Rekan Kuroda,

Saya kira andalah yg terlalu 'sensitif' karena orang Kristen sendiri
tak merasa ada blasphemy, ttp anda kok bisa2-nya lebih tahu ada
'blasphemy'. Saya sendiri secara implisit mencoba 'meyakinkan' rekan
Idakhow yg seorang pemeluk Kristen bahwa  ada 'blasphemy' (bukan
blasphemi) di dalam dokumenter tsb. Ternyata rekan Idakhow dan umat
Kristen yg lain2, spt pak Manneke, tak merasakannya.

Dalam postingan #38433, saya menulis bahwa kalau seseorang berpegang
pada konsep bahwa agama adalah konsep individual yg tafsiran dan
pengertian ajaran2-nya tak bisa diseragamkan, maka makna kata benda
'blasphemy' itu tidak pernah ada dalam pikiran orang tsb.

'Blasphemy' itu hanya ada di DALAM PIKIRAN orang2 lain yg CUMA merasa
dan menganggap memiliki SATU AGAMA dg PENAFSIRAN (harus) TUNGGAL.
Tafsiran yg tak seragam/sesuai dg tafsiran mereka dianggap (dalam
pikiran mereka) sebagai blasphemy thd 'ajaran' mereka. Orang2 ini yg
demikian mudah merasa tersinggung ketika mereka manganggap (cuma
anggapan/ asumsi) bahwa SATU TAFSIRAN yg seragam ajaran2 agamanya
diubah oleh orang lain tanpa mau tahu bahwa di antara mereka sendiri,
pasti ada perbedaan tafsiran.

Jika anda menganggap dokumenter tsb merupakan 'blasphemy' thd ajaran2
Kristen, maka anda termasuk salah satu di antara orang2 ini. Padahal
spt sudah saya tulis, paham2/ ajaran2 yg dibicarakan dalam dokumnenter
itu terjadi pada perioda ketika belum bernama Kristen atau pun bernama
Yahudi, bahkan pada awalnya belum ada gereja2 tempat sembahyang dan
masih banyak pengikut2 Jesus yg menurut para scholar berada di luar
kelompok Kristen atau Jahudi.

Baca juga komentar saya #39382, #39504

Salam


MOD:
Apakah KURODA ini mau menyaingi ketenaran nama SATO SAKAKI?



--- In [email protected], "Kuroda Takumi" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

Kirim email ke