Rekan Idakhow, saya berharap anda tidak dalam keadaan emosi. Ttp saya heran, apakah karena anda merasa ada 'blasphemy' (oleh saya?) shg anda mengejar2 terus (khususnya pada kata 'blasphemy') dan membombardir saya dg postingan2 di milis ini? Sebab seandainya saya salah mengerti ttg ajaran Kristen, saya kira kesalahan mengerti bukanlah suatu 'blasphemy'. Saya memberi tanggapan ini karena saya cuma meragukan bahwa anda benar2 telah menonton dokumenter tsb.
Alasan saya? Walaupun saya tak bisa sangat akurat dalam detil, ttp secara garis besar jelas sekali bagi saya (spt apa yg saya tulis di postingan2 yl) bahwa perioda kurang dari 4 abad yg dibicarakan dalam dokumenter tsb adalah perioda sebelum ada nama resmi 'Christian' sebab menurut para scholars di sana, masa itu sangat banyak aliran2 pengikut Jesus. Aliran2 ini sebenarnya belum bisa disebut 'Christians' karena ada aliran2 yg juga mempercayai berbagai (versi awal) ajaran2 di luar 4 gospel Kristen dan (versi awal) ajaran Yahudi. Sebagai implikasinya, tentu saja belum ada nama Protestan dan Katolik spt yg ada sekarang ini (Jadi ketika saya menulis 'Protestan' atau 'Katolik', tentu saja saya merujuk era sekarang). Bahkan sebagian besar waktu dalam perioda tsb adalah perioda2 di masa New Testament belum ada/dikumpulkan. Walaupun nama 'Christian' belum ada, mengapa saya (bahkan dokumenter itu sendiri) menggunakan istilah '(the First) Christian'? Sebab saya tak tahu alternatif nama lain yg lebih pantas digunakan. Jadi saya ulangi, jelas sekali ditekankan dalam dokumenter tsb bahwa aliran2/ ajaran2 dalam ke empat gospel tertulis yg ada sekarang mungkin hanya sebagian (SEDIKIT?) di antara semua aliran2 yg ada pada saat itu (yaitu semua aliran2 yg disebut the first 'Christians' oleh CNN Presents). Dengan demikian, anda jangan terfokus pada ajaran2 Yahudi atau Kristen yg dipercayai sekarang karena versi awal ajaran2 tsb mungkin saja hanyalah sebagian (sedikit?) di antara berbagai aliran2 pengikut Jesus yg ada waktu itu. Mengapa sekarang yg ada tinggal aliran2 Yahudi dan berbagai aliran2 Kristen dari 4 Gospel tsb? Menurut dokumenter tsb, karena sejak awal ada kompetisi antar aliran2 tsb (a.l. dg cara membakar gospel2 versi lain di luar ke 4 gospel tsb) dan dilanjutkan oleh sikap pilih kasih oleh kerajaan Romawi yg hanya mengakui aliran2 yg mereka setujui/ sukai saja (shg mereka ikut berusaha memusnahkan ajaran2 tertulis dari gospel2 yg lain). Hal lain, apakah anda telah membaca baik2 postingan yg menjelaskan bahwa bagi saya kata benda 'blasphemy' itu tak ada di dalam pikiran orang yg dianggap melakukan blasphemy, melainkan hanya ada di DALAM PIKIRAN sebagian umat suatu agama sebagai reaksi mereka yg tak bisa menerima tafsiran2 lain? Jadi ada atau tak ada 'blasphemy' jangan ditanyakan pada si pembuat dokumenter atau dicari dalam dokumenter tsb, ttp harus dicari di dalam PIKIRAN beberapa umat suatu agama yg menanggap (cuma mempunyai anggapan/ asumsi dalam pikirannya) bahwa ada 'blasphemy' dalam dokumenter tsb, mis. dalam pikiran rekan Kuroda :-) Jadi anda tak ada gunanya dan tak perlu me-ngejar2 dan menanyai saya di mana ada 'blasphemy'. Saya silakan baca ulang saja postingan2 saya sebelumnya. Di luar kesalahan2 minor yg biasa dilakukan orang dalam mengetik dg cepat di milis2, saya harap anda bisa menanngkap penjelasan saya di atas dan di postingan2 yl. Kalau anda ingin menjawab postingan saya sebelumnya dg baik2, tolong jawab dg cara menanggapi kalimat per kalimat (spt cara saya menjawab anda dibawah ini) dan jangan gunakan kata2 yg emosional semacam "Suuudaaah mengerrrtiii beluuum!". Saya tak akan melayani postingan2 dg model gaya bahasa emomsional demikian. Salam --- In [email protected], "idakhouw" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kiranya Bahasa Indonesia saya kali ini cukup > jelas, SAYA ULANG SEKALI LAGI: Saya menontonnya, > tak ada data baru, perdebatan2 yang ditampilkan > tak ada yang baru (mereka yang cukup serius mendalami > teologi Kristen / MAHASISWA S1 TEOLOGI sudah tahu > perdebatan itu). > FYI: Mahasiswa S1 teologi itu ya melakukan proses akademik, jadi bukan > cuma meditasi bergulat dengan Kesadaran atau melafalkan Sutra-Sutra > atau Paritta saja; tapi ada ujian, menulis paper yang didalamnya harus > mendemonstrasikan pengetahuan ttg academic debates seputar Yesus, > kondisi sosial politik yg melatari kanonisasi Injil (Anda kan mengira > persoalan politik di kekaisaran Roma semasa konsili pertama sebagai > sesuatu yg baru :-) dll. L: Saya tak membantah pernyataan anda ini karena selain saya percaya hampir semua pernyataan2 anda, seandainya ada bagian2 kecil yg tak saya percaya, saya pun tak bisa mengeceknya dg cara menjadi mahasiswa teologi lebih dulu:-). Saya hanya bisa menanggapi kalimat2 anda spt tulisan saya di atas. > Sesuatu yang baru buat Anda, belum tentu baru buat > (mungkin banyak) orang lain. Mungkin Anda cuma > 'syok',lantas menganggap perdebatan yang tidak baru > itu sebagai blasphemy, dan mengira orang lain akan sama > syok dengan Anda. OK? L: Saya tidak syok. Saya punya dua judul (total 3 DVD) ttg kontroversi dalam ajaran2 Kristen, satu DVD ttg Da Vinci codes. Sebagai satu2-nya orang dalam keluarga besar sejak dari nenek saya sampai semua keturunannya yg, saya adalah satu2-nya orang yg percaya Buddhism dan satu2-nya orang yg menganut 'non-organized religion' shg saya sudah terbiasa dg berbagai pandangan2 ekstrim. > Tentang Islam: sejauh saya tahu, Islam punya tradisi > panjang perbedaan penafsiran dan pendapat. L: Setiap agama memiliki tradisi (lebih tepat SEJARAH) panjang perbedaan penafsiran. Tetapi ergantung pada pemimpin2 agamanya di kemudian hari (termasuk sekarang) dan tergantung pada lokasi, suatu tradisi bisa saja hampir punah shg tradisi yg tersisa MENDEKATI SEJARAH (bukan lagi tradisi) atau tetap terpelihara. > Mungkin yang Anda tahu cuma debat (kusir) menyangkut > Islam di komunitas2 milis, yang sayangnya memang > mencerminkan yang Anda gambarkan itu. Sementara juga > sayangnya yang menonjol di dunia Islam sekarang adalah > ortodoksi (cmiiw) dan menguatnya konservatisme (cmiiw). > Sangat2 banyak yang saya (dan saya duga juga Anda) > belum ketahui tentang Islam dan tradisi perbedaan tafsir mereka. L: Salah sekali dugaan anda. Garis keturunan keluarga besar saya berasal dari garis keturunan keluarga kerajaan2 Islam, bahkan dari ibu boleh terbilang ada silsilah tertulisnya. Keluaarga saya biasa 'nyekar' ke kompleks makam turunan nenek moyang ibu saya di pekuburan Prampalan, antara Solo- Sragen (Solo-Madiun), dekat rel KA. Kalau ikut ayah saya, saya masih keturunan Sultan Agung :-) (Tentu saja bagi kita, semua makna dan penulisan silsilah atas dasar pola pikir feodal tsb non-sense). Saya 12 tahuh tinggal di Banjarmasin dekat mesjid, sekarang teman paling akrab di lingkungan kantor adalah keturunan Arab (Bapak Arab, ibu Solo). Kelak kalau kita bisa bertemu secara fisik, saya akan kasih tahu siapa orangnya. Saya bisa buktikan teman akrab saya ini adalah satu2-nya teman yg mengajak dan pernah berkomunikasi secara visual dan audio lewat Skype (dulunya cuma chatting lewat Hotmail dg dia). > Untuk itu saya tidak berani mengambil kesimpulan (atau > menggeneralisasi berdasar pengamatan di milis2 atau trend > Islam sekarang, tidak melakukan 'pendekatan dan pola > pikir dg pijakan akademik' spt kata Anda) bahwa (umat) > Islam relatif belum terbiasa menghadapi perbedaan pendapat. L: Saya selalu mengkritik umat Islam yg demikian, BEDAKAN dg mengkritik ajaran Islam. Menurut saya, sebuah milis adalah tempat paling cocok untuk melakukannya. Mungkin anda tidak tahu (walaupun sudah saya tulis ulang ber-kali2 di beberapa milis) bahwa saya punya prinsip sbb: walaupun seseorang mempunyai keyakinan yg kelihatan paling konyol atau bodoh sekalipun (spt menyembah pohon, matahari, dsb), ttp bagi saya tak orang tsb sama sekali mengganggu apabila dalam perbuatan dan pikirannya, ia tak melakukan perbuatan2 yg BERPOTENSI merugikan atau mencelekakan orang lain, apalagi apabila pikiran dan perbuatan2 konyol dan bodohnya justru bisa memberi andil pada perdamaian dan kelestarian alam (spt para pemeluk agama2 primitif di hutan2 Kalimantan, Irian, aliran S. Amzone, dsb). IMO, salah satu perbuatan yg BERPOTENSI merugikan atau mencelekakan orang lain karena berpotensi menimbulkan konflik dalam skala besar (paling tidak dalam skala satu organisasi semacam negara, atau lebih kecil lagi) adalah penyeragaman cara berpikir lewat indoktrinasi2 yg mengatas-namakan agama. Btw, tahukan anda walaupun user name saya kelihatan 'sign in' di Yahoo group, ttp saya mungkin sedang tidur pulas karena saya sering (walaupun sekarang jarang) membiarkan komputer ttp 'on' bekerja terus-menerus selama 1-3 hari (dan saya tak perlu log off dari Yahoo)? > Salam, > Ida Khouw Salam juga.
