan "efek ribon" oleh orang-orang Indonesia sendiri, untuk memukul bangsa sendiri, itu yang keterlaluan. silahkan saja, orang-orang asing ngomong minor tentang Indonesia. namun, kita sebagai bangsa Indonesia berhak dan wajib untuk membela harga diri bangsa dengan cara yang elegan. artinya, kita terima kritik atau omongan minor itu, sembari mengatakan, "terima kasih, semua masalah yang anda sampaikan itu adalah masalah kami sendiri, anda tidak perlu ikut campur masalah kami, dan kami mempunyai cara sendiri untuk menyelesaikan urusan bangsa kami." jadi, persoalannya pada kedewasaan kita sebagai bangsa. jati diri kita sebagai bangsa belumlah matang. tapi perlu terus dipupuk dan ditempa, agar betul-betul menjadi matang. pemutaran filem Xanana sebenarnya tidak ada masalah sepanjang itu dalam konteks seni. apabila sudah di putar di media publik seperti TV, perlu perimbangan dengan mengadakan wacana atau debat publik antara yang pro dan kontra sehingga setiap orang dapat mengambil nilai-nilai yang ada di dalamnya secara obyektif. masyarakat cukup dewasa untuk itu apabila ada wacana pro-kontra secara jelas. tapi kalau tidak diimbangi dengan debat publik, yang terjadi adalah monolog, dan dapat ditafsirkan seolah-olah filem itu menyatakan kebenaran. disini menjadi masalah. Xanana dan Timor-Timur bagi Indonesia adalah masalah sulit, kompleks dan multi-dimensi, serta sangat sensitif. hitam-putihnya masih kabur tergantung dari sudut mana kita melihatnya. nah, karena itu perlu menempatkan filem Xanana itu pada posisi yang tepat, bukan untuk membela salah satu dan mengorbankan yang lain. tapi kita harus melihat dengan obyektif dan dewasa, pertama karena fakta, tapi juga ada fakta yang lain mungkin kontra. On 12/19/06, eko adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya setuju dengan pelarangan film Xanana diputar di > JIFFEST itu. Dan sangat mengutuk penayangan Xanana di > Metro TV yang seolah-olah difigurkan sebagai > pahlawan.. > Xanana memang (mungkin) pahlawan bagi sebagian orang > Timor-Timur. Tapi, ia tetap bekas PEMBERONTAK bagi > Indonesia. > Cukup Indonesia mengakui kemerdekaan Timor Leste, > BUKAN terus memuja-mujinya. Bukankan itu sama saja > melempar kotoran ke muka sendiri, dan METRO TV sudah > melakukannya. > Kenapa bukan dokumentasi para Tentara Indonesia yang > ditampilkan di layar kaca untuk sebuah penghargaan > bagi mereka, bagi anak, istri, orang tua yang > ditinggalkan mati saat menumpas pemberontak. > Ini bukan melulu membela tentara, tapi adakalanya > sebagai bangsa kita harus memiliki sedikit keguyuban. > Kesalahan tentara yang menyangkut pelanggaran HAM, > tetap harus dusut tuntas. > Keanehan bangsa ini laiinya adalah ada bekas > pemberotak/GAM yang jadi gubernur...ANEH!!!! > > Adi. > > > > --- radenayu asli <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Aneh kalau Film mengenai Xanana dilarang diputar di > > JIFFEST. Kalau itu fakta, mengapa tidak?! > > Jangan-jangan ada unsur Orde Baru yang melarang. > > Bukankah Indonesia sebenarnya waktu itu menjajah > > Timor > > Timur? Karena menurut hukum dan sejarah, wilayah RI > > adalah semua wilayah Hindia Belanda, atau wilayah > > bekas jajahan Belanda. Padahal Belanda tidak pernah > > menjajah Timor Timur.Ini berarti Pemerintah Orde > > Baru > > sudah melanggar UUD 45 yang tidak membenarkan adanya > > penjajahan di muka bumi. > > > > --- nini_sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > Xanana: Dibalik Sosok Sang Presiden > > > > > > Film dokumenter A Hero Journey menimbulkan > > > kontroversi. Beredar rumors > > > bahwa film tentang Xanana Gusmao ini dilarang > > > diputar di acara JIFFEST, > > > karena beberapa adegan dan pernyataan di dalam > > film > > > itu dinilai > > > mendiskreditkan Indonesia. > > > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > >
